Puan Maharani Tegaskan Peran PDIP sebagai Partai Penyeimbang Pemerintahan

Di hadapan ribuan kader Banteng, Puan memaparkan makna serta posisi strategis PDI Perjuangan sebagai partai penyeimbang dalam sistem demokrasi Indonesia.

Diterbitkan 12 Januari 2026, 18:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • PDI Perjuangan menegaskan posisi sebagai penyeimbang pemerintahan Prabowo-Gibran.
  • Peran penyeimbang adalah mengawal pemerintahan sesuai konstitusi dan kepentingan rakyat.
  • PDI Perjuangan akan mendukung kebijakan pro-rakyat dan mengkritisi penyimpangan kekuasaan.

Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPP Bidang Politik PDI Perjuangan Puan Maharani menegaskan sikap partainya sebagai penyeimbang pemerintahan Prabowo-Gibran. Di hadapan ribuan kader Banteng, Puan memaparkan makna serta posisi strategis PDI Perjuangan sebagai partai penyeimbang dalam sistem demokrasi Indonesia.

“Posisi partai politik di luar partai-partai kabinet pemerintah pada dasarnya adalah penyeimbang kekuasaan dalam sistem demokrasi. Perannya adalah mengawal agar pemerintahan berjalan sesuai konstitusi dan kepentingan rakyat,” kata Puan.

Peran Partai Penyeimbang dalam Sistem Demokrasi

Hal tersebut disampaikan Puan saat menyampaikan materi bertajuk ‘Kebijakan dan Strategi Politik Partai Penyeimbang’ dalam Rakernas I sekaligus perayaan HUT ke-53 PDI Perjuangan di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta Utara, Minggu (11/1/2026).

Bagi PDI Perjuangan, lanjut Puan, posisi sebagai partai penyeimbang bukanlah sikap pasif, apalagi hanya menunggu dinamika politik berjalan dengan sendirinya. Menurutnya, menjadi penyeimbang berarti hadir secara aktif untuk menjaga arah perjalanan bangsa agar tetap setia pada cita-cita kemerdekaan.

“Kita mendukung setiap kebijakan negara yang berpihak kepada rakyat, namun kita juga berkewajiban mengingatkan ketika kekuasaan mulai menjauh dari nilai keadilan sosial, demokrasi, dan kedaulatan rakyat,” ujarnya.

“Inilah watak PDI Perjuangan sejak awal: yaitu setia pada bangsa, negara, dan rakyat Indonesia,” tegas cucu Bung Karno ini.

Pembangunan Harus Terus Dikawal Demi Kesejahteraan Rakyat

Ketua DPR RI ini mengatakan, pembangunan tetap harus berjalan terus maju bagi kesejahteraan rakyat.

“Apakah karena kita tidak menjadi pemerintah, pembangunan harus berhenti? tentu saja tidak! Oleh karena itu kita harus mengawal secara kritis jalannya pemerintahan agar dari waktu ke waktu rakyat merasakan hidupnya semakin baik,” ujarnya.

Secara umum, kata Puan, tujuan PDI Perjuangan sebagai Partai Penyeimbang ada tiga, yakni menjaga agar jalannya Pemerintahan Negara sesuai dengan konstitusi dan kepentingan publik, menjaga agar mbangunan Nasional tetap dapat berjalan maju untuk kesejahteraan rakyat, dan memposisikan partai agar memiliki relasi politik yang strategis.

Puan juga mengingatkan kembali misi PDI Perjuangan dalam membumikan Pancasila, yang intisarinya adalah gotong royog, sebagaimana Pidato Bung Karno, 1 Juni 1945. Semangat gotong royong tersebut yang digunakan PDI Perjuangan untuk membangun Indonesia.

“Pidato 1 Juni 1945 Bung Karno adalah identitas kita, DNA kita, yang akan selalu menjadi panduan kita bersama dalam berjuang untuk Indonesia,” ujarnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6