Banjir Rendam Jalan Daan Mogot Jakbar, Lalu Lintas Macet Panjang Malam Ini

Hujan yang mengguyur Jakarta sejak pagi hingga sore hari membuat Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, tergenang banjir. Ketinggian air pun terus meningkat, bahkan bertahan hingga malam hari dan menyebabkan arus lalu lintas macet panjang.

Diterbitkan 22 Januari 2026, 20:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Hujan deras sebabkan banjir parah di Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat.
  • Ketinggian air capai 40-50 cm, diperparah luapan kali dan hanya satu pompa air berfungsi.
  • Lalu lintas macet parah, kendaraan kesulitan melintas, polisi imbau jalur alternatif.

Liputan6.com, Jakarta - Hujan yang mengguyur Jakarta sejak pagi hingga sore hari membuat Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, tergenang banjir. Ketinggian air pun terus meningkat, bahkan bertahan hingga malam hari dan menyebabkan arus lalu lintas macet panjang.

Hujan memang sempat mereda pada siang menjelang sore, namun kembali mengguyur jelang malam sehingga banjir yang belum sempat surut malah bertambah tinggi. Kemacetan lalu lintas pun tidak terhindarkan, termasuk di kawasan Taman Kota, Cengkareng.

Petugas Satlantas Unit Cengkareng, Edi mengatakan bahwa genangan awalnya belum terlalu mengganggu. Namun, setelah pukul 12.00 WIB, ketinggian air naik cukup signifikan.

“Pagi tadi sudah ada genangan, tapi belum terlalu tinggi. Setelah siang, air naik sampai sekitar 40 sampai 50 sentimeter,” ujar Edi saat ditemui di lokasi, Kamis (22/1/2026).

Luapan air dari kali di sekitar Jalan Daan Mogot semakin memperparah kondisi banjir. Air menggenangi jalan raya, terutama dari arah Jembatan Gantung menuju Cengkareng, sehingga membuat sejumlah kendaraan kesulitan melintas.

Di beberapa titik, pengendara terpaksa berhenti atau mendorong kendaraannya yang mogok. Kondisi di kawasan Taman Kota tergenang air dengan ketinggian sekitar 20 hingga 40 sentimeter.

Pengendara yang melaju dari arah Grogol menuju Cengkareng bahkan terpaksa melawan arus untuk menghindari genangan air yang dalam.

Kendaraan-kendaraan itu menggunakan jalur yang seharusnya diperuntukkan bagi kendaraan dari arah Cengkareng menuju Grogol, sehingga situasi lalu lintas kian semrawut.

 

Pompa Air Tak Mencukupi

Antrean kendaraan memanjang juga dari kawasan Samsat hingga jalan layang (flyover) Pesing, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.

Edi menyebutkan, kondisi banjir berpotensi bertambah tinggi. Dari tiga pompa air yang tersedia, hanya satu pompa yang berfungsi, sementara dua lainnya mengalami kerusakan.

“Kalau hujan masih turun dan pompa belum normal, air bisa saja bertambah,” katanya.

Hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa akibat banjir tersebut. Kepolisian masih bersiaga di lokasi untuk membantu pengaturan lalu lintas dan mengimbau pengendara agar mencari jalur alternatif demi keselamatan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6