Liputan6.com, Jakarta - Polda Metro Jaya membuka peluang melakukan razia terhadap penyalahgunaan gas nitrous oxide (N2O) yang belakangan marak digunakan untuk euforia. Polisi memastikan, penindakan itu dilakukan jika gas tersebut dipakai tidak sesuai peruntukan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Budi Hermanto menegaskan, N2O memiliki peruntukan jelas, yakni medis, otomotif, dan industri pangan. Di luar ketentuan itu, penyalahgunaan gas tersebut berisiko menyebabkan kekurangan oksigen (asfiksia) yang berdampak serius pada kesehatan.
"Kemarin pada saat konferensi pers di Jakarta Selatan itu sudah disampaikan dari Kementerian Kesehatan, termasuk dokter menyampaikan. Jadi, apabila N2O disalahgunakan, itu akan memberikan dampak yang tidak baik bagi kesehatan, yaitu kekurangan kadar oksigen di dalam tubuh dan otak. Itu kami tekankan," kata Budi kepada wartawan, Senin (2/2/2026).
Advertisement
Polisi Tunggu Regulasi Penggunaan N2O
Terkait maraknya penjualan dan reseller di media sosial, Budi menyebut pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak terkait dan memberikan imbauan.
Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, BNN, serta Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya telah menggelar rapat koordinasi bersama Kementerian Kesehatan dan BPOM untuk membahas regulasi pengaturan gas N2O. Saat ini, polisi sedang menunggu kejelasan regulasi dari kementerian dan lembaga terkait sebagai dasar penegakan hukum.
"Semoga ada regulasi kepada kementerian atau kelembagaan yang berkompeten untuk bisa mengkaji, untuk bisa mengatur bagaimana regulasi dari gas N2O ini," ujar dia.
Dia menekankan, penindakan akan dilakukan apabila ditemukan penggunaan gas N2O di luar peruntukan.
"Kita melihat, razia dilakukan apabila itu digunakan tidak pada peruntukannya. Kalau itu digunakan pada peruntukan, contoh saya contohkan asumsi dengan alkohol. Alkohol kadar 70%, 80% digunakan untuk membunuh bakteri, untuk membersihkan luka. Tetapi apabila disalahgunakan, dikonsumsi, dicampur dengan minuman lain, berakibat kepada kematian. Itu saya analogikan seperti itu," ucap dia.
Advertisement
Asal Usul Temuan Gas N2O di Apartemen Lula Lahfah
Sementara itu terkait asal-usul gas N2O yang ditemukan dalam kasus meninggalnya Lula Lahfah, Budi menegaskan penyidikan tetap berjalan dengan fokus pada substansi gas N2O, bukan pada merek produk.
"Kita berbicara tentang gas N2O," tandas dia.
Seperti diketahui, sebuah tabung berwarna pink ditemukan di kamar selebgram Lula Lahfah (26) di Apartemen Essence, kawasan Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Hasil pemeriksaan polisi menunjukkan tabung tersebut berisi gas nitrous oxide (N2O).
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Mohamad Iskandarsyah, mengatakan, tabung pink termasuk salah satu barang bukti yang dikirim ke Laboratorium Forensik Mabes Polri untuk diuji. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan kandungan tabung sekaligus keterkaitannya dengan kematian korban.
"Di sini kita lihat salah satunya adalah tabung pink. Tabung ini nantinya akan menimbulkan banyak pertanyaan di masyarakat, seperti 'Apa isi kandungan tabung pink itu?' Pihak Laboratorium Forensik yang akan menjelaskan secara lebih detail," ujar AKBP Iskandarsyah kepada wartawan, seperti dilaporkan News Liputan6.com pada Jumat, 30 Januari 2026.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5422511/original/060370900_1763989913-Kabid_Humas_Polda_Metro_Jaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9108027/original/057222500_1783044209-063_2284404573.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111051/original/091108400_1783054834-063_2284419230.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9107326/original/029939500_1783043802-063_2284407272.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110984/original/061131000_1783049682-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262484/original/068324800_1781816932-AP26169744189345-Swiss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8706226/original/084990600_1782782102-mahrez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342603/original/068582000_1757396190-AP25248015186096.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9102315/original/016806000_1783041300-063_2284404120.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9102311/original/030973200_1783041297-063_2284405483.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776214/original/008725100_1782868355-WhatsApp_Image_2026-07-01_at_08.10.09.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776324/original/068771100_1782874676-2ac5bfe4-aece-4cf0-b209-82f273d70cf6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5524167/original/057670700_1772909005-WhatsApp_Image_2026-03-07_at_16.54.14.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2853426/original/065706300_1563172222-anggota-polisi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8712412/original/099539700_1782793897-ll3OEvgQIDy8vNPoZl0lgiCnXxT6zHvVwPdhzJyv.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4899487/original/059535400_1721739034-20240723-Penjagaan_Bangladesh-AFP_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710247/original/079063300_1782790138-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.24.35.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8702541/original/028363500_1782775221-IMG_20260629_232706.v1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8669810/original/074257300_1782706469-WhatsApp_Image_2026-06-29_at_11.12.12.jpeg)