Kemenhaj Janjikan Penyelenggaraan Haji 2026 Ramah Perempuan, Petugas Diminta Lebih Sabar

Petugas haji 2026 juga diminta lebih sabar menghadapi jemaah perempuan.

Diperbarui 20 Januari 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kemenhaj janjikan Haji 2026 ramah perempuan, petugas proaktif bantu jemaah.
  • Petugas haji diminta lebih sabar dan peka terhadap kebutuhan jemaah perempuan.
  • Kuota petugas perempuan ditambah 30% karena mayoritas jemaah haji adalah perempuan.

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menjanjikan penyelenggaraan Haji 2026 yang ramah perempuan. Hal itu ditegaskan Direktur Bina Petugas Haji Reguler Kemenhaj, Chandra Sulistio Reksoprodjo.

"Di sana itu ramai, orang kita badannya kecil, paling tidak, misalnya saat beribadah, kita (petugas haji) membuat lingkaran untuk melindungi jemaah perempuan. Petugas haji harus sudah paham hal-hal seperti itu," katanya setelah mengisi materi diklat PPIH Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (13/01/2026).

Jemaah perempuan dari Indonesia, ungkap Chandra, biasanya takut bertanya dalam situasi baru. Bahkan untuk sekadar bertanya lokasi kamar mandi. Di situlah, peran petugas sangat vital.

"Kita (petugas haji) sudah harus membaca, langsung punya feeling, bilang, 'Maaf ibu, kalau membutuhkan kamar kecil, ada di sebelah sana. Atau, 'Ibu, kalau air minum kita sudah siapkan di sebelah sini," katanya.

Dia berharap keramahan itu membuat jemaah perempuan yang sungkan bertanya merasa lebih terlayani.

"Itu sangat-sangat sering kita temukan, ibu-ibu yang sangat khawatir untuk bicara dengan orang lain," imbuhnya.

 

Petugas Diminta Lebih Sabar

Selain itu, petugas haji juga diingatkan lebih sabar ketika melayani jemaah perempuan.

Dalam kesempatan yang sama, Kemenhaj mengatakan berencana menambah jumlah petugas perempuan.

"Karena jemaah perempuan itu biasanya juga membantu orang lain, mungkin suaminya, harus mendorong kursi roda. Misalnya tidak mau digantikan (mendorong kursi roda), kita bisa membantu dengan cara lain. Bisa dengan membawakan tasnya, jadi dia akan lebih leluasa saat mendorong kursi roda suaminya," beber Chandra.

Hal itu juga disampaikan pernah disampaikan Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf. Dia menegaskan kesiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M dengan mengedepankan perlindungan jemaah, khususnya melalui penguatan layanan ramah perempuan dan penerapan standar istithaah kesehatan.

"Penyelenggaraan haji tahun ini kami arahkan lebih humanis. Jumlah petugas akan kami perbanyak, termasuk pembimbing perempuan, karena mayoritas jemaah haji Indonesia adalah perempuan," kata Irfan Yusuf.

Perempuan Mendominasi Kuota Haji Jemaah 2026

Terpisah, Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, sempat menyampaikan bahwa kuota petugas perempuan yang menjadi pembimbing haji ditambah tahun ini. Dibandingkan sebelumnya, petugas perempuan kini diperbanyak 30 persen.

"Jumlah mayoritas (jemaah haji adalah) perempuan, hampir mencapai 60 persen dari total keseluruhan jamaah haji. Karenanya, penambahan kuota perempuan petugas haji menjadi keniscayaan dalam rangka memberi kenyamanan bagi para jamaah, khususnya mengenai konsultasi peribadatan," ia menambahkan.

Reporter: Asnida Riani

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6