Usai Kunjungan di Kalsel dan Kaltim, Presiden Prabowo Bermalam di IKN Hari Ini

Prabowo dijadwalkan melakukan peninjauan singkat di kawasan IKN sebelum melanjutkan perjalanan dinas ke Jawa Timur.

Diterbitkan 12 Januari 2026, 23:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Presiden Prabowo menginap di IKN setelah kunjungan kerja di Kalsel dan Kaltim.
  • Prabowo kritik direksi BUMN yang rugi tapi minta tantiem, sebut tidak tahu malu.
  • Presiden minta direksi BUMN tidak kompeten mundur, banyak yang siap mengganti.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memilih menginap di Ibu Kota Nusantara (IKN) usai melakukan rangkaian kunjungan kerja di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, Prabowo sebelumnya mengunjungi Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada pagi hari, kemudian melanjutkan agenda ke Balikpapan, Kalimantan Timur, sebelum akhirnya bermalam di IKN.

“Iya betul. Setelah tadi pagi dari Banjarbaru di Kalimantan Selatan dan siangnya di Balikpapan Kalimantan Timur, lalu menginap di IKN,” ujar Teddy saat dikonfirmasi, Selasa (12/1/2026).

Teddy menyampaikan, Presiden dijadwalkan melakukan peninjauan singkat di kawasan IKN sebelum melanjutkan perjalanan dinas ke Jawa Timur.

"Besok pagi ke Kota Malang," jelas dia.

 

 

Soroti Kinerja Direksi BUMN

Sebelumnya, dalam kunjungan kerjanya di Balikpapan, Presiden Prabowo menyoroti kinerja jajaran direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya terkait praktik pemberian tantiem atau bonus kepada direksi meski perusahaan mengalami kerugian.

“Direksi-direksi BUMN, saya katakan saja, tidak baik. Saya beri tugas kepada Kepala Danantara dan beberapa menteri-menteri yang bertanggung jawab untuk membersihkan semua BUMN. BUMN sangat banyak. Banyak yang rugi,” kata Prabowo saat meresmikan megaproyek kilang Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Senin (12/1/2026).

Menurut Prabowo, praktik meminta bonus di tengah kondisi perusahaan merugi merupakan tindakan yang tidak pantas.

“Sudah rugi, minta tantiem lagi. Enggak tahu malu. Dablek menurut saya,” tegasnya.

Tak Bisa Emban Amanah, Mundur!

Prabowo meminta para direksi yang merasa tidak mampu menjalankan amanah agar segera mengundurkan diri, karena banyak pihak lain yang dinilai lebih siap dan kompeten.

“Kalau nggak mau, nggak sanggup mengabdi dengan penghasilan yang tersedia, berhenti saja. Segera minta berhenti. Banyak yang siap gantikan saudara-saudara. Saya percaya banyak yang siap gantikan,” ujarnya.

Presiden juga menyinggung masih adanya praktik manipulasi dan penyampaian informasi yang tidak jujur di internal BUMN, bahkan hingga menyesatkan pimpinan dan kepala negara.

“Sekarang, harus hentikan seperti itu. Kita harus benar-benar menjaga kekayaan negara,” kata Prabowo menegaskan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6