Seorang Wanita Diduga Hendak Bunuh Diri di Depan Istana Presiden

Paspampres yang sedang berjaga curiga dengan gerak-gerik wanita tersebut.

Diterbitkan 24 Maret 2026, 15:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Seorang perempuan diduga hendak bunuh diri di depan Istana Merdeka.
  • Paspampres curiga melihat perempuan tersebut dengan tas dan sepatu terlepas.
  • Setelah upaya komunikasi gagal, perempuan itu dibawa untuk pemeriksaan.

Liputan6.com, Jakarta - Perempuan berinisial JSLP (20) diduga hendak bunuh diri di depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Minggu 22 Maret 2026 malam.

Kejadian ini berawal dari seorang Paspampres, Pratu Rival yang sedang berjaga pada pukul 23.35 WIB. Ia mengawasi seorang perempuan dari dalam pagar Istana.

Rival pun merasa curiga dan pada akhirnya menghampiri perempuan tersebut.

"Ada kecurigaan anggota yang sedang berjaga terhadap perempuan tersebut. Selanjutnya mendatangi perempuan tersebut dengan tas sudah berada di bawah, dan sepatu sudah terlepas, selanjutnya anggota melapor ke danposko," jelas Kasat PPA/PPO Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Rita Oktavia dalam keterangannya, Selasa (24/3/2026).

Setelah itu, Paspampres tersebut mendatangi tenda putih dan melaporkan kejadian kepada anggota Brimob yang sedang berjaga.

Anggota Brimob Resimen Cikes, Briptu Resda, yang sedang ada di Tenda Putih A11, menerima laporan. Setelah itu Danposko Brimob resimen beserta anggota mengarah ke TKP.

 

Diperiksa

"Pukul 00.10 WIB, dokter dari Bidokes Polres Metro Jakarta Pusat tiba di lokasi kejadian. Dokter berupaya melakukan pendekatan dan komunikasi terhadap wanita tersebut, namun yang bersangkutan terus menjauh setiap kali akan didekati," jelas Rita.

Hingga akhirnya, pada pukul 00.56 WIB, JLSP dibawa ke depan Posko Pengamanan Polri untuk dimintai keterangan. Pada pukul 01.16 WIB, ia dibawa ke Polres Metro Jakarta Pusat untuk pemeriksaan lebih lanjut.

KONTAK BANTUAN

Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.

Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.icreativelabs.sahabatku

Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.

Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemkes.go.id.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6