Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah melalui Kemenhut atau Kementerian Kehutanan resmi meluncurkan program reforestasi di Taman Nasional Tesso Nilo sebagai bagian dari langkah pemulihan ekosistem hutan di Provinsi Riau pada Selasa 3 Maret 2026.Â
Peluncuran program dilakukan langsung oleh Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni, yang dihadiri unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta aparat penegak hukum.
Dalam sambutannya, Menhut menegaskan bahwa pemulihan Tesso Nilo merupakan prioritas nasional karena kawasan ini memiliki nilai ekologis yang sangat penting.
Advertisement
Dengan pertimbangan tersebut, ia juga menekankan pemulihan harus segera dilakukan agar tidak terjadi keterlambatan mempertahankan habitat satwa nasional yang sangat penting bagi kelestarian lingkungan.
"Kita tidak bisa menunda lagi upaya pemulihan. Tesso Nilo adalah habitat penting bagi Gajah Sumatera dan berbagai satwa lainnya. Jika kita tidak bergerak sekarang, maka kita mempertaruhkan masa depan ekosistem Sumatera bagian tengah," ujar Raja Juli dilansir dari laman resmi Kementerian Kehutanan Republik Indonesia (Kemenhut RI) www.kehutanan.go.id, Rabu (4/3/2026).
Ia menambahkan, program reforestasi merupakan tindak lanjut dari kebijakan penertiban dan pengembalian fungsi kawasan hutan yang selama ini mengalami tekanan akibat alih fungsi lahan dan pembalakan liar.Â
Alih fungsi lahan di Indonesia marak terjadi pada pengalihan lahan hijau menjadi tanaman sawit yang mengurangi fungsi akar dalam menyerap dan menopang air.Â
"Maka, pemerintah menargetkan pemusnahan tanaman sawit secara bertahap dengan penggantian dengan tanaman hutan yang memiliki nilai ekologis tinggi," ucap Raja Juli.
Progres Pemulihan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5272956/original/003612200_1751606225-teso_nilo.jpg)
Pada tahun 2026, pemulihan tahap awal difokuskan pada areal seluas 2.574 hektare untuk percepatan rehabilitasi kawasan hutan terdampak. Sementara itu, rencana hingga tahun 2028, total target pemulihan mencapai 66.704 hektare.Â
Program ini menjadi bagian dari langkah strategis jangka menengah bagi pemerintah dan Kemenhut dalam memulihkan fungsi ekologis hutan secara bertahap.
Pada lokasi peluncuran di Taman Nasional Tesso Nilo, penanaman perdana dilakukan di areal bekas sawit seluas sekitar 400 hektare dengan 2.000 bibit tanaman hutan.
Kegiatan tersebut menjadi simbol dimulainya transformasi kawasan menuju habitat alami yang kembali produktif.
Menurut Raja Juli, program ini disusun berbasis pada kajian ilmiah dengan melibatkan berbagai institusi riset dan akademisi, sehingga jenis tanaman yang ditanam benar-benar mendukung ketersediaan pakan dan habitat satwa liar.
"Pemulihan ini dibangun di atas fondasi ilmiah yang kuat. Kita memastikan jenis yang ditanam memiliki fungsi ekologis, menjadi sumber pakan sekaligus naungan bagi satwa, khususnya Gajah Sumatera," kata Raja Juli.
Advertisement
Perkuat Tata Kelola Hutan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5423576/original/073405100_1764067801-gajah2.jpg)
Selain pendekatan ekologis, pemerintah juga memperkuat aspek tata kelola melalui penegakan hukum, pendekatan restorative justice, relokasi masyarakat secara persuasif dan bertahap, serta pembenahan status lahan agar memiliki kepastian hukum yang jelas (clear and clean).
Tata kelola ini dilakukan untuk mempermudah proses pemulihan agar tidak menimbulkan konflik yang berkepanjangan di kemudian hari.
Raja Juli menekankan keberhasilan reforestasi dapat dicapai secara optimal apabila semua pihak dapat bekerja sama dengan baik.
Ia menambahkan pelaksanaan pemulihan tidak dapat dilakukan dengan hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada dukungan lintas sektor dan partisipasi masyarakat.
"Reforestasi ini bukan sekadar menanam pohon. Ini adalah komitmen bersama untuk mengembalikan keseimbangan alam dan memastikan anak cucu kita tetap mewarisi hutan yang lestari," jelas Raja Juli.
Melalui program tersebut, Kemenhut menegaskan komitmennya untuk mempercepat pemulihan kawasan hutan strategis nasional sekaligus memperkuat perlindungan habitat satwa liar di Indonesia.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3953872/original/030150300_1646563513-220220_JOURNAL_Hutan_Sebagai_Habitat_Satwa_S.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519989/original/065200500_1772603405-Peresmian_Reforestasi_Taman_Nasional_Tesso_Nilo.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9076838/original/076638200_1783028282-000_B8H386V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072363/original/048211400_1783026161-000_B9476UW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072362/original/069449700_1783026157-000_B94788B.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8411138/original/071923000_1782295017-leao.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260345/original/097053600_1781587471-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261027/original/025366000_1781675161-AP26168084988387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257805/original/092292600_1781257252-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8936811/original/000994900_1782963967-Kepala_DLKH_Depok.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8799919/original/000117000_1782902848-Wamenhut.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8407960/original/020894400_1782291107-ChatGPT_Image_24_Jun_2026__15.43.56.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782150/original/095901200_1782877989-henrik-l-pSrbsvmIxSU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8790512/original/064355700_1782898493-Jenewa.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5209049/original/095547800_1746424139-image__12_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782451/original/096347000_1782887081-Cakung_Barat.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782422/original/035473700_1782885706-Degradasi.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782438/original/039428600_1782886412-GSDC.jpeg)