Respons KPK Usai Prabowo Pilih Kejagung Proses Hukum Eks Bos BUMN

Prabowo tak meminta KPK untuk memproses hukum bos BUMN lama.

Diterbitkan 04 Februari 2026, 10:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • KPK menanggapi pernyataan Prabowo terkait pemanggilan pimpinan BUMN oleh Kejaksaan Agung.
  • KPK menegaskan kesamaan visi pemberantasan korupsi dengan pemerintah dan APH lain.
  • Prabowo mengancam pimpinan BUMN lama yang korup akan dipanggil Kejaksaan Agung.

Liputan6.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang memilih Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk memanggil pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lama jika terjadi dugaan pelanggaran hukum. Sementara KPK tak disebut sama sekali.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, pemerintah dan seluruh aparat penegak hukum memiliki visi yang sama dalam pemberantasan korupsi.

"Kami meyakini Presiden, seluruh jajaran pemerintah, dan juga aparat penegak hukum baik KPK, Kejaksaan Agung, maupun Kepolisian punya visi dan semangat yang sama dalam pemberantasan korupsi, serta untuk saling memberikan dukungan dan menguatkan,” ujar Budi, Rabu (4/2/2026).

Terlebih, kata dia, KPK dalam histori penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi banyak dibantu oleh Kejaksaan maupun Kepolisian.

“Sebaliknya, KPK juga banyak melakukan koordinasi dan supervisi terhadap proses-proses hukum dugaan tindak pidana korupsi yang berjalan di Kejaksaan Agung dan juga di Polri. Artinya, kita di sini jalan bersama,” katanya, dikutip dari Antara.

Prabowo Ingatkan Pimpinan BUMN

Prabowo Subianto mengirimkan pesan untuk pejabat negara yang melakukan tindak pidana korupsi. Pesan ini juga dikirim untuk pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menggerogoti uang negara.

Hal itu disampaikan Presiden Prabowo dalam taklimat Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). Awalnya, Prabowo bicara mengenai pembentukan Danantara. Prabowo mengatakan, lahirnya Danantara untuk menyelamatkan kekayaan negara.

“Saya himpun semua kekuatan milik negara dalam satu pengelolaan,” ujar Prabowo.

Prabowo menyebutkan, nilai kekayaan negara yang dikelola BUMN nilainya hampir USD 1 triliun. Sebelum ada Danantara, kekayaan itu dikelola oleh seribu lebih perusahaan BUMN.

“Bayangkan siapa yang bisa manage seribu perusahaan? Ini akal-akalan,” ucapnya.

Nada bicara Prabowo mulai meninggi. Prabowo mengirim pesan untuk pihak-pihak yang mengakali kekayaan negara di perusahaan BUMN. Prabowo mengancam bakal menindak tegas.

“Saya katakan, pimpinan BUMN yang dulu harus tanggung jawab, jangan enak-enak kau. Siap-siap kau dipanggil Kejaksaan,” tegas Prabowo.

Mantan Menteri Pertahanan ini memastikan tidak akan main-main dalam penegakan hukum. Ketegasan tidak hanya di atas panggung saja.

“Kan mereka ngejek, Prabowo hanya bisa ngomong di podium saja. Oh ya? Tunggu saja panggilan. Lu jangan nantang gue,” kata Prabowo disambut tepuk tangan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6