Perkuat Pembelajaran Berbasis Praktik, Gubernur Khofifah Gencarkan Program Sekolah Inovatif dan Ketahanan Pangan

Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mendukung program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (Sikap) sebagai sarana pembelajaran langsung sekaligus mendorong produktivitas lahan di sekolah.

Diterbitkan 27 Januari 2026, 23:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mendukung program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (Sikap) yang  diterapkan di sekolah negeri  dan swasta yang dilakukan untuk memberikan edukasi secara langsung kepada siswa.

Program ini dirancang tidak hanya sebagai penguatan ketahanan pangan di tingkat pendidikan, tetapi juga sebagai bagian dari strategi untuk mengoptimalkan lahan yang selama ini kurang produktif di lingkungan sekolah. Misalnya sekolah yang memiliki lahan tersebut  hanya difungsikan sebagai tempat pembuangan sampah.

Menurut Gubernur, program ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat dalam  membangun ketahanan pangan nasional. Ia menjelaskan bahwa setelah berdiskusi dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, lahirlah format pelaksanaan Sikap yang kini mulai dijalankan.

"Seiring dengan program nasional membangun ketahanan pangan, saya mendiskusikan ini dengan Pak Aris (Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim) dan ketemulah format Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (Sikap)," ujar Khofifah, melansir Antara, Senin (26/01/2026).

Gubernur saat peresmian program Sikap di SMKN 1 Plosoklaten, Kabupaten Kediri memberikan apresiasi kepada sekolah tersebut karena menjadi pelopor pelaksanaan Sikap sejak awal dan mempunyai inovasi   membuat lahan produktif sesuai dengan jurusan di sekolah.

Langkah tersebut menurutnya efektif sebagai pembelajaran atau learning by doing sekaligus laboratorium mereka. Siswa sudah latihan kerja yang juga memperkuat pengalaman mereka sebelum terjun ke dunia magang di luar sekolah.

"Jadi pada dasarnya mereka sudah semacam latihan kerja di sini. Kalaupun mereka magang ya sudah magang di sini. Dan kemitraan, partnership ini luar biasa. Jadi ada yang melakukan mentoring dan sekaligus offtaker. Sehingga apa yang dihasilkan itu sudah langsung ketemu dengan offtaker," kata dia.

Sekolah Jadi Pusat Produksi dan Edukasi Ketahanan Pangan

Lebih lanjut, Khofifah menilai siswa menjadi lebih mengerti terkait kemitraan yang terjalin antara sekolah dan pihak luar (offtaker), maka mereka juga mempunyai standar.  Siswa tersebut memdapatkan standarisasi seprerti persyaratan yang akan mengambil bibit ayam atau telur ayam termasuk telur omega.

Selain itu, dalam prosesnya siswa akan diberikan tanggung jawab piket yang masing-masing telah ditugaskan, misalnya untuk breeding ayam yang membutuhkan perawatan.

Hasil dari inovasi ini cukup beragam, mulai dari kandang ayam, kandang sapi, kambing hingga area pertanian yang  terawat. Siswa juga ikut bertanggung jawab penuh pada area yang mereka kelola termasuk siklus produksi 24 jam dan ikut dalam pengawasan proses perawatan    ternak dan pertanian. Semua ini menjadi fase penting dari pentingnya siklus produksi yang profesional ketika nantinya mereka memasuki dunia industri atau usaha.

"Selama 24 jam monitoring dan anak-anak juga mengikutinya. Itu menjadi siklus bagaimana ketika nanti mereka akan masuk pada dunia usaha, dunia industri, dunia kerja, mereka sepertinya sudah berproses di sini. Jadi peternakannya bagus, kemudian pertaniannya juga bagus. Kemudian ada juga hilirisasinya," katanya.

Perluasan Program dan Sinergi Sekolah di Seluruh Kabupaten/Kota

Selain peresmian secara langsung, dalam kegiatannya di Kediri, Gubernur Khofifah jugaa melakukan zoom meeting dengan sekolah dari seluruh 38 kabupaten/kota di Jawa Timur terkait dengan program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan tersebut.

Dalam pertemuan daring tersebut, ia berdialog dengan perwakilan dari sekolah dan ,eberikan apresiasi atas program yang diterapkan di sekolah masing-masing.

Dalam peresmian di SMKN 1 Plosoklaten, Khofifah ikut serta dalam kegiatan penanaman bibit tanaman dan memberikan pakan ikan di kolam lainnya.

Program itu juga dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Aries Agung Paewai, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Heru Susenon, dan tamu undangan lainnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6