Prabowo Umumkan Indonesia Resmi Capai Swasembada Beras, Lebih Cepat dari Target

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan Indonesia resmi mencapai swasembada beras tahun 2025 saat panen raya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Diterbitkan 07 Januari 2026, 15:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengumumkan Indonesia resmi mencapai swasembada beras tahun 2025. Hal ini disampaikan Prabowo saat panen raya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

"Dengan mengucap Bismillahirahmanirahim, pada pagi hari ini, hari Rabu, 7 Januari 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden RI, dengan ini mengumumkan telah tercapainya swasembada pangan tahun 2025 bagi seluruh bangsa Indonesia," kata Prabowo, Rabu (7/1/2026).

Dia awalnya menargetkan swasembada pangan tercapai dalam waktu empat tahun. Namun, Prabowo menyebut Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan dalam kurun satu tahun, lebih cepat dari target yang ditetapkannya.

"Satu tahun kita sudah swasembada, satu tahun kita sudah berdiri di atas kaki kita sendiri, satu tahun kita tidak tergantung bangsa-bangsa lain," ucap dia.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengaku senang Indonesia resmi mencapai swasembada beras pada 31 Desember 2025. Prabowo menyampaikan cadangan beras di gudang-gudang pemerintah tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, melampaui era Presiden kedua RI Soeharto.

"Alhamdulillah, Desember 31 tahun 2025, waktu 24.00 bisa kita dengan resmi mengatakan di tahun 2025, Republik Indonesia swasembada beras dan saya juga cukup merasa besar hati, bangga bahwa hari ini cadangan beras kita di gudang-gudang pemerintah Indonesia adalah yang tertinggi selama sejarah berdirinya Republik Indonesia pernah di pemerintahan Presiden Soeharto," kata Prabowo dalam taklimat awal tahun bersama anggota kabinet merah putih di Hambalang, Jawa Barat, Selasa 6 Januari 2026.

 

Target Cepat Terwujud

Prabowo awalnya menargetkan Indonesia mencapai swasembada beras dalam kurun 4 tahun, namun ternyata bisa teralisasi dalam waktu 1 tahun pemerintahannya. Bahkan, kata dia, cadangan beras nasional saat ini mencapai 3 juta ton.

"Kita di puncaknya pernah punya cadangan beras di gudang pemerintah 2 juta ton, hari ini cadangan beras kita di gudang pemerintah lebih dari 3 juta ton tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia," ucap Prabowo.

Menurut dia, capaian tersebut merupakan kerja keras semua pihak. Prabowo menekankan pentingnya swasembada beras di tengah konflik dan perang di berbagai negara sehingga Indonesia memiliki sumber pangan sendiri.

"Kalau kita tidak swasembada beras, di tengah konflik dimana-mana, di tengah perang dimana-mana sumber impor beras kita tadinya adalah Thailand, dan Kamboja, dan Vietnam sekarang Thailand sama Komboja perang terus setelah perang, negosiasi, senjata-senjata, damai, meletus lagi" tutur Prabowo.

Dengan tercapainya swasembada beras, Indonesia tidak perlu bergantung dengan negara lain. Setelah beras, Prabowo juga mendorong Indonesia mencapai swasembada energi.

"Dalam keadaan seperti itu, bayangkan amankah kita tergantung impor dari negara yang konflik salah satu sumber makanan kita juga dari India, India perang sama Pakistan saudara-saudara," ujar dia.

"Kita juga pernah mengalami covid, semua negara pengekspor makanan menutup kita tidak bisa import walaupun kita punya uang dan import berarti devisa kita keluar. Jadi saudara-saudara, pangan dan energi harus kita mandiri, harus kita mandiri," sambung Prabowo.

 

Prabowo Beri Tanda Kehormatan ke Petani hingga Mentan karena Capaian Swasembada Beras

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan tanda kehormatan kepada sejumlah pihak yang dinilai telah berkontribusi atas capaian swasembada beras Indonesia.

Penganugerahan diberikan saat pengumuman swasembada beras di Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Jabar), Rabu (7/1/2026).

Penerima tanda kehormatan mulai dari Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, Bupati Karawang Aep Syaepuloh, sejumlah petani, prajurit TNI, hingga kelompok tani. Mentan Amran mendapat anugerah Bintang Tanda Jasa.

Hal ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 1 dan 2 TK tahun 2026 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Jasa dan Satyalancana Wira Karya.

"Menganugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Jasa sebagai penghargaan atas jasanya yang besar di suatu bidang atau peristiwa tertentu yang bermanfaat bagi keselamatan kesejahteraan dan kebesaran bangsa dan negara," ujar Sekretaris Militer Presiden membacakan Keppres tersebut, Rabu (7/1/2026).

"Serta Satya Lencana Wirakarya sebagai penghargaan atas jasanya dalam memberikan Darma baktinya yang besar kepada negara dan bangsa sehingga dapat dijadikan teladan bagi yang lainnya," sambungnya.

Presiden Prabowo menyematkan langsung tanda kehormatan kepada masing-masing penerima. Dalam kesempatan ini, Prabowo juga memberikan Bintang Jasa Pratama kepada Petani pada Poktan Ngudi Luhur, Kabupaten Sukoharjo, Heri Sunarto.

Ada pun jumlah penerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wirakarya yang hadir langsung mencapai 11 orang. Mereka mewakili 91 penerima lainnya.

"Mewakili 91 penerima lainnya masing-masing dianugerahi tanda kehormatan Satya Lancana Wirakarya," ujar Sekretaris Militer Presiden.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6