Menteri ESDM Bahlil Siapkan Intensif Program Konversi Motor Bensin jadi Listrik

Menteri ESDM Bahlil menyiapkan intensif konversi motor bensin ke listrik dengan target dan besaran subsidi akan dibahas Satgas Percepatan Transisi Energi.

Diterbitkan 13 Maret 2026, 10:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pemerintah akan beri insentif konversi motor bensin ke listrik.
  • Tujuannya mengurangi polusi dan transisi energi bersih.
  • Satgas dibentuk bahas target dan besaran subsidi program.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan akan memberikan intensif untuk program konversi sepeda motor berbahan bakar bensin menjadi motor listrik, melanjutkan program serupa yang sebelumnya telah dijalankan oleh Kementerian ESDM.

"Sudah barang tentu negara akan hadir untuk tanggung renteng dengan masyarakat ketika dikonversi dari bensin ke motor listrik. Pasti ada semacam sweetener-nya," ucap Bahlil ketika dijumpai di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, melansir Antara, Selasa 10 Maret 2026.

Namun demikian, ia belum menetapkan target jumlah motor yang akan dikonversi maupun besaran subsidi yang akan diberikan dalam program konversi motor listrik tersebut. Penentuan target dan nilai insentif itu rencananya akan dibahas lebih lanjut dalam rapat Satuan Tugas Percepatan Transisi Energi.

“Satgas kan baru dibentuk, saya rapat satgas dulu baru nanti saya akan laporkan," sambung dia.

Menurut Bahlil, konversi motor bensin menjadi motor listrik merupakan salah satu strategis pemerintah untuk mengurangi polusi serta melakukan transisi energi dari energi fosil ke energi terbarukan.

Sebelumnya diberitakan, Bahlil menyampaikan bahwa pemerintah telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Transisi Energi guna mempercepat pelaksanaan berbagai program, termasuk konversi sepeda motor berbahan bakar bensin menjadi motor listrik.

Pemerintah Targetkan Percepatan Konversi 120 Juta Motor Konvensional

Bahlil menjelaskan skema dukungan untuk program tersebut masih akan dibahas lebih lanjut oleh satgas yang baru dibentuk sebagai upaya mempercepat penerapan energi bersih.

Satgas ini dibentuk untuk mendorong percepatan konversi kendaraan bermotor konvensional yang jumlahnya mencapai sekitar 120 juta unit menjadi kendaraan listrik.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto telah menargetkan implementasi program tersebut dapat berjalan optimal dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun, bahkan diharapkan dapat terealisasi lebih cepat dari target tersebut

Pada Agustus 2024 lalu, Kementerian ESDM telah meluncurkan program konversi 1.000 unit motor berbahan bakar minyak (BBM) menjadi motor listrik secara gratis dalam rangka mewujudkan pengurangan emisi karbon. Biaya untuk melakukan konversi sebanyak 1.000 unit motor secara gratis tersebut tidak sepenuhnya berasal dari pemerintah.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6