Momen Prabowo Sebut Ada Orang Politik yang Girang Ketika Terjadi Bencana di Indonesia

Presiden Prabowo Subianto menyebut ada pihak-pihak dari kalangan politik yang justru merasa diuntungkan ketika terjadi bencana di Indonesia.

Diterbitkan 13 Februari 2026, 22:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Prabowo menyoroti politisi yang senang bencana untuk merusak kepercayaan publik pada pemerintah.
  • Pemerintah mengerahkan Satgas khusus pimpinan Tito Karnavian atasi bencana di Sumatera.
  • Akses jalan nasional di Aceh hingga Sumbar pulih, 10 dari 52 titik bencana segera normal.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyebut ada pihak yang merupakan orang dari politik merasa senang jika terjadi bencana di Indonesia, karena hal ini bisa membangun ketidakpercayaan publik ke pemerintah.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dalam peresmian dan groundbreaking SPPG Polri di Palmerah, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

"Orang-orang politik tertentu seolah-olah girang dengan bencana. 'Oh dengan bencana kita bisa bikin suatu suasana ketidakpercayaan kepada pemerintah, ketidakpercayaan kepada Republik Indonesia'," kata Prabowo.

Meski demikian, dia yakin pemerintahnya bisa mengatasi bencana meskipun ada kelompok-kelompok tersebut. Prabowo menyebut, pasca bencana yang terjadi, termasuk di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara, seluruh pihak berjibaku turun untuk mengatasinya.

Bahkan menurut Prabowo, pemerintah mengerahkan pasukan bahkan membentuk satuan khusus, yaitu Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi yang diketuai Tito Karnavian.

“Tetapi saya terima kasih dalam beberapa minggu kita kerahkan kekuatan kita semuanya bahu-membahu kita atasi sampai sekarang,” kata dia.

Prabowo mengaku dapat laporan dari Tito Karnavian terkait kondisi pasca bencana di Sumatera. Saat ini, dari 52 titik yang terdampak bencana, hanya sisa 10 titik yang masih belum normal.

Dia menyebut, dari laporan Tito akan selesai dalam waktu dua bulan.

"Beliau lapor ke saya, 'Pak, dari kalau tidak salah 52 titik ya, 52 titik yang terkena, tertimpa, tinggal 10, tinggal 10 kabupaten yang masih belum normal'. Tapi beliau laporan, perkiraan beliau dalam dua bulan sisanya akan normal," kata Prabowo.

 

 

Mendagri: Seluruh Akses Jalan Nasional di Aceh hingga Sumbar Sudah Pulih

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, seluruh akses jalan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sudah pulih dan dalam kondisi fungsional sehingga mobilitas antarwilayah utama dapat berjalan normal.

"Jalan darat ini ada jalan nasional, ada jalan provinsi, kabupaten-kota, jalan desa, dan juga ada jembatan-jembatan," kata dia dalam Konferensi Pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi di Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Tito memastikan masyarakat bisa kembali menjalani kehidupan secara normal. Dengan terus menurunnya jumlah pengungsi dan mulai pulihnya aktivitas ekonomi antar daerah.

"Akses jalan nasional umumnya sudah terhubung semua. Dan juga jalan desa," ungkap dia.

Lebih lanjut, Tito menegaskan pemerintah pusat sejak awal telah melakukan mobilisasi nasional untuk menangani dampak bencana. Mobilisasi ini melibatkan TNI, Polri, kementerian/lembaga, serta seluruh unsur pemerintah daerah (Pemda).

"Kemudian kami melakukan cross-checking kepada semua bupati dan wali kota yang dihadiri oleh gubernur atau wakil gubernur, dan juga harus dipengecekan kita di lapangan," jelas Tito.

 

Berbagai Indikator

Tito juga memastikan berbagai indikator pemulihan mulai dari jalannya pemerintahan, layanan publik dasar, akses jalan, aktivitas ekonomi, hingga ketersediaan kebutuhan vital masyarakat telah selesai.

"Baik itu pemerintahan, layanan kesehatan, pendidikan. Kemudian akses daerah baik provinsi, jalan nasional, semuanya sudah beres," kata dia.

Di kesempatan yang sama, Tito menyampaikan progres pembangunan jembatan di wilayah terdampak bencana yang telah difungsikan kembali dan akses daerah kini kian terhubung.

"Banyak yang fungsional, ada yang menggunakan jembatan. Jembatan sementara bailey, jembatan armco, atau jembatan lain," kata dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6