Detik-Detik Pesawat Smart Air Jatuh di Perairan Nabire, Diduga Gagal Take Off

Pesawat Smart Air yang jatuh membawa sebelas penumpang dengan tujuan Kaimana.

Diterbitkan 27 Januari 2026, 18:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pesawat Smart Air PK-SNS jatuh di Nabire akibat gagal take off.
  • Insiden diduga karena kehilangan daya angkat (stall) saat lepas landas.
  • Seluruh 13 penumpang dan kru pesawat dipastikan selamat.

Liputan6.com, Jakarta - Pesawat Smart Air jenis caravan PK-SNS tujuan Kaimana terjatuh di logpond Kaladiri, Nabire. Penyebab jatuhnya pesawat karena gagal take off atau kehilangan daya angkat (stall).

"Memang benar ada dugaan pesawat mengalami insiden karena kehilangan daya angkat saat take off," kata Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu, Selasa (27/1/2026).

Peristiwa itu terjadi pukul 12.45 Wit. Seluruh penumpang dan crew pesawat dipastikan selamat.

"Seluruh penumpang dan crew yang berjumlah 13 orang selamat (sebelumnya disebut 15)," ujarnya.

Seluruh Penumpang Selamat Dibawa ke RS

Pesawat dengan pilot Kapten Tania itu melayani penerbangan subsidi dari Nabire ke Kaimana.

"Sesaat setelah mengalami insiden, seluruh penumpang dan crew langsung dibawa ke RSUD Nabire untuk dilakukan pemeriksaan," kata Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu.

Berikut ini 11 nama penumpang nahas itu adalah Yosua Maniba, Yantibus Iyai, Yunus Bastira, Baharudin Rada, Muh Rada, Barandina Awujani, Nonce Bary, Muh Ridho, Iwan, Maria Komboy dan Juprianto.

 

Deteksi Gangguan Mesin

Pesawat tersebut mengangkut 11 penumpang dan dua kru yaitu Pilot Capt. Tania K serta Co-pilot FO Bagus. Dari informasi yang dihimpun, pilot mendeteksi adanya gangguan pada mesin yang berdampak pada daya dorong pesawat (thrust power) sehingga memutuskan kembali ke Bandara Nabire.

Namun demi keselamatan penumpang, pilot melakukan pendaratan darurat di area pantai Karadiri atau Logpond di ujung Bandara Nabire.  Kondisi PenumpangKantor Basarnas Nabire memastikan seluruh penumpang dan kru pesawat Smart Air dalam kondisi selamat. Kepala Kantor Basarnas Nabire Tri Joko di Nabire, Selasa, mengatakan seluruh penumpang telah dievakuasi dengan kondisi selamat dan masih dalam proses pendataan.

“Seluruh penumpang sebanyak 13 orang dilaporkan selamat dan tanpa luka serius. Saat ini kami masih melakukan pendataan jumlah pasti penumpang yang berada di dalam pesawat,” ujarnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6