- HOME
- News
- Bisnis
- Enam Plus
- Bola
- TV
- ShowBiz
- Otomotif
- Foto
- Hot
- Cek Fakta
- LAINNYA
-
IslamiBerita & Kajian Islami: Hukum, Amalan, dan Hikmah - Liputan6
-
SahamBerita Saham, Investasi, Pasar Modal Dunia Dan Indonesia
-
CryptoBerita Crypto Hari Ini
-
Citizen6Berita Citizen6 - Media Jurnalisme Warga Khas Liputan6.com
-
RegionalBerita Daerah dan Peristiwa Regional Indonesia Terbaru
-
TeknoBerita Teknologi Gadget, Games Keren, Aplikasi Terbaru Dunia
-
OpiniOpini Liputan6: Analisis Mendalam, Sudut Pandang dan Perspektif Baru
-
DisabilitasDisabilitas Berita Terkini, Berita Hari Ini, Berita Harian, Berita Terbaru, Kumpulan Artikel
-
GlobalBerita Internasional, Sains, Feature, Kisah Inspiratif, Unik, dan Menarik Liputan6
-
On OffOn Off Liputan6: Sinopsis Film, Jadwal Olahraga & Berita Bisnis Digital
-
SurabayaBerita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini di Surabaya dan Sekitarnya
-
LifestyleBerita Gaya Hidup Terkini - Tren Fashion, Info Shopping, Menu Kuliner
-
HealthKabar Berita Terbaru Dunia Kesehatan, Seks, Diet, Herbal Terbaik
-
EnglishExploring Knowledge, Taste, and Innovation - en.Liputan6.com
-
FeedsFeeds Liputan6: Kumpulan Tips Praktis & Berita Terbaru Harian
-
OtosiaOtosia
- SpotlightBerita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com
- BeritaBerita hari ini Politik, Hukum, Dunia International
- KesehatanKabar Berita Terbaru Dunia Kesehatan, Relationship, Diet, Herbal Terbaik
- SportBerita Bola Terkini, Jadwal Pertandingan, Klasemen, Hasil Liga
Cek Fakta -
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1386822/original/073537400_1477549459-Meutya_Hafid.jpg)
Informasi Profil
- Nama LengkapMeutya Viada Hafid
- Nama PanggilMeutya Hafid
- LahirBandung, Jawa Tengah
- Tanggal3 Mei 1978
- ProfesiJurnalis, Pembawa acara, Angggota DPR
- KebangsaanIndonesia
- PasanganAvian Eddy Putra Tumengkol (Cerai)
- PrestasiElizabeth O'Neill Journalism Awards 2007
Meutya Hafid mengawali karirnya sebagai jurnalis di salah satu stasiun televisi swasta Indonesia, Metro TV. Meutya pernah mengalami tragedi penculikan oleh kelompok bersenjata saat meliput berita di Irak dengan rekannya, juru kamera Budiyanto, pada 18 Februari 2005. Meutya dan Budi diculik selama tiga hari hingga pada 21 Februari ia dibebaskan. Kemudian Meutya membuat sebuah buku yang ia tulis sendiri berjudul '168 Jam dalam Sandera: Memoar Seorang Jurnalis yang Disandera di Irak'.
Meutya mengawali karirnya dalam bidang politik berpasangan dengan H Dhani Setiawan Isma S.Sos sebagai calon Wali Kota dan Wakil Wali kota Binjai periode 2010-2015, namun Meutya harus kalah. Pada bulan Agustus 2012, Meutya dilantik menjadi anggota DPR, menggantikan Burhanudin Napitupulu yang meninggal dunia dari Partai Golkar.
Pada 9 Februari 2012, Meutya terpilih menjadi salah satu Tokoh Pers Inspiratif Indonesia versi Mizan, karena dianggap sebagai tokoh yang membawa pengaruh besar terhadap perkembangan pers nasional. Ia adalah satu-satunya wanita yang menjadi tokoh Pers Inspiratif diantara keempat pria lainnya.
Dua Wartawan Metro TV Dibebaskan
Kabar melegakan itu datang dari Ramadi, Irak. Dua wartawan Metro TV, Meutya V. Hafid dan Budiyanto yang disandera di Irak sejak Selasa 18 februari 2005, akhirnya dibebaskan. Pembebasan diketahui dari sebuah rekaman video yang ditayangkan Associated Press Television News (APTN) dan Televisi Al Arabiya, Senin (21/2) siang waktu setempat.
Dalam rekaman itu terlihat Meutya dan Budiyanto bersalaman dengan para penculik. Keduanya juga diberikan masing-masing sebuah Alquran, pena, dan peci haji. Budiyanto terlihat mencium Alquran tersebut. Sementara Meutya yang mengenakan syal berusaha tersenyum meski tampak pucat.
Meutya Hafid: Kerja Srikandi Pansel KPK Harus Lebih dari Pria
Presiden Jokowi memilih 9 wanita sebagai Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan KPK. Dari 9 nama itu, Jokowi menunjuk Destry Damayanti yang berlatar belakang ekonom sebagai ketua pansel KPK.
Sempat beredar kabar, Destry Damayanti adalah salah satu staf Menteri BUMN Rini Soemarno.? Anggota Komisi III DPR Meutya Hafid menilai, kabar yang menyebutkan Destry Damayanti tersebut merupakan ujian bagi tim seleksi calon pimpinan KPK.
"Ini menjadi ujian bagi kaum perempuan, baru 9 nama saja, ada negatif juga," kata Meutya dalam diskusi 'Plong: KPK Ber-Pansel Ibu Pertiwi' di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5/2015).
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5429927/original/018407700_1764648000-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-02T105923.268.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264387/original/067811000_1782109347-PLN_-_cek_fakta_lip6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264115/original/018567300_1782092996-Tugas__39_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258254/original/075445200_1781330306-Tugas__34_.jpg)