TPST Bantargebang Longsor, Pemprov DKI Targetkan Operasional Normal dalam Sepekan

Selama area yang longsor ditata kembali, Pemprov DKI Jakarta mengoperasikan sejumlah fasilitas pengolahan sampah lain untuk menjaga stabilitas.

Diterbitkan 11 Maret 2026, 16:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • DKI Jakarta menargetkan operasional TPST Bantargebang normal dalam seminggu pasca longsor.
  • TPST Bantargebang masih beroperasi 4.000 ton/hari melalui zona lain, area longsor ditata.
  • Fasilitas RDF Plant Rorotan dan PLTSa Merah Putih dioperasikan bantu kelola sampah.

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan operasional pengelolaan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat kembali normal dalam waktu sepekan setelah terjadi longsor di zona 4A pada Minggu 8 Maret 2026.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan saat ini proses penataan area yang longsor masih berlangsung.

“Dengan berbagai langkah penanganan yang sedang dilakukan, kami berharap operasional pengelolaan sampah di TPST Bantargebang dapat kembali normal dalam waktu satu pekan ini,” kata Asep dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (11/3/2026).

Saat ini TPST Bantargebang masih menerima sampah melalui Zona 1, Zona 2, dan Zona 5 dengan kapasitas sekitar 4.000 ton per hari.

Asep menerangkan, selama area yang longsor ditata kembali, Pemprov DKI Jakarta untuk sementara mengoperasikan sejumlah fasilitas pengolahan sampah lain untuk menjaga stabilitas sistem pengelolaan sampah Jakarta, salah satunya RDF Plant Rorotan, Jakarta Utara.

Fasilitas pengolahan sampah tersebut mulai dioperasikan secara bertahap untuk membantu menampung sebagian sampah yang biasanya dikirim ke TPST Bantargebang.

“RDF Plant Rorotan mulai dioperasikan dengan kapasitas awal sekitar 300 ton per hari dan akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 750 ton per hari dalam pekan ini, kemudian akan ditingkatkan 1000 ton per hari,” ujar Asep.

 

Bantargebang

Selain RDF Plant Rorotan, pengolahan sampah dari wilayah Jakarta juga dilakukan di RDF Plant yang ada di Bantargebang dengan kapasitas sekitar 800 ton per hari. Kemudian, ada pula fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Merah Putih dengan kapasitas sekitar 100 ton per hari.

Asep bilang, dengan skema tersebut, total sampah di Jakarta yang dapat tertangani hingga akhir pekan ini diperkirakan mencapai sekitar 6.700 hingga 7.150 ton per hari.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6