Ngopi Bareng Warga hingga Ojek Online, Cara Unik Kapolres Depok Jaga Kamtibmas

Sosok Kapolres Metro Depok Abdul Waras mencuri perhatian lewat rekam jejak panjang dan pendekatan humanis dalam menjaga keamanan wilayah.

Diterbitkan 23 April 2026, 20:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Abdul Waras menjabat Kapolres Metro Depok, ditunjuk akhir 2024.
  • Kariernya luas, pernah bertugas di Gorontalo, Lampung, Akpol, hingga Kapolres.
  • Ia menerapkan pendekatan humanis, termasuk program "Ngopi Kamtibmas".

Liputan6.com, Jakarta - Polres Metro Depok yang berada di bawah naungan Polda Metro Jaya memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan wilayah penyangga Ibu Kota, meski secara administratif Kota Depok masuk Provinsi Jawa Barat.

Tongkat komando Polres Metro Depok kini dipegang oleh Abdul Waras, perwira menengah Polri lulusan Akademi Kepolisian 1999 Batalyon Endra Dharmalaksana.

Karier Abdul Waras di kepolisian dimulai di wilayah Gorontalo pada awal 2000-an. Ia pernah menjabat sejumlah posisi, di antaranya Kanit I Satreskrim Polresta Gorontalo, Kaur Bin Ops Satlantas, hingga Kasatlantas di beberapa wilayah di Gorontalo.

Pada 2006, ia dipercaya menjabat Kapolsek Kalianda Polres Lampung Selatan, sebelum kemudian mengisi sejumlah posisi strategis lainnya seperti Kapolsekta Teluk Betung Utara dan Kapolsek Tanjungkarang Barat.

Kariernya di Polda Lampung terus berkembang. Abdul Waras tercatat pernah menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Metro, Kasatlantas di sejumlah wilayah, hingga berbagai posisi di Direktorat Lalu Lintas Polda Lampung, termasuk Kasi STNK dan Kasi BPKB.

Ia juga sempat dipercaya mengemban tugas di Akademi Kepolisian sebagai Kadensis PPSS Korbintarsis pada 2015. Dua tahun berselang, Abdul Waras menjabat sebagai Kapolres Wonosobo dan kemudian Kapolres Batang.

Selanjutnya, ia mendapat promosi sebagai Wakil Kepala SPN Polda Jawa Tengah, sebelum kembali bertugas di wilayah operasional sebagai Kapolresta Bandar Lampung.

Program 'Ngopi Kamtibmas'

Penunjukan Abdul Waras sebagai Kapolres Metro Depok tertuang dalam Surat Telegram Kapolri pada akhir 2024.

Setibanya di Depok, pria kelahiran Tuban, November 1976 itu langsung melakukan konsolidasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, hingga tokoh agama.

Salah satu pendekatan yang dilakukan adalah melalui program “Ngopi Kamtibmas” untuk menyerap aspirasi dan menjaga kedekatan dengan masyarakat.

Ia juga aktif turun langsung ke lapangan, berinteraksi dengan berbagai kalangan, mulai dari pedagang, pengemudi ojek online, hingga warga di kawasan permukiman padat.

Pendekatan humanis tersebut dinilai menjadi salah satu strategi dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif di wilayah Depok.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6