Ini Rute Pelaku Sebelum dan Setelah Lakukan Aksi Siram Air Keras ke Andrie Yunus

Pergerakan para terduga pelaku terekam CCTV dari sejumlah titik di wilayah Jakarta. Mereka sempat bertputar di kawasan Monas sebelum melakukan aksinya. Setelah melakukan penyiraman air keras ke Andrie Yunus, mereka berpencar ke arah Senen dan Gondangdia.

Diterbitkan 16 Maret 2026, 15:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Polisi mengungkap rute pelaku penyiraman air keras Andrie Yunus.
  • Pelaku membuntuti korban dari Jakarta Selatan hingga lokasi kejadian.
  • CCTV merekam pergerakan pelaku sebelum dan sesudah penyerangan.

Liputan6.com, Jakarta - Polisi mengungkap rute yang dilalui para pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, sebelum kejadian di Jalan Salemba I, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026) pukul 23.37 WIB.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan pergerakan para terduga pelaku terekam CCTV dari sejumlah titik di wilayah Jakarta.

"Para terduga pelaku diduga telah mengikuti pergerakan korban sejak sebelum kejadian. Pergerakan para terduga pelaku terdeteksi melalui beberapa titik kamera pengawas dengan jalur dimulai dari pergerakan para pelaku ini dari wilayah Jakarta Selatan menuju titik kumpul awal di Jalan Merdeka Timur atau sekitar depan Stasiun Gambir," kata Iman dalam konferensi pers, Senin (16/3/2026).

Setelah empat orang terduga pelaku bertemu di sekitar kawasan Gambir, para pelaku bergerak berputar di kawasan Monas. Mereka menyusuri Jalan Ir H Juanda, kemudian bergerak Jalan Medan Merdeka Barat hingga kawasan Tugu Tani. Setelah itu pelaku berputar kembali menuju Jalan Medan Merdeka Timur. Dari sana, mereka bergerak ke kantor LBH Jakarta. 

 

"Ini kami sampaikan berdasarkan hasil temuan analisa CCTV rekan-rekan sekalian," ucap dia.

Para pelaku mulai mengikuti korban setelah korban selesai menghadiri acara di YLBHI (Yayasan LBH Indonesia). Dari kantor LBH, Andrie Yunus sempat mengisi bahan bakar di SPBU Cikini Raya. Pergerakan itu juga diikuti para pelaku. 

"Sekitar pukul 23:32 atau 23:35 para terduga pelaku terlihat berada di SPBU Cikini Raya," ucap dia.

Empat orang terduga pelaku yang menggunakan dua unit sepeda sepeda motor lalu menunggu korban di depan KFC Cikini. Mereka lanjut mengikuti korban ke Jalan Diponegoro hingga Jalan Salemba I. 

Serangan terjadi di persimpangan Jalan Talang, Jalan Salemba I. Di lokasi tersebut, pelaku menyiramkan cairan ke arah korban. 

"Nah, saat kejadian pada pukul 00:37, hari Kamis tanggal 12 Maret 2026, di Jalan Salemba 1 persimpangan Jalan Talang, wilayah Jakarta Pusat," ucapnya.

Usai beraksi, dua pelaku kabur melawan arus menuju Senen, Kramat Raya, Tugu Tani hingga Gondangdia lalu bergerak ke Jakarta Selatan.

Sementara dua pelaku lainnya melarikan diri melalui Matraman menuju Jatinegara hingga Jalan Otto Iskandardinata, Jakarta Timur.

“Hasil analisa juga menunjukkan salah satu pelaku sempat mengganti pakaian sebelum melanjutkan pelarian,” ujar Iman.

Andrie Yunus Dibuntuti

Untuk diketahui, Polisi membeberkan hasil analisis CCTV yang merekam detik-detik aktivis KontraS, Andrie Yunus, disiram air keras di Jalan Salemba I, Senen, Jakarta Pusat. Peristiwa itu terjadi pada Kamis, 12 Maret 2026 sekitar pukul 23.37 WIB.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan, pelaku diduga telah membuntuti korban sebelum penyerangan. Dugaan itu terungkap dari analisis rekaman 86 titik CCTV yang disita penyidik.

“Berdasarkan hasil analisa rekaman CCTV dari sejumlah titik di Jakarta, para terduga pelaku diduga telah mengikuti pergerakan korban sejak sebelum kejadian,” kata Iman saat konferensi pers, Senin (16/3/2026).

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6