Pramono Ungkap Penyebab Proyek SDN Cipete Utara 1 Mangkrak

Pramono mengungkap proyek SDN Cipete Utara 1 mangkrak akibat perubahan konsep pembangunan.

Diterbitkan 30 Juli 2026, 16:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pembangunan SDN Cipete Utara 1 terbengkalai karena perubahan konsep proyek.
  • Gubernur DKI meminta prioritas penyelesaian gedung SD agar segera digunakan.
  • Target penyelesaian belum pasti, namun rencana mixed-use tidak dilanjutkan.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap penyebab pembangunan SDN Cipete Utara 1 di Jakarta Selatan hingga kini belum rampung. Menurutnya, proyek tersebut sempat mengalami perubahan konsep sehingga pelaksanaannya berlarut-larut.

“Problem utama di SDN 1 Cipete adalah ketika di awal perencanaannya untuk SD dengan empat tingkat. Kemudian dalam perjalanan berubah menjadi mixed-use, dibangun ke atas kurang lebih menjadi 20 tingkat,” kata Pramono di TPS 3R Menteng Atas, Jakarta Selatan, Kamis (30/7/2026).

Ia mengatakan, perubahan konsep itulah yang akhirnya membuat proyek berjalan tidak menentu hingga akhirnya pembangunan terbengkalai.

“Dan dalam perjalanan maju-mundur, maju-mundur, maju-mundur dan enggak jadi, sehingga ada pembangunan yang terbengkalai,” ungkap Pramono.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pramono mengaku telah memanggil Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan beserta jajaran terkait. Ia meminta pembangunan gedung sekolah diprioritaskan agar dapat segera dimanfaatkan oleh para siswa.

“Saya minta untuk segera diselesaikan untuk SD-nya dulu. Untuk urusan mixed-use berikutnya, tetapi yang paling penting SD-nya segera selesai dan segera bisa digunakan,” jelas Pramono.

Meski begitu, Pramono belum dapat memastikan target penyelesaian pembangunan SDN Cipete Utara 1. Ia menyebut jadwal penyelesaian akan diumumkan setelah proses finalisasi selesai.

“Mengenai kapannya nanti saya jawab kalau sudah finalisasi untuk itu,” kata dia.

 

Target Rampung

Sebelumnya, Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Selatan, Sarwoko mengatakan pembangunan gedung baru SDN Cipete Utara 01 semula ditargetkan selesai dalam waktu enam bulan. Namun, hingga kini pembangunan belum rampung meskipun proyek tersebut sudah berjalan hampir satu tahun.

"Rencananya, September selesai dan sekolah sudah bisa kembali menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar (KBM)," ujarnya, Rabu (29/7/2026).

Sarwoko menjelaskan, pada awalnya proyek tersebut hanya ditujukan untuk membangun gedung baru SDN Cipete Utara 01. Namun, di tengah proses pelaksanaan, muncul rencana untuk mengubah proyek tersebut menjadi bangunan multifungsi atau mixed use hingga 20 lantai.

"Awalnya hanya renovasi atau membangun sekolah baru untuk SD Negeri 01 Cipete Utara, kemudian ada keinginan untuk mixed use, membangun ke atas sampai dengan 20 lantai," ujar dia.

Menurutnya, rencana tersebut kemudian kembali berubah setelah terjadi pergantian kontraktor. Proyek akhirnya difokuskan hanya pada pembangunan gedung sekolah. Namun, pengerjaannya tetap belum selesai hingga melewati batas waktu yang ditetapkan.

Sarwoko menuturkan, kini berdasarkan arahan pimpinan, pembangunan gedung SDN Cipete Utara 01 akhirnya menjadi prioritas untuk segera diselesaikan. Sedangkan, rencana pembangunan gedung multifungsi dipastikan tidak dilanjutkan.

Ia memastikan, KBM peserta didik tetap berjalan selama proses pembangunan berlangsung. Untuk sementara, mereka dipindahkan ke SDN Cipete Utara 09 yang berjarak sekitar 1,6 kilometer dari lokasi sekolah.

"Mudah-mudahan ini selesai tepat waktu dan KBM kembali normal," tandasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6