Dedi Mulyadi Melayat ke Rumah Duka Nur Ainia Korban Kecelakaan Kereta Bekasi, Harap jadi Peristiwa Terakhir

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi melayat ke rumah Nur Ainia Eka Rahmadhyna atau Ain, Rabu (29/4/2026).

Diterbitkan 29 April 2026, 08:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gubernur Jabar Dedi Mulyadi melayat korban kecelakaan KA, Ain, dan sampaikan duka mendalam.
  • Dedi berharap kecelakaan terakhir, mendesak pembenahan infrastruktur lalu lintas darat.
  • Pembangunan flyover di Bekasi dipercepat, ormas penguasa perlintasan akan ditindak.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi melayat ke rumah Nur Ainia Eka Rahmadhyna atau Ain, Rabu (29/4/2026). Ain menjadi salah satu korban meninggal dunia kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur.

Dedi Mulyadi pun menyampaikan duka cita mendalam. Dia mengatakan, Ain menjadi korban kedua yang teridentifikasi merupakan warga Jawa Barat.

"Yang pertama kan, warganya memang statusnya warga Jabar ya, warga Bekasi. Tetapi mereka rata-rata dibawa ke kampung halamannya. Ada yang ke Jawa ya, Jawa Tengah, mungkin Jawa Timur," ujar Dedi Mulyadi dikutip Liputan6.com, Rabu (29/4/2026).

"Tetapi yang baru teridentifikasi, dimakamkan di Bekasi baru dua. Kemarin guru, sekarang di sini kan teman-teman media. Dan saya menyampaikan duka yang mendalam," sambung dia.

Dedi Mulyadi juga berharap ini menjadi peristiwa kecelakaan kereta terakhir kalinya.

"Semoga peristiwa ini adalah peristiwa terakhir. Karena seluruh kelalaian kita dalam melakukan penataan infrastruktur lalu lintas darat, laut, dan udara harus segera dibenahi," kata dia.

 

Segera Benahi dan Bangun Flyover

Dedi Mulyadi pun mengakui daerah tempat kejadian kecelakaan merupakan daerah yang cukup padat. Dia juga menyebut sudah direncanakan pembangunan flyover.

"Memang daerah itu kan daerah padat. Dan di rencana pembangunan Jawa Barat, memang sudah teralokasikan untuk pembangunan flyover. Walau pun memang kita bertahap ya, karena kemampuan fiskal kita sangat terbatas sekarang," ucap Dedi.

Rencana pembangunan flyover itu juga sudah dibicarakan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto saat menjenguk langsung korban kecelakaan di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, Selasa 28 April 2026.

"Tetapi dengan kebijakan kemarin Pak Presiden dibangun flyover, kita berucap terima kasih banyak. Berarti ada perhatian, terutama menyelesaikan pintu lintasan di berbagai tempat," kata Dedi.

"Karena kan dulu lintasan-lintasan resmi, kemudian orang bangun perumahan, banyak orang, bikin jalan. Nah rata-rata kan ada yang dijaga oleh orang, ada yang tidak dijaga. Dan itu nyebar banget di seluruh daerah," sambung dia.

 

Tegaskan Tak Boleh Dikuasai Ormas

Dedi pun menegaskan, semua pintu perlintasan kereta api tidak boleh dikuasai oleh ormas. Dia meminta agar seluruh ormas tersebut ditindak.

"Tindak saja Ormasnya, kita tindak. Karena bagi saya tidak boleh di Jawa Barat ada orang menguasai sesuatu yang bukan haknya," kata Dedi.

Dia juga menegaskan, pembangunan flyover akan dilakukan secepatnya, mengingat sudah ada instruksi langsung dari Presiden Prabowo.

"Flyover kan Pak Presiden sudah akan menurunkan 4 triliun kemarin untuk seluruh wilayah. Jadi, satu pintu lintasan, yang kedua flyover untuk Bekasi. Tetapi kalau untuk yang awalnya nanti kita tinggal integrasikan, alokasinya sudah ada di Pemprov, dan sekarang itu lagi perbaikan DED. Jadi DED-nya disempurnakan, DED-nya sudah ada," ucap dia.

"Jadi kalau alokasi sekarang ada, ya tinggal pelaksanaan teknis, tinggal lelang. Untuk ormas, tinggal diberesin sama Polsek," jelas Dedi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6