Prabowo Tegaskan Batas Defisit APBN 3 Persen Tak Diubah: Kecuali Darurat Seperti Covid-19

Prabowo menyatakan , krisis di Iran menjadi pengingat penting bagi Indonesia untuk mempercepat transisi menuju energi terbarukan.

Diterbitkan 16 Maret 2026, 23:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Prabowo tegaskan batas defisit APBN 3% penting untuk disiplin fiskal.
  • Aturan defisit tidak akan diubah kecuali dalam kondisi darurat besar.
  • Indonesia percepat transisi energi terbarukan, manfaatkan sumber daya domestik.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya aturan batas defisit APBN RI sebesar 3 persen untuk menjaga kedisiplinan dalam pengelolaan keuangan negara. Prabowo menyebut batas defisit fiskal sebagai alat yang membantu pemerintah tetap berhati-hati dalam menyusun dan menjalankan kebijakan anggaran

Untuk itu, dia menegaskan pemerintah tidak memiliki rencana untuk mengubah aturan batas defisit tersebut, kecuali jika Indonesia menghadapi situasi darurat yang sangat besar.

"Batas defisit adalah alat yang baik untuk mendisiplinkan diri kita sendiri. Indonesia tidak memiliki rencana untuk mengubah aturan tersebut kecuali ada keadaan darurat yang sangat besar seperti COVID-19," jelas Prabowo dalam wawancara eksklusif dengan Bloomberg yang terbit dengan judul "Prabowo Open to Breach Indonesia Deficit Cap Only During Crisis", dikutip dari siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah RI, Senin (16/3/2026).

Menurut dia, krisis di Iran menjadi pengingat penting bagi Indonesia untuk mempercepat transisi menuju energi terbarukan.

 

Indonesia Relatif Lebih Baik Karena Sumber Daya Domestik

Prabowo menuturkan Indonesia berada dalam posisi relatif lebih baik dibandingkan sejumlah negara lain karena memiliki sumber energi domestik seperti minyak sawit dan batu bara yang dapat membantu menjaga ketahanan energi nasional.

Selain itu, pemerintah juga akan terus mengembangkan potensi energi panas bumi, tenaga surya, tenaga air, serta biofuel.

"Jika kita berhasil melewati ini, dalam dua tahun kita akan menjadi sangat efisien. Kita akan menjadi sangat, sangat tidak bergantung pada sumber eksternal," tutur Prabowo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6