Terapkan Prinsip Berkelanjutan, SIG Lakukan Langkah Transformasi Hijau Kembangkan Bahan Bangunan Rendah Emisi

Langkah transformasi hijau dengan lakukan pengembangan bahan bangunan rendah emisi di Indonesia.

Diterbitkan 29 April 2026, 10:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • SIG meraih lima sertifikat Green Label Platinum, memperkuat kepemimpinan bahan bangunan rendah emisi.
  • Lima pabrik SIG mendapatkan predikat Platinum, bukti produk berkualitas dan rendah emisi.
  • SIG menerapkan prinsip berkelanjutan, menghasilkan semen hijau rendah karbon hingga 38%.

Liputan6.com, Jakarta - Langkah transformasi hijau PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) kian nyata. SIG mendapatkan lima sertifikat Green Label Indonesia predikat Platinum dari Green Product Council Indonesia (GPCI), memperkuat kepemimpinan perusahaan dalam pengembangan bahan bangunan rendah emisi di Indonesia.

Lima pabrik SIG yang meraih sertifikat Green Label Indonesia Predikat Platinum adalah SIG Pabrik Tuban; PT Semen Tonasa (Pabrik Pangkep); serta PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Pabrik Narogong, Pabrik Cilacap, dan Pabrik Lhoknga.

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni menyampaikan rasa syukur atas Predikat Platinum yang berhasil diraih oleh lima pabrik SIG. Menurut dia, pencapaian ini menjadi suntikan energi bagi SIG untuk melanjutkan kepemimpinan dalam inovasi semen hijau dan produk turunannya yang lebih rendah emisi.

"Sertifikat Green Label Indonesia menjadi bukti nyata bahwa produk bahan bangunan yang diproduksi oleh SIG tidak hanya terjamin mutu dan kualitasnya, tetapi juga membantu pelanggan untuk mendapatkan produk yang lebih rendah emisi dan membangun dengan lebih bertanggung jawab," ujar Vita melalui keterangan tertulis, Rabu (29/4/2026).

 

Terapkan Prinsip Berkelanjutan

Vita mengatakan, SIG secara konsisten menerapkan prinsip keberlanjutan yang terintegrasi dalam strategi bisnis Perusahaan sebagai bentuk komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.

"Komitmen tersebut diwujudkan dengan menjalankan praktik pertambangan yang baik, mengadopsi teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) dalam kegiatan produksi untuk efisiensi energi, pemanfaatan limbah dan sampah sebagai bahan baku dan bahan bakar alternatif dengan prinsip ekonomi sirkular, pengembangan energi terbarukan, hingga proses distribusi berkelanjutan," papar dia.

Menurut Vita, dengan menerapkan prinsip keberlanjutan di setiap tahapan operasi, SIG mampu menghadirkan semen hijau dan produk turunannya yang inovatif, berkualitas, dan rendah karbon untuk kebutuhan konstruksi yang kokoh dan berkelanjutan.

"Semen hijau SIG tercatat lebih rendah karbon hingga 38% dibandingkan dengan semen konvensional (OPC)," ucap dia.

Vita menambahkan, SIG terus mengajak masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk bijak memilih produk bahan bangunan yang bertanggung jawab dan turut serta dalam aksi pelestarian lingkungan.

"Semen hijau SIG adalah solusi untuk konstruksi ramah lingkungan yang rendah karbon, yang merupakan buah karya anak bangsa sebagai bentuk kepedulian dan keberpihakan terhadap kelestarian lingkungan dan bumi," jelas Vita.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6