Pria Hendak Bunuh Diri di Papan Reklame Daan Mogot Bikin Heboh Warga, Ini Penyebabnya

Seorang pemuda nekat mencoba bunuh diri dengan cara naik ke papan reklame di JPO Jalan Daan Mogot, Batuceper, Kota Tangerang.

Diterbitkan 24 Maret 2026, 11:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pria A diduga hendak bunuh diri di JPO Daan Mogot, Tangerang.
  • Petugas gabungan berhasil menyelamatkan A setelah negosiasi 90 menit.
  • A mengalami stres berat akibat masalah keluarga dan kesulitan ekonomi.

Liputan6.com, Jakarta - Seorang pria berinisial A (30) diduga hendak bunuh diri dengan cara naik ke papan reklame di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Daan Mogot KM 19,6, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, pada Senin malam (23/3/2026).

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui warga yang melihat A sudah berdiri di atas papan reklame JPO tersebut. Meski sempat diteriaki agar turun, A tidak merespons dan tetap bertahan di posisinya.

Warga kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Batuceper. Tak lama berselang, petugas bersama Kapolsek Batuceper Kompol Gunawan tiba di lokasi.

"Kami juga berkoordinasi dengan petugas Damkar, setelah dilakukan pengecekan ternyata benar ada seorang laki-laki sedang berdiri diatas papan reklame diatas jembatan penyeberangan orang,"kata Gunawan, Selasa (24/3/2026).

Dalam upaya penyelamatan, selain melakukan pendekatan persuasif untuk membujuk A agar mengurungkan niatnya, polisi juga menutup sementara sebagian ruas Jalan Daan Mogot arah Tangerang.

 

Mengaku Stres

Proses negosiasi berlangsung sekitar 90 menit hingga akhirnya A berhasil diamankan oleh petugas Polsek Batuceper dengan bantuan Polres Metro Tangerang Kota dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tangerang.

"Selanjutnya dibawa menggunakan mobil Ambulance menuju Polres Metro Tangerang Kota untuk dilakukan penanganan lebih lanjut,"katanya

Namun, saat proses evakuasi usai A diturunkan oleh petugas gabungan, sempat beredar video yang menunjukkan warga mencoba mengamuk dan hendak memukuli A. Beruntung, A yang langsung dipeluk petugas dan dimasukkan ke dalam ambulans berhasil dievakuasi meninggalkan lokasi.

"Adapun permasalahan yang dihadapi oleh saudara A, yang bersangkutan mengalami stres berat disebabkan orang tuanya bercerai dan kemudian Bapaknya meninggal dunia. Sehingga keluarganya berantakan, tidak punya penghasilan tetap dan ingin mengakhiri hidup," katanya.

KONTAK BANTUAN

Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.

Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.icreativelabs.sahabatku

Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.

Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemkes.go.id.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6