Peringatan Hari Apa 1 Mei Selain Hari Buruh? Berikut Daftar Peringatannya

Peringatan hari apa pada tanggal 1 Mei? simak selengkapnya disini!

Diterbitkan 01 Mei 2026, 07:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Setiap tanggal 1 Mei diperingati di berbagai negara sebagai momentum yang menyoroti perjuangan pekerja, pelestarian satwa liar, hingga perkembangan ilmu pengetahuan.

Pada momen, Jumat (1/5/2026) ini, dunia identik memperingatinya sebagai Hari Buruh Internasional atau May Day, sebuah momentum global yang berakar dari perjuangan pekerja menuntut hak kerja yang lebih manusiawi, termasuk sistem kerja delapan jam yang menjadi standar hingga saat ini.

Di Indonesia sendiri, 1 Mei telah ditetapkan sebagai hari libur nasional sejak 2014 sebagai bentuk penghargaan terhadap kontribusi dan perjuangan kaum pekerja.

Selain itu, dunia juga memperingati Hari Selamatkan Badak, Hari Antariksa Nasional, hingga Hari Raya Waisak yang sarat makna spiritual bagi umat Buddha.

Tak ketinggalan, bulan Mei juga menjadi Bulan Kesadaran Kanker Otak yang bertujuan meningkatkan kepedulian terhadap penyakit serius ini.

Berikut sederet peringatan yang jatuh pada tanggal 1 Mei, dirangkum Tim News Liputan6.com dari berbagai sumber:

Hari Buruh Internasional

Dilansir oleh Liputan6.com dari National Today, Hari Buruh atau May Day merupakan salah satu peringatan global paling dikenal setiap 1 Mei. Awalnya, peringatan ini berakar dari perjuangan buruh di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19 yang menuntut jam kerja delapan jam.

Puncak gerakan ini terjadi dalam peristiwa Haymarket Affair di Chicago pada tahun 1886, yang kemudian menjadi simbol solidaritas pekerja di seluruh dunia.

Di Indonesia, Hari Buruh pertama kali diperingati pada 1918 oleh organisasi buruh, dan sempat mengalami pasang surut dalam pengakuannya. Setelah era reformasi, pemerintah akhirnya menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional melalui kebijakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Selain sebagai momentum aksi dan aspirasi buruh, Hari Buruh juga memiliki akar budaya kuno di Eropa sebagai perayaan musim semi seperti festival Beltane, yang identik dengan tarian maypole dan simbol kesuburan.

Hari Selamatkan Badak

Dilansir oleh Liputan6.com dari National Today, tanggal 1 Mei juga diperingati sebagai Hari Selamatkan Badak, sebuah kampanye global untuk meningkatkan kesadaran terhadap ancaman kepunahan badak akibat perburuan liar dan hilangnya habitat.

Badak merupakan salah satu mamalia purba yang telah ada sejak puluhan juta tahun lalu, namun kini populasinya terus menurun drastis. Perburuan cula badak untuk pengobatan tradisional menjadi salah satu penyebab utama.

Hari ini mengajak masyarakat dunia untuk ikut serta dalam upaya konservasi, baik melalui edukasi, donasi, maupun dukungan terhadap organisasi pelestarian satwa.

Hari Antariksa

Dilansir oleh Liputan6.com dari National Today, Hari Antariksa Nasional dirayakan setiap Jumat pertama bulan Mei, yang sering kali jatuh pada tanggal 1 Mei. Peringatan ini bertujuan menginspirasi masyarakat untuk lebih mengenal dan mencintai ilmu pengetahuan, khususnya tentang luar angkasa.

Sejarah eksplorasi antariksa berkembang dari teori heliosentris yang dipopulerkan oleh Nicolaus Copernicus hingga pengamatan teleskopik oleh Galileo Galilei.

Puncak pencapaian manusia dalam eksplorasi luar angkasa terjadi saat misi Apollo 11 Moon Landing berhasil mendaratkan manusia di bulan pada 1969.

Hari ini menjadi pengingat bahwa masih banyak misteri alam semesta yang belum terungkap dan terus menunggu untuk diteliti.

Hari Kesadaran Kanker Otak

Dilansir oleh Liputan6.com dari National Today, selain berbagai peringatan harian, bulan Mei juga dikenal sebagai Bulan Kesadaran Kanker Otak. Kampanye ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap penyakit kanker otak, yang sering kali sulit terdeteksi sejak dini.

Sejarah penanganan penyakit ini telah berkembang dari praktik medis kuno hingga teknologi modern seperti sinar-X dan bedah saraf canggih.

Organisasi kesehatan di seluruh dunia memanfaatkan bulan ini untuk mengedukasi publik, mendukung penelitian, serta memberikan dukungan bagi para pasien dan keluarganya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6