Waspada Bencana, Hujan Sedang hingga Sangat Lebat Berpotensi Guyur Jakarta hingga 20 Februari 2026

Bencana berpotensi terjadi akibat hujan sedang hingga sangat lebat di Jakarta.

Diterbitkan 18 Februari 2026, 09:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • BPBD DKI peringatkan cuaca ekstrem hujan lebat hingga 20 Februari 2026.
  • Warga diimbau waspada bencana hidrometeorologi dan siapkan perlengkapan dasar.
  • Informasi banjir dan pelaporan darurat tersedia melalui situs dan aplikasi.

Liputan6.com, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem hingga periode 20 Februari 2026. Dalam periode ini, wilayah DKI Jakarta dan Kepulauan Seribu diprakirakan akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat.

Informasi ini disampaikan BPBD DKI Jakarta melalui unggahan resmi di laman Instagram @bpbddkijakarta. BPBD DKI menyampaikan bahwa informasi ini juga mengacu pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Peringatan dini cuaca hujan dengan intensitas sedang-sangat lebat di wilayah DKI Jakarta dan Kepulauan Seribu,” demikian keterangan dalam unggahan tersebut, dikutip Rabu (18/2/2026).

Lebih lanjut, BPBD DKI mengimbau masyarakat untuk dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan guna mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi yang berpotensi terjadi, seperti genangan dan banjir.

Waspada Bencana Hidrometeorologi

Selain itu, warga ibu kota juga diminta untuk menyiapkan perlengkapan dasar, antara lain meliputi payung atau jas hujan serta tas siaga bencana.

“Kesiapsiagaan adalah kunci dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dan cuaca ekstrem,” katanya.

Masyarakat juga dapat memantau tinggi muka air (TMA) secara daring melalui laman resmi BPBD DKI Jakarta di bpbd.jakarta.go.id/waterlevel. Informasi banjir terkini juga tersedia melalui situs pantauanjir.jakarta.go.id yang menampilkan peta banjir berbasis RT.

BPBD turut mengajak warga untuk berpartisipasi aktif melaporkan potensi genangan atau banjir melalui aplikasi JAKI (Jakarta Kini). Pembaruan informasi secara berkala dinilai penting untuk mempercepat respons penanganan di lapangan.

“Bila menemukan keadaan darurat yang membutuhkan pertolongan, segera hubungi call center Jakarta siaga 112,” ujarnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6