SPPG Mustikasari Bekasi Bantah Video Viral Menunya hanya Ubi dan Pisang

Kepala SPPG Kota Bekasi menegaskan polemik video menu kering Program Makan Bergizi Gratis terjadi akibat kesalahpahaman informasi di lapangan.

Diterbitkan 20 Januari 2026, 10:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • SPPG Bekasi klarifikasi video menu MBG viral, sebut informasi tidak sesuai fakta.
  • Kesalahpahaman karena dua menu dikirim bersamaan; menu kering sebenarnya untuk satu hari.
  • Mediasi berhasil, pihak berdamai, evaluasi sosialisasi akan dilakukan untuk perbaikan.

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Bekasi, Mustikasari 4, Ageng Wicaksono, mengklarifikasi polemik video menu kering program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang viral di media sosial karena dinilai jauh dari ekspetasi gizi seimbang dan dijatah untuk dua hari.

Dia menuturkan, informasi yang beredar disebutnya tak sesuai fakta di lapangan. Ageng menjelaskan, miss informasi terjadi lantaran pada Kamis 15 Januari 2026 terdapat dua jenis menu yang dikirimkan secara bersamaan ke MI Nurul Anwar, yakni menu basah dan menu kering.

Namun, menu kering yang seharusnya diperuntukkan untuk satu hari konsumsi justru diviralkan oleh wali murid.

"Ada kesalahpahaman terkait menu saat itu, karena memang saat itu hari Jumat tidak ada distribusi, jadi paket hari Sabtu maju menjadi Kamis. Sedangkan di hari Kamis masih memberikan menu basah terdiri dari spageti saus daging bolognese, tahu crispy, sawi hijau, wortel, jeruk," kata Ageng dalam keterangannya, Senin (19/1/2026).

Atas kejadian itu, pihak SPPG telah melakukan diskusi dan mediasi dengan Person in Charge (PIC) sebagai penanggung jawab di lapangan.

"Saat ini kondisi sudah kondusif dan aman. Semua pihak sudah menyepakati untuk berdamai agar masalah ini tidak menjadi berlarut-larut," kata Ageng.

Meski demikian, menurut dia, evaluasi akan tetap dilakukan, salah satunya pada penguatan sosialisasi kepada orang tua murid agar tidak terjadi kesalahpahaman serupa.

Sejumlah poin terkait keberlanjutan Program MBG juga telah dicantumkan sebagai bahan perbaikan.

 

Minta Maaf

Sementara itu, PIC MI Nurul Anwar, Azizah dalam mediasi tersebut menyampaikan permohonan maaf kepada SPPG atas kejadian tersebut.

Ia menambahkan bahwa unggahan video oleh wali murid memicu kesalahpahaman karena menyebut menu kering diberikan untuk dua hari.

"Sebelumnya kami memohon maaf kepada pihak SPPG Mustikasari bahwa tindakan dari kejadian ini dari wali murid kami yang mem-posting video bernarasi menu keringan itu dua hari, padahal kenyataannya itu (buat) satu hari. Itu pun saya sudah komunikasi dengan pihak-pihak tersebut," jelasnya.

Para wali murid yang sempat mengunggah video tersebut juga telah melakukan klarifikasi ulang di media sosial. Selain itu, pihak SPPG telah memberikan tambahan menu pengganti dan melakukan pemesanan baru sebagai bentuk tanggung jawab.

"Mereka juga sudah mengklarifikasi dan mem-posting kembali apa yang mereka dapatkan. Tadi juga hari ini sudah mendapatkan tambahan menu pengganti hari Sabtu dan sudah dibuat pesanan baru lagi," lanjut Azizah.

Sebelumnya ramai di media sosial, video yang menjadi sorotan publik terkait menu yang diterima oleh penerima manfaat peserta didik di Bekasi, jauh dari standar kelayakan serta dijatah untuk konsumsi dua hari. Adapun menu tersebut berupa satu buah pisang, setengah potongan ubi ungu, dan kental manis dalam kemasan plastik.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6