Pramono Anung Ingin Kawasan Glodok Jadi Magnet Wisata Baru

Pramono Anung mengumumkan rencana pembangunan Museum Peranakan Tionghoa di kawasan Glodok Pancoran sebagai bagian dari penataan Kota Tua.

Diterbitkan 04 Maret 2026, 06:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • DKI Jakarta akan bangun Museum Peranakan Tionghoa di Pancoran, Glodok.
  • Museum ini apresiasi kontribusi Tionghoa dan kembangkan wisata sejarah Jakarta.
  • Terintegrasi MRT Fase 2A, museum diharapkan jadi magnet wisata baru.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana pembangunan Museum Peranakan Tionghoa di kawasan Chinatown, Pancoran, Glodok, Jakarta Barat.

Menurutnya pembangunan museum sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas budaya sekaligus mengembangkan kawasan wisata sejarah ibu kota.

Hal ini disampaikan Pramono saat menghadiri perayaan Cap Go Meh di kawasan Pancoran, Jakarta Barat, Selasa (3/3/2026). Dia menyebut pembangunan museum itu menjadi bentuk apresiasi terhadap kontribusi masyarakat Tionghoa dalam perjalanan sejarah Jakarta.

“Untuk memberikan apresiasi, dalam kesempatan ini saya menyampaikan bahwa Pemerintah DKI Jakarta akan membangun Museum Peranakan yang ada di Jalan Keadilan. Mudah-mudahan ini menjadi simbol bagi Jakarta,” kata Pramono.

Dia menyampaikan, pembangunan museum tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari penataan kawasan kota tua dan penguatan destinasi wisata berbasis sejarah serta budaya.

Pramono mengaitkan rencana tersebut dengan pembangunan infrastruktur transportasi massal di kawasan Jakarta, khususnya proyek MRT fase 2A yang menghubungkan Bundaran HI hingga Kota Tua.

“Apalagi sebentar lagi, MRT Fase 2A dari Bundaran HI ke Kota ini akan selesai sampai dengan Monas mudah-mudahan di akhir 2026 atau awal 2027, dan sampai dengan Kota Tua sampai dengan 2029 awal,” ujarnya.

Ia menyebut integrasi transportasi tersebut akan mendorong pertumbuhan kawasan berorientasi transit atau transit oriented development (TOD) di sejumlah titik strategis Jakarta.

“Kalau itu sudah terwujud, saya yakin maka Kota Tua, Monas maupun Harmoni akan menjadi TOD atau tempat-tempat yang berkembang bagi Jakarta,” katanya.

 

Beberkan Jalur MRT

Pemprov DKI Jakarta, lanjut Pramono, juga akan menghubungkan jalur MRT dengan kawasan Glodok dan Pancoran yang direncanakan bakal dikembangkan sebagai pusat Chinatown Jakarta.

“Dan kami hubungkan dari MRT itu ke Glodok, Pancoran, dan nanti namanya adalah Glodok Pancoran Chinatown,” ucapnya.

Dengan hadirnya Museum Peranakan di kawasan tersebut, pemerintah berharap kawasan Pecinan Jakarta dapat menjadi magnet baru bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Sehingga dengan demikian, kalau kemudian kita hadirkan Museum Peranakan Tionghoa di Jalan Keadilan ini bisa diwujudkan, dan tempat ini akan kita lakukan perbaikan, saya yakin tempat ini pasti orang akan datang, termasuk orang asing,” ujar Pramono.

Selain aspek pariwisata, Pramono juga menyoroti pentingnya menjaga harmoni keberagaman di Jakarta. Ia menilai masyarakat Tionghoa telah memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan ekonomi dan sosial ibu kota.

“Apapun warga Tionghoa ini sudah memberikan kontribusi yang luar biasa bagi Jakarta,” ucapnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6