Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Bertambah jadi 4 Orang Meninggal Dunia

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyebutkan, korban meninggal dunia berjumlah empat orang. Sebelumnya diberitakan, korban meninggal sebanyak 3 orang.

Diterbitkan 27 April 2026, 23:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Korban meninggal kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi bertambah jadi empat orang.
  • Tiga puluh delapan penumpang KRL dirujuk ke RS, 240 penumpang Argo Bromo selamat.
  • KAI fokus evakuasi, penanganan korban, dan sampaikan permohonan maaf.

Liputan6.com, Jakarta - Jumlah korban meninggal akibat kecelakaan kereta api antara KRL commuter line dengan KA Argo Bromo pada Senin (27/4/2026) di Stasiun Bekasi, bertambah. Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyebutkan, korban meninggal dunia berjumlah empat orang. Sebelumnya diberitakan, korban meninggal sebanyak 3 orang.

"38 orang sudah dievakuasi dan 4 orang teridentifikasi meninggal dunia. Semua sudah dievakuasi ke RS," ungkap Anne di lokasi.

KAI menyampaikan duka cita yang mendalam serta belasungkawa kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan.

Saat ini, seluruh upaya difokuskan pada evakuasi dan penanganan korban dengan prioritas utama keselamatan dan kondisi setiap penumpang.

"Fokus utama kita saat ini evakuasi penumpang," singkatnya.

Seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Sebanyak 38 penumpang KRL telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Mereka dirujuk ke beberapa fasilitas kesehatan terdekat, di antaranya RSUD Bekasi, Primaya Hospital Bekasi Timur, Mitra Plumbon Cibitung, dan RSU Bella Bekasi.

Dalam proses penanganan, KAI bersama Basarnas, TNI, Polri, serta tim medis bergerak cepat untuk memberikan pertolongan dan memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan secepat mungkin.

Anne Purba menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan.

“Kami menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik. Kami memahami kesedihan yang dirasakan keluarga, dan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar proses penanganan berjalan dengan baik,” ujarnya.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6