Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendikti Saintek) melalui Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX segera menggelar sidang kode etik Aparatur Sipil Negara (ASN) terhadap mantan dosen Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Ghazali berinisial AS. Sidang ini menyusul viralnya video AS yang meludahi seorang kasir perempuan salah satu swalayan di Makassar.
Kepala LLDIKTI IX, Andi Lukman, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti kasus ini sesuai prosedur. Sidang etik itu pun digelar hari ini, Selasa (30/12/2025).
"Tentu kami akan tindak lanjuti dan akan menggelar sidang kode etik ASN," ujar Andi Lukman saat dikonfirmasi wartawan
Advertisement
Duduk Perkara Kasus Dosen AS
Sebelumnya, Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Ghazali resmi memecat oknum dosen berinisial AS dari tugasnya sebagai dosen UIM usai terbukti melanggar kode etik. Keputusan tersebut diambil menyusul tindakannya yang meludahi seorang kasir swalayan hingga videonya viral di jagat maya.
Rektor UIM, Prof Muammar Bakry menyampaikan bahwa AS merupakan dosen Aparatur Sipil Negara (ASN) di bawah LLDIKTI Wilayah IX yang selama ini diperbantukan mengajar di UIM. Berdasarkan hasil sidang Komisi Disiplin dan Komisi Etik UIM, tindakan AS dinilai tidak etis dan bertentangan dengan nilai-nilai akhlak serta kemanusiaan.
“Apa pun alasan dan sebab yang mendahuluinya, tindakan tersebut merupakan perbuatan yang jauh dari nilai-nilai akhlak, sangat tidak etis, serta melanggar kode etik dosen dan peraturan kepegawaian di lingkungan Universitas Islam Makassar,” kata Muammar kepada wartawan, Senin (29/12/2025).
Sebagai kampus yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama yang rahmatan lil alamin, nilai kemanusiaan, dan kearifan lokal, UIM mengambil sikap tegas dengan memberhentikan AS sebagai dosen UIM dan mengembalikannya ke LLDIKTI Wilayah IX sebagai dosen negeri.
“Keputusan pemberhentian ini berlaku mulai hari ini,” jelasnya.
Advertisement
Rektor UIM
Rektor UIM juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada korban atas tindakan yang dilakukan oleh oknum dosen tersebut. Ia menegaskan bahwa peristiwa itu merupakan bentuk pelecehan yang tidak dapat dibenarkan dalam situasi apa pun.
“Atas nama Universitas Islam Makassar, kami menyampaikan permohonan maaf kepada korban. Tindakan ini jelas bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan nilai-nilai yang kami junjung tinggi di lingkungan kampus,” ujarnya.
Terkait rekam jejak AS, Rektor mengungkapkan bahwa yang bersangkutan telah mengabdi kurang lebih 20 tahun dan bahkan pernah menerima penghargaan dari Presiden atas pengabdiannya. Meski demikian, hal tersebut tidak menjadi alasan untuk mengabaikan pelanggaran etik yang dilakukan.
“Dalam sidang etik, yang bersangkutan mengakui perbuatannya, menyesal, dan menyatakan itu sebagai sebuah kehilafan. Namun, keputusan tetap harus diambil demi menjaga marwah institusi,” katanya.
Rektor menambahkan, proses sidang etik baru dapat dilakukan hari ini karena peristiwa terjadi pada Rabu, sementara Kamis dan Jumat merupakan hari libur. Setelah sidang digelar, hasilnya langsung ditindaklanjuti dengan surat resmi kepada LLDIKTI Wilayah IX.
Adapun terkait proses hukum, pihak kampus menyerahkan sepenuhnya kepada yang bersangkutan dan pihak korban.
“Urusan hukum kami serahkan sepenuhnya kepada pihak terkait. Kami berharap ada penyelesaian yang baik sehingga kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua, khususnya civitas akademika,” pungkasnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3884479/original/ACg8ocJc_oid6J3VLtCVFHYL6ugvHZoO8rxNNMWPfM8krXX-0Ve03HZakQ%3Ds200.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5457458/original/075454500_1767001817-1001376641.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1371708/original/005900800_1476258392-Makassar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263380/original/090952300_1781922466-AP26171045705794-Brasil_vs_Haiti.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263965/original/063636200_1782038065-000_B7RD77E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381016/original/018832800_1760444417-AP25287418037906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728012/original/006431800_1706361596-000_34GE37C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8666203/original/007626600_1782698654-000_B8H28ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8633516/original/070380800_1782633001-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8674531/original/079790200_1782716407-AP26177104053905.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259253/original/099827400_1781493084-AP26165774269127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864218/original/041026400_1718404435-AP24166759629724.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5336106/original/093385500_1756854662-IMG_7958.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263888/original/074262200_1782028382-Depositphotos_643683280_L.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263639/original/016182700_1781947723-778419.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263612/original/095035500_1781945422-777874.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263266/original/063472100_1781873628-775009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262806/original/030546800_1781849066-773543.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261817/original/031020200_1781758697-769133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260136/original/069719400_1781577134-pengungkapan-kasus-pembunuuhan-drw1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259203/original/001347300_1781491494-kasus-pembunuhan-mks-drw.jpg)