Menkomdigi Protes ke Meta: Saya Pasang Foto di Palestina Cepat Sekali Dihilangkan

Menkomdigi protes lantaran postingan foto dirinya saat berada di Palestina menghilang

Diterbitkan 07 Maret 2026, 17:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Menkomdigi protes foto Palestina dihapus cepat oleh Meta.
  • Menkomdigi pertanyakan konsistensi moderasi Meta, hoaks lambat hilang.
  • Meta juga diminta transparan soal data pengguna dan algoritma.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid protes lantaran postingan foto dirinya saat berada di Palestina menghilang. Hal ini disampaikan dalam Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Kantor Meta di Sequis Tower Building, Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (4/3).

"Kemarin saya pasang foto saya ketika saya di Palestina, cepat sekali langsung dihilangkan, Pak," ujar Meutya seperti dalam video yang dilihat merdeka.com, Sabtu (7/3).

"Itu distribusinya berarti," jawab pihak Meta.

Mendengar jawaban itu, Meutya memastikan hal itu terjadi bukan karena distribusinya. Sebab, ada beberapa konten atau postingan yang berupa hoaks, namun lama sekali hilangnya.

"Bukan distribusinya, kenapa? Bagi isu-isu tertentu, self-censorship dilakukan. Tapi bagi hal-hal yang memang mengganggu di Indonesia, baik itu hoaks terkait kesehatan, hoaks terkait pemerintahan, hoaks yang mengadu domba masyarakat terkait SARA, hoaks yang terkait hal-hal lainnya, itu kenapa lama? Tapi kalau urusan Palestina, langsung hilang tuh," tegasnya.

"Kenapa bisa seperti itu? Apa penjelasannya, apa keberpihakannya terhadap pengguna kita berapa di sini? Itu juga kita enggak pernah dapat, Pak," tambahnya.

Menkomdigi Tanya Algoritma Meta

Bahkan, Meutya mengaku tidak mengetahui jumlah para pengguna hingga tidak bisa membuka algoritmanya. "Saya selalu tanya kita berapa sih? Kenapa kami pun tidak bisa tahu pengguna? Kan secara teknologi semua terdata, Pak. Algoritma pun sampai sekarang enggak bisa dibuka," ungkapnya.

"Setiap negara akan melakukan caranya masing-masing, Pak. Kalau tidak diubah," pungkasnya.

Reporter: Nur Habibie

Sumber: Merdeka.com

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6