Jumat Agung 2026, Katedral Jakarta Angkat Kisah Petrus Lewat Jalan Salib Kreatif

Jalan Salib Kreatif merupakan bagian dari rangkaian ibadah Jumat Agung yang dibawakan oleh Orang Muda Katolik (OMK) Katedral Jakarta dengan judul “Lux in Nihilo” atau terang dalam ketiadaan.

Diterbitkan 03 April 2026, 12:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Katedral Jakarta gelar "Jalan Salib Kreatif" Jumat Agung, padukan teater, musik, tari.
  • OMK bawakan "Lux in Nihilo", soroti kisah sengsara Yesus dari sudut pandang Petrus.
  • Pesan utama: ajak umat kembali pada Tuhan, tunjukkan kasih-Nya tak pernah pudar.

Liputan6.com, Jakarta - Gereja Katedral Jakarta menampilkan “Jalan Salib Kreatif” dalam peringatan Jumat Agung 2026. Prosesi ini memadukan unsur teatrikal, musikal, dan seni tari sebagai bentuk refleksi iman bagi umat.

Imam Katedral Jakarta, Yohanes Deodatus, mengatakan Jalan Salib Kreatif merupakan bagian dari rangkaian ibadah Jumat Agung yang dibawakan oleh Orang Muda Katolik (OMK) Katedral Jakarta dengan judul “Lux in Nihilo” atau terang dalam ketiadaan.

“Ini menampilkan kisah sengsara Tuhan Yesus Kristus, yang mengambil perspektif Petrus, salah satu murid yang menggebu-gebu mengikuti Yesus tetapi dalam kelemahan dan kekurangannya menyangkal Yesus. Perspektif ini ditonjolkan karena manusia dalam penderitaan atau ketakutan bisa menyangkal dan meninggalkan Tuhan,” kata Yohanes, Jumat (3/4/2026).

Menurut dia, pesan utama dari pertunjukan tersebut adalah mengajak umat untuk tetap kembali kepada Tuhan, meskipun berada dalam kondisi sulit atau penuh penderitaan.

“Dalam cerita ini, Yesus itu menunjukkan begitu penderitaan yang besar namun tetap mencintai dan memilih Petrus, tidak meninggalkan Petrus, tidak meninggalkan kita. Jadi, walaupun manusia penuh dosa dan menyangkal (keberadaan Tuhan), namun (Tuhan) tidak pernah meninggalkan kita,” ujarnya.

Yohanes menambahkan, proses persiapan pertunjukan telah dilakukan sejak November 2025, meliputi pemilihan pemain, penggarapan musik, hingga penataan dekorasi. Kegiatan ini melibatkan sekitar 200 anggota OMK.

“Untuk pemainnya ini terpilih berdasarkan casting karena teman-teman OMK ini bukan pemain drama yang profesional. Jadi, benar-benar dari teman-teman muda sendiri yang mau berlatih, komitmen selama lima bulan itu,” ucapnya.

 

Katedral Jakarta Terus Berinovasi

Sementara itu, Michael, pemeran Petrus dalam pertunjukan tersebut, mengaku sempat ragu menerima peran tersebut karena besarnya tanggung jawab yang diemban.

Audience (penonton) atau umat itu perlu memahami isi dari kitab suci itu sendiri. Namun, secara perlahan dengan dukungan panitia, tim, dan dari internal OMK Katedral Jakarta, saya akhirnya memberanikan diri berproses selama lima bulan dan puji Tuhan, saya sangat puas dengan hasil ini,” katanya.

Ia juga mengaku senang dapat kembali terlibat dalam perayaan Paskah di Katedral Jakarta, setelah sebelumnya memerankan Yusuf pada tahun lalu.

“Jadi yang saya suka dari Katedral Jakarta itu terus berinovasi dan beradaptasi, tahun ini dengan menampilkan Jalan Salib pada Jumat Agung itu dengan tema yang berbeda dari sudut pandang masing-masing tokoh yang terlibat dalam Jalan Salib Tuhan Yesus Kristus,” ujarnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6