Penjualan Smartphone Global Turun 6 Persen pada Q2 2026, Ini Penyebabnya

Laporan terbaru dari lembaga analisis teknologi Omdia mengungkapkan penjualan smartphone di pasar global merosot 6 persen pada Q2 2026

Diterbitkan 31 Juli 2026, 15:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laporan terbaru dari lembaga analisis teknologi Omdia mengungkapkan penjualan smartphone di pasar global merosot 6 persen secara tahunan (year-on-year) pada kuartal kedua (Q2) tahun 2026, dengan total pengiriman hanya mencapai 272 juta unit.

Pasar yang sebelumnya memang sudah mengalami stagnasi kini harus berhadapan dengan krisis memori serta lonjakan harga komponen yang tak terhindarkan.

Mengutip Engadget, Jumat (31/7/2026), gangguan pada rantai pasok (supply chain) ini diproyeksikan masih akan berlanjut, setidaknya hingga akhir 2026 atau bahkan lebih lama.

Secara angka, penurunan 6 persen mungkin terlihat kecil. Namun, riset Omdia menunjukkan bahwa pengiriman smartphone di seluruh dunia sebenarnya telah mengalami penurunan konsisten sejak akhir 2025.

Dampak terberat dari krisis ini dirasakan oleh produsen yang mengandalkan lini HP terjangkau. Dua raksasa asal Tiongkok, Xiaomi dan Oppo, mencatatkan penurunan pengiriman yang cukup signifikan dibanding tahun lalu.

Pengiriman HP Xiaomi dilaporkan terjun bebas hingga 26 persen dan Oppo merosot sampai 17 persen.

Kenaikan harga yang terpaksa diterapkan di beberapa wilayah, ditambah dengan penyederhanaan portofolio produk, menjadi pemicu utama turunnya angka penjualan mereka. Analis memperkirakan harga smartphone kelas bawah (low-end) masih akan mengalami lonjakan paling tajam dalam beberapa bulan mendatang.

 

Samsung dan Apple Masih Bertahan

Menariknya, di segmen premium justru menunjukkan dinamika berbeda. Samsung berhasil mengamankan pangsa pasar sebesar 22 persen setelah mengapalkan 60,5 juta unit, naik tipis secara tahunan.

Uniknya, divisi seluler Samsung sempat mencatatkan kerugian operasional akibat pembengkakan biaya produksi. Namun, bisnis komponen memori dan penyimpanan milik Samsung yang diborong habis oleh industri kecerdasan buatan (AI) justru memicu rekor pendapatan tertinggi sepanjang masa bagi perusahaan pada Q2 2026.

Sementara itu, Apple mencetak rekor kuartal kedua terbaiknya. Raksasa asal Cupertino, Amerika Serikat (AS) ini mengapalkan 55,1 juta unit (naik 23 persen YoY) dan menguasai 20 persen pangsa pasar global.

Lini iPhone 17 menjadi motor pendorong utama performa Apple sepanjang 2026, terutama karena strategi perusahaan yang sejauh ini berhasil menahan kenaikan harga jual iPhone.

 

Strategi Baru Menghadapi Sisa 2026

Untuk mempertahankan posisinya, Apple diprediksi akan mengubah strategi peluncuran produk mulai generasi mendatang. Peluncuran iPhone 18 diperkirakan bakal dibagi menjadi dua gelombang:

  • September 2026: Peluncuran varian flagship yang lebih mahal (Pro dan Ultra).
  • Awal 2027: Peluncuran lini standar (iPhone 18, 18e, dan iPhone Air 2).

Langkah tersebut melengkapi program Apple Upgrade teranyar yang baru saja diumumkan perusahaan pekan ini.

Omdia menyimpulkan kunci bertahan di tengah ketidakpastian industri saat ini ada pada ketahanan rantai pasok dan inovasi strategi komersial.

Produsen yang memiliki kekuatan menentukan harga serta rantai pasok yang solid diproyeksikan akan menjadi pihak yang paling mampu bertahan hingga akhir 2026.

Â