Kondisi Terkini Andrie Yunus, 12 Hari Pascaserangan Air Keras

Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus masih menjalani perawatan intensif di RSCM.

Diterbitkan 24 Maret 2026, 23:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Andrie Yunus, aktivis KontraS, masih dirawat intensif usai disiram air keras pada 12 Maret 2026.
  • Empat anggota TNI dari BAIS ditahan dan diperiksa terkait dugaan penyerangan Andrie Yunus.
  • Presiden Prabowo mengutuk serangan sebagai terorisme dan menuntut pengusutan tuntas tanpa pandang bulu.

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Tim Advokasi untuk Demokrasi, Afif Abdul Qoyim, mengungkapkan kondisi terbaru dari Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus usai mengalami serangan dengan air keras pada 12 Maret 2026.

"Sejauh ini kami mendapatkan informasi masih dalam perawatan intensif," kata dia kepada Liputan6.com, Selasa (24/3/2026).

"Jadi masih di RSCM," sambungnya.

Afif pun mengajak masyarakat untuk sama-sama mendoakan kepulihan dari aktivis KontraS tersebut.

"Mohon doa untuk kesembuhan Andrie Yunus agar lekas pulih," kata dia.

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah memastikan, belum ada status hukum terhadap 4 prajurit TNI dari satuan BAIS yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus (AY).

Menurut dia, mereka masih diperiksa intensif oleh Puspom TNI.

"Perlu saya sampaikan bahwa sampai saat ini proses penyidikan terhadap 4 personel yang diduga melakukan penganiayaan terhadap saudara AY sedang berjalan," ujar Aulia melalui pesan singkat diterima, Selasa (24/3/2026).

TNI Tahan Anggotanya

Untuk diketahui, TNI sudah menahan empat orang anggota yang diduga terlibat dalam penyerangan Andrie Yunus. Empat anggota TNI yang diamankan berasal dari BAIS yakni Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW dan Serda ES.

Aulia meminta, semua pihak bisa bersabar dalam pengungkapan kasus yang terjadi pada 12 Maret 2026 tersebut.

"Mohon menunggu sampai seluruh proses penyidikan oleh Penyidik dari Puspom TNI selesai dilaksanakan," katanya.

Perintah Presiden Prabowo

Presiden Prabowo Subianto menegaskan penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus merupakan tindakan terorisme dan biadab. Prabowo menegaskan insiden tersebut harus diusut hingga tuntas.

"Ya pasti lah, ini terorisme, ya kan? Tindakan biadab. Harus kita kejar, harus kita usut, harus kita usut," kata Prabowo saat melakukan diskusi bersama jurnalis, pakar, dan pengamat di Hambalang, Jawa Barat, sebagaimana disiarkan di YouTube Liputan6, Kamis (19/3/2026).

Kepala Negara memastikan pengusutan kasus tersebut tak hanya berhenti di pelaku lapangan saja, namun juga pihak yang mendalanginya dan membiayainya. Prabowo menjamin kasus tersebut akan diusut tanpa pandang bulu, termasuk apabila ada keterlibatan aparat.

"Siapa yang nyuruh, siapa yang bayar. Ya jelas dong. Saya menjamin," tegasnya.   

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6