Operasi 'Perang' Ikan Sapu-sapu Dimulai, Tangkapan di Jakut Tembus 200 Kg

Di Saluran RW 06, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara (Jakut), hasil tangkapan tembus 200 kilogram (Kg) per pukul 07.41 WIB. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut jumlah ini melampau prediksi awal.

Diterbitkan 17 April 2026, 10:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • DKI Jakarta memulai operasi penangkapan ikan sapu-sapu serentak di lima wilayah.
  • 200 kg ikan sapu-sapu tertangkap di Kelapa Gading, melebihi prediksi awal.
  • Ikan sapu-sapu invasif, merusak ekosistem, dan berkembang biak sangat cepat.

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai melakukan operasi 'perang' ikan sapu-sapu secara serentak di lima wilayah kota administrasi pada Jumat (17/4/2026).

Di Saluran RW 06, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara (Jakut), hasil tangkapan tembus 200 kilogram (Kg) per pukul 07.41 WIB. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut jumlah ini melampau prediksi awal.

“Dan tadi ketika penangkapan dilakukan awalnya kami memperkirakan mungkin hanya dapat kurang lebih 150 kg dan tadi kalau lihat terakhir pasti saya yakin di atas 200 kg. Karena yang dikumpulkan di awal saja sudah 60 kg lebih,” kata Pramono.

Tingginya hasil tangkapan dalam satu lokasi ini menjadi indikasi kuat bahwa populasi ikan sapu-sapu di perairan Jakarta sudah sangat mendominasi.

Pramono menjelaskan, ikan sapu-sapu merupakan spesies invasif yang mampu bertahan di berbagai kondisi air. Termasuk yang tercemar sekalipun. Kondisi ini membuat ikan tersebut sulit dikendalikan dan terus berkembang dengan cepat.

“Teman-teman lihat sendiri di tempat ini yang begitu hitam mereka bisa survive, mereka bisa hidup,” ujarnya.

Pramono menyatakan, penangkapan massal ini merupakan langkah awal untuk mengurangi dominasi ikan sapu-sapu yang dinilai merusak ekosistem perairan, terutama di sungai dan saluran air di Jakarta.

“Maka dengan demikian sekalian sekali lagi gerakan ini untuk mengurangi dominasi yang terlalu berlebihan ikan sapu-sapu yang ada di Jakarta ini,” ucapnya.

Satgas Ikan Sapu-Sapu

Diberitakan sebelumnya, Pramono juga berencana membentuk petugas Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) untuk menangani persoalan ikan sapu-sapu yang kian mendominasi perairan ibu kota. Langkah ini diambil menyusul masifnya populasi ikan invasif tersebut yang dinilai tidak bisa ditangani hanya melalui kegiatan seremonial semata.

“Secara khusus nanti kami akan tugaskan PJLP yang bertugas untuk itu,” kata Pramono.

Menurut Pramono, penanganan ikan sapu-sapu di ibu kota akan dilakukan secara sistematis. Dia secara spesifik menyampaikan para petugas akan difokuskan untuk mengendalikan populasi ikan tersebut di saluran air dan sungai.

“Artinya ini yang kemudian menjadi PR bagi Pemerintah Jakarta, kami akan konsentrasi dan untuk itu nanti akan ada penugasan secara khusus PJLP yang menangani ikan sapu-sapu ini,” ujarnya.

Pramono menjelaskan, keberadaan ikan sapu-sapu di perairan Jakarta kini menjadi persoalan serius karena kemampuan berkembang biaknya yang sangat cepat. Dalam satu kali reproduksi, ikan ini dapat menghasilkan ribuan telur.

“Saya juga baru tahu kenapa ikan sapu-sapu yang wanita yang perempuan itu rata-rata lebih gemuk daripada yang pria dan telurnya satu ikan itu bisa 1.000 lebih ya? 300 sampai 3.000. Jadi bertelurnya cepat banget,” ungkapnya.

Selain itu, dominasi ikan sapu-sapu di perairan Jakarta disebut sudah sangat tinggi hingga tembus 60 persen. Populasi berpotensi terus meningkat jika tidak dikendalikan secara konsisten.

“Maka dengan demikian sekali lagi gerakan ini untuk mengurangi dominasi yang terlalu berlebihan ikan sapu-sapu yang ada di Jakarta ini,” kata Pramono.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6