Banjir Bandang Jember, Satu Warga Hilang Terseret Arus dan Puluhan Rumah Rusak

Korban yang dilaporkan hilang adalah Wahid , mantan Sekretaris Desa (Sekdes) Pakis, Jember.

Diterbitkan 03 Februari 2026, 11:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Banjir bandang terjang Jember, satu warga hilang dan puluhan rumah rusak parah.
  • Hujan deras di hulu Sungai Badean sebabkan debit air naik drastis.
  • Tim SAR cari korban hilang; BPBD fokus evakuasi, pembersihan, dan bantuan.

Liputan6.com, Jember- Banjir bandang menerjang Kecamatan Panti dan Rambipuji Kabupaten Jember, pada Senin (2/2/2026) malam. Musibah ini mengakibatkan satu orang warga dilaporkan hilang terseret arus, sementara puluhan rumah warga rusak diterjang material lumpur dan kayu.

Bencana bermula dari hujan deras yang mengguyur wilayah hulu Sungai Badean sejak pukul 14.00 WIB. Puncaknya pada pukul 19.40 WIB, debit air meningkat drastis hingga meluap ke pemukiman warga.

"Arus sangat deras membawa material lumpur, potongan bambu, dan kayu. Banjir langsung menggerus dapur warga di bantaran sungai dan menghanyutkan salah satu warga Desa Pakis," ungkap Kepala BPBD Jember, Edi Budi Susilo, Selasa (3/2/2026).

Kata dia, korban yang dilaporkan hilang adalah Wahid , mantan Sekretaris Desa (Sekdes) Pakis. Hingga saat ini, Tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran intensif di sepanjang aliran sungai.

Dampak Kerusakan

Dampak kerusakan tersebar di dua titik utama di antaranya, 30 rumah terdampak dengan sisa lumpur setinggi 20 cm. Sebagian besar rumah mengalami kerusakan parah pada bagian belakang (dapur) yang ambruk diterjang arus, di Kecamatan Panti.

Sedangkan di kecamatan Rambipuji, 2 rumah terendam lumpur setinggi 40 cm serta akses sungai terhambat oleh robohnya rumpun bambu (barongan).

Sejak semalam, puluhan warga telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman. BPBD Jember kini fokus pada tiga prioritas utama

"Tim SAR dikerahkan penuh untuk menemukan Pak Wahid," tambahnya

Sementara itu untuk pembersihan material dilakukan gotong royong melibatkan warga dan petugas untuk membuka akses jalan yang tertutup lumpur. Dinas Sosial telah diminta membuka dapur umum, sementara Dinas Kesehatan disiagakan untuk memantau kondisi fisik para pengungsi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6