Pramono-Wamen PU Tinjau Pintu Air Cengkareng Barat yang Siaga 1, Pastikan Debit Air Mulai Turun

Pramono menyebut Pintu Air Cengkareng Drain sebagai titik kunci pengendalian banjir di Jakarta Barat, mengingat kawasan tersebut menjadi muara aliran sejumlah sungai besar.

Diterbitkan 23 Januari 2026, 18:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gubernur DKI dan Wamen PU meninjau Pintu Air Cengkareng Drain yang Siaga 1.
  • Pintu Air Cengkareng Drain kunci pengendalian banjir Jakarta Barat, debit air mulai turun.
  • Pemprov DKI optimalkan pengendalian banjir, termasuk operasi modifikasi cuaca.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Diana Kusumastuti meninjau langsung Pintu Air Cengkareng Drain, Jakarta Barat yang masih berstatus Siaga 1 pada Jumat (23/1/2026).

Pramono dan Wamen PU Diana memastikan sistem pengendalian banjir tersebut berfungsi optimal di tengah hujan yang masih mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya. Pramono menyebut Pintu Air Cengkareng Drain sebagai titik kunci pengendalian banjir di Jakarta Barat, mengingat kawasan tersebut menjadi muara aliran sejumlah sungai besar.

“Secara khusus saya ingin memastikan bahwa Pintu Air Cengkareng Drain ini betul-betul berfungsi dengan baik. Karena di Jakarta Barat inilah sebagai kuncinya dari berbagai sungai yang ada,” kata Pramono.

Ia meyakini, penurunan debit air di Pintu Air Cengkareng Barat akan berdampak langsung pada percepatan surutnya banjir di wilayah Jakarta Barat yang hingga kini masih terdapat beberapa titik genangan.

“Dengan sekarang ada penurunan di pintu air ini, saya meyakini mudah-mudahan segera surut,” kata Pramono.

Pramono menyampaikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mengoptimalkan berbagai langkah pengendalian banjir, salah satunya melalui operasi modifikasi cuaca (OMC) yang kembali dilakukan pada hari ini.

“Karena memang sekarang saya izinkan setiap hari bisa tiga kali sampai dengan tanggal 27,” ujar Pramono.

Ia menjelaskan bahwa OMC dilakukan untuk mengendalikan intensitas hujan yang berpotensi memperparah genangan di sejumlah wilayah di Jakarta. Pramono bilang, dampak modifikasi cuaca mulai terlihat dari perubahan kondisi cuaca di lapangan.

 

Masih Siaga 1

Sementara itu, Wamen PU Diana Kusumastuti memastikan bahwa Pintu Air Cengkareng Drain saat ini berfungsi dengan baik dalam mengalirkan debit air dari sejumlah sungai, termasuk Kali Angke, Kali Pesanggrahan, dan Kali Boulevard .

“Kita bisa bertemu di sini dan menyaksikan bahwa Bendung Cengkareng Drain ini sudah berfungsi dengan baik,” ujar Diana.

Diana merinci, berdasarkan pengukuran terakhir, debit air di Pintu Air Cengkareng Drain sempat mencapai 380 cm, namun kini menunjukkan tren penurunan.

“Memang kemarin tadi pagi itu terjadi kenaikan yang kita ukur 380. Tapi saat ini sudah mengalami penurunan. Artinya ini sudah mengalir dengan baik dan saat ini di posisi 350,” jelasnya.

Meski demikian, Diana menegaskan bahwa status Siaga 1 masih diberlakukan karena ketinggian air masih berada di atas ambang batas aman.

“Ini kenapa Siaga 1? Karena di atas 300,” katanya.

 

Hujan Masih Akan Guyur Jakarta

Diana menambahkan, hujan diperkirakan masih akan mengguyur wilayah ibu kota hingga malam hari berdasarkan prakiraan cuaca. Namun, ia optimistis sistem drainase dan pintu air masih dapat mengendalikan aliran air selama hujan.

“Mudah-mudahan ini masih bisa kita kontrol dan air ini sudah bisa mengalir, ya. Memang mengalir dan berfungsi dengan baik,” ujarnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6