Jurus Pramono Atasi Banjir, Bakal Normalisasi 3 Sungai di Jakarta Tahun Ini

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut akan melakukan normalisasi tiga sungai untuk mengatasi banjir di wilayah ibu kota.

Diterbitkan 26 Januari 2026, 15:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • DKI Jakarta akan normalisasi tiga sungai utama: Ciliwung, Krukut, dan Cakung Lama.
  • Normalisasi Ciliwung kerja sama dengan Kementerian PU; Krukut dan Cakung Lama mulai 2026.
  • Masyarakat diminta tidak buang sampah sembarangan agar tidak memperparah banjir.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut akan melakukan normalisasi tiga sungai untuk mengatasi banjir di wilayah ibu kota. Tiga sungai yang bakal dinormalisasi yakni Sungai Ciliwung, Krukut, dan Cakung Lama. 

“Saya sampaikan sekali lagi Jakarta akan melakukan normalisasi untuk tiga sungai utama. Yang pertama adalah Ciliwung, yang kedua Krukut, yang ketiga adalah Cakung Lam,” kata Pramono di Kali Sepak, Kembangan, Jakarta Barat, Senin (26/1/2026). 

Ia menjelaskan, normalisasi tiga sungai masuk kebijakan jangka menengah yang diambil oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk pengendalian banjir. Adapun normalisasi Sungai Ciliwung akan dikerjakan bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU). 

“Saya sudah minta untuk segera ini diputuskan. Kalau yang Ciliwung sudah segera dimulai dengan pemerintah pusat dengan PU, untuk membuat tanggul dan sebagainya,” jelas dia. 

 

Tak Hanya Andalkan Normalisasi

Sedangkan Krukut dan Cakung Lama juga akan mulai dinormalisasi pada 2026 ini. Menurut dia, normalisasi sungai bakal membantu Pemprov DKI Jakarta mengantisipasi banjir terutama jika curah hujan berlangsung ekstrem. 

“Kalau itu bisa dilakukan maka menengahnya kita sudah melakukan antisipasi. Walaupun tetap yang namanya Jakarta itu kalau curah hujannya di atas 200 (milimeter) pasti terus ada penanganan banjir,” ucap dia. 

Meski fasilitas penanganan banjir di DKI Jakarta diklaim cukup baik, Pramono juga meminta agar masyarakat turut mengambil peran dengan tidak membuang sampah sembarangan. Dia bilang, kebiasaan tersebut memperparah banjir di Jakarta. 

“Sebab kalau ini pembuangan sampahnya masih dilakukan, maka akan mengganggu Cengkareng Drain dan juga akan mengganggu pintu-pintu (air) yang selama ini kita kelola. Dan untuk itu kami memohon meminta kesadaran dari warga,” kata Pramono. 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6