Kronologi 2 Kelompok di Klander Nyaris Tawuran: Petasan Dinyalakan, Polisi Datang Massa Bubar

Dua kelompok menyalakan petasan sebagai tanda tawuran akan dimulai, tetapi polisi keburu datang dan membubarkan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Diterbitkan 01 Januari 2026, 12:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Tawuran nyaris pecah di Klander, Jakarta Timur, setelah tahun baru 2026.
  • Polisi berhasil mencegah tawuran, tidak ada korban jiwa atau luka.
  • Kedua kelompok janjian, membawa sajam, polisi utamakan pencegahan.

Liputan6.com, Jakarta - Tawuran antar dua kelompok nyaris pecah di Klander, Jakarta Timur tepat beberapa saat setelah bergantian tahun baru 2026. Beruntung peristiwa itu bisa dicegah.

"Ya ada," kata Kapolres Jakarta Timur, Kombes Alfian, kepada awak media, Kamis (1/1/2026).

Berdasarkan rekaman video beredar di sosial media, kejadian tersebut terlihat mencekam. Jumlah massa cukup banyak. Terlihat ada kilatan cahaya diduga dari petasan dilemparkan dua kelompok saling serang. Alfian memastikan tidak ada korban dan situasi langsgung dikondisikan oleh anggotanya.

"Tidak ada korban dan sebetulnya belum terjadi (tawuran), jadi sudah bisa kita antisipasi lebih dulu. Jadi kita tim perintis bisa antisipasi," jelas dia.

Kronologi Tawuran

Alfian menyebut sudah ada kordinasi antar kedua kubu untuk saling terlibat tawuran. Hal itu ditandai dengan bunyi petasan.

"Itu mereka kan janjian, seperti menyalakan petasan, itu kan tanda atau kode. Kita sudah tahu, kita langsung antisipasi pas ada petasan, dari situ sebelum adanya tawuran langsung kita urai, kita pisahkan, kemudian hingga aman," tegas dia.

Sebagai informasi, peristiwa tersebut terjadi pukul 00.30 WIB. Mereka terdiri dari dua kelompok masyarakat yang berada di sekitar lokasi.

Hasil pantauan kepolisian, kedua kelompok saling membawa senjata tajam dan polisi langsung membubarkan percobaan tawuran tersebut tanpa ada penangkapan.

"Kita temukan mereka bawa sajam tapi karena lebih mementingkan membubarkan daripada kita melakukan pengamanan (menangkap), Jadi lebih baik kita mengedepankan preventif aja, pencegahan," jelas Alfian.

Alfian memastikan, atas kejadian tersebut tidak ada korban luka dan semua kondisi jalan sudah kembali aman.

"Aman aman, tidak ada masyarakat atau orang yang menimbulkan korban jiwa luka dan sebagainya, tidak ada sama sekali," dia menandasi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6