Misi Global Sumud Flotilla 2.0, Perkuat Solidaritas Kemanusian untuk Gaza

Setiap langkah dalam misi kemanusiaan tidak terlepas dari nilai dan tanggung jawab yang harus dijaga.

Diterbitkan 27 April 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah krisis kemanusiaan yang masih berlangsung di Gaza, Palestina, berbagai bentuk solidaritas global terus bermunculan dan berkembang. Situasi yang belum sepenuhnya pulih mendorong hadirnya beragam inisiatif lintas negara, tidak hanya sebagai respons terhadap kebutuhan bantuan, tetapi juga sebagai upaya menjaga perhatian publik terhadap isu kemanusiaan yang berkelanjutan.

Salah satu inisiatifnya, DT Peduli kembali terlibat dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0. Diketahui, GSF adalah Gerakan sipil internasional ini menjadi bagian dari upaya kolektif untuk menyalurkan bantuan sekaligus menyuarakan pentingnya akses kemanusiaan bagi masyarakat Gaza yang masih menghadapi berbagai keterbatasan.

"Bagi DT Peduli, partisipasi dalam misi ini tidak semata diposisikan sebagai aktivitas distribusi bantuan," kata Executive Director DT Peduli, Jajang Nurjaman, Senin (27/4/2026).

Jajang menambahkan, keterlibatan pihaknya dipandang sebagai bentuk keberpihakan terhadap nilai-nilai kemanusiaan global. Menurut dia, misi kali ini membawa pesan 'Tidak semua bisa berlayar, tapi semua bisa berpihak'.

"DT Peduli menghadirkan pendekatan yang menekankan bahwa kontribusi dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, termasuk dari jarak jauh," ungkapnya.

Jajang menjelaskan, misi dilakukan menjadi bagian dari ikhtiar bersama lintas negara dalam membuka akses bantuan ke Gaza. Karena itu, dalam praktiknya, GSF 2.0 memperlihatkan bagaimana solidaritas lintas negara dapat terwujud melalui kolaborasi yang terstruktur.

"Kondisi Palestina saat ini masih berada dalam situasi blokade yang panjang. Melalui gerakan global seperti ini, kami ingin mengambil bagian dalam upaya kemanusiaan, baik melalui jalur laut maupun darat," catat dia.

Sebagai informasi, selain armada kapal yang membawa relawan internasional, distribusi bantuan juga dilakukan melalui jalur darat dengan pengiriman logistik yang mencakup kebutuhan medis, pangan, hingga perlengkapan darurat. Pendekatan ini mencerminkan upaya adaptif dalam menghadapi tantangan distribusi di lapangan.

Diketahui, keterlibatan DT Peduli dalam misi juga terlihat melalui pengiriman relawan dengan berbagai peran. Mulai dari tenaga medis, tim media, hingga perwakilan yang terlibat dalam koordinasi lapangan, seluruhnya menjadi bagian dari kontribusi Indonesia dalam gerakan kemanusiaan global yang bersifat kolaboratif.

 

 

 

Misi Kemanusiaan Jadi Amanah

Sementara itu, Ketua Yayasan DT Peduli, M. Bascharul Asana menyoroti, setiap langkah dalam misi kemanusiaan tidak terlepas dari nilai dan tanggung jawab yang harus dijaga.

"Ini bukan sekadar perjalanan, tetapi amanah. Kami berpesan agar para relawan senantiasa menjaga niat, serta membawa nama baik Indonesia dalam setiap peran yang dijalankan," ungkapnya.

Di sisi lain, misi ini juga membawa dimensi yang lebih luas, yakni menjaga agar isu kemanusiaan tetap berada dalam perhatian publik. Di tengah arus informasi yang terus bergerak cepat, keberlanjutan perhatian terhadap Palestina menjadi hal yang dinilai penting.

Senada, Director of Impact and Civilization DT Peduli, Fahrizal Amir, menyampaikan, setiap bentuk kontribusi memiliki makna dalam konteks gerakan kolektif.

"Palestina adalah amanah bagi kita semua. Sekecil apa pun ikhtiar yang dilakukan baik itu berbagi informasi, berdonasi, atau terlibat langsung tetap memiliki arti," jelasnya.

Menurutnya, keterlibatan tidak selalu harus berada di garis depan. Justru, dukungan yang datang dari berbagai pihak secara kolektif menjadi salah satu kekuatan utama dalam menjaga keberlanjutan gerakan kemanusiaan.

"Bagi para relawan, keterlibatan dalam misi ini tidak hanya berkaitan dengan jarak yang ditempuh, tetapi juga dengan upaya membawa harapan. Setiap bantuan yang disalurkan, serta setiap pesan yang disampaikan, menjadi bagian dari upaya panjang untuk memastikan bahwa masyarakat Gaza tetap merasakan kehadiran solidaritas global," dia menandasi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6