Jokowi Diperiksa 2,5 Jam Terkait Kasus Tudingan Ijazah Palsu, Penyidik Hanya Beri 10 Pertanyaan

Jokowi telah menjalani pemeriksaan hampir sekitar 2,5 jam di Markas Polresta Solo terkait tudingan ijazah palsu.

Diterbitkan 11 Februari 2026, 20:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Jokowi diperiksa 2,5 jam di Polresta Solo terkait tudingan ijazah palsu.
  • Pemeriksaan tambahan fokus pada proses kuliah dan skripsi Jokowi di UGM.
  • Jokowi menjawab rinci 10 pertanyaan penyidik, didampingi kuasa hukum.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden ke-3 RI Joko Widodo atau Jokowi telah menjalani pemeriksaan hampir sekitar 2,5 jam di Markas Polresta Solo pada Rabu (11/2/2026), terkait pelaporannya soal dugaan pencemaran nama baik dirinya tentang tudingan ijazah palsu.

Berdasarkan pantuan di lokasi, Jokowi tampak didampingi oleh tim kuasa hukum, salah satunya adalah Yakup Hasibuan.

Setelah keluar, Jokowi pun sedikit membeberkan terkait agenda pemeriksaan yang dijalaninya pada Rabu sore hingga malam.

"Ya ada pemeriksaan tambahan tapi untuk keterangan dan penjelasan biar kuasa hukum yang menjelaskan secara rinci," kata dia kepada wartawan di Mapolresta Solo, Rabu malam.

Setelah itu, Jokowi pun pamit dan berjalan menuju mobil Toyota Alphard hitam. Sambil menundukkan kepala, ia pun meninggalkan Mapolresta Solo dan kembali ke kediaman pribadinya.

Sementara, itu yakup menegaskan, Jokowi diperiksa hampir sekitar 10 pertanyaan.

"Dari sepuluh pertanyaan tentunya pengembangannya juga cukup lumayan sekitar 2,5 jam. Kalau tidak salah tadi kami masuk jam 4 sore. Dari 10 pertanyaan tersebut tentunya banyak suk-sub pertanyaan juga," ujar dia.

Menurut Yakup, Jokowi menjawab dengan rinci dan gamblang terkait pertanyaan yang diajukan penyidik. Adapun pertanyaan itu seperti terkait selama Jokowi menjalani kuliah di Fakultas UGM Yogyakarta. 

"Tadi Pak Jokowi juga menjelaskan dan prosesnya itu kebanyakan mengenai proses perkuliahan Pak Jokowi ketika di UGM dulu. Jadi sifatnya ini pendalaman-pendalaman dari seluruh keterangan yang sudah diberikan dulu," ucapnya. 

 

Ditanyakan soal Proses Mengerjakan Skripsi

Selain itu, ia mencontohkan bahwa pertanyaan dalam pemeriksaan tambahan Jokowi itu seperti megenai proses mengerjakan skripsi selama menjalani kuliah di UGM.

"Contohnya mungkin mengenai pada saat pembuatan skripsi dulu seperti apa, dan dsri  Pak Jokowi menjelaskan juga alurnya seperti apa. Dan nanti akan digunakan oleh para penyidik untuk nantinya dilimpahkan ke kejaksaan," kata dia. 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6