Kemenhut Gandeng Vantara India, Revitalisasi Rumah Sakit Gajah Way Kambas

Berdasarkan data internasional, populasi Gajah Sumatera telah masuk kategori Critically Endangered akibat penurunan signifikan dan kerusakan habitat.

Diterbitkan 24 Desember 2025, 20:04 WIB
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kementerian Kehutanan berkomitmen perkuat perlindungan Gajah Sumatera yang populasinya kritis.
  • Populasi Gajah Sumatera kritis akibat penurunan signifikan dan kerusakan habitat.
  • Kolaborasi multipihak didorong untuk revitalisasi dan bangun rumah sakit gajah.

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kehutanan menyatakan komitmen memperkuat perlindungan Gajah Sumatera yang saat ini berada dalam kondisi populasi kritis.

Komitmen itu ditunjukkan melalui kunjungan ke Rumah Sakit Gajah di Taman Nasional Way Kambas bersama Faunaland Indonesia dan mitra internasional dari India, Vantara.

Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Direktorat Jenderal KSDAE, Ahmad Munawir, mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni untuk memperbaiki ekosistem habitat Gajah Sumatera.

“Kunjungan kita ke sini (Way Kambas) bersama tim dari Faunaland Indonesia dan juga Vantara adalah bentuk komitmen Kementerian Kehutanan, khususnya menteri kita, Pak Raja Juli, bahwa kita harus memperbaiki ekosistem sebagai habitat Gajah Sumatera,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (24/12/2025).

Munawir menjelaskan, berdasarkan data internasional, populasi Gajah Sumatera telah masuk kategori Critically Endangered akibat penurunan signifikan dan kerusakan habitat. Saat ini, kantong habitat yang sebelumnya mencapai lebih dari 44 lokasi menyusut menjadi sekitar 21 kantong yang terfragmentasi.

Karena itu, Kementerian Kehutanan mendorong kolaborasi multipihak untuk menjaga populasi dan habitat gajah, termasuk membangun konektivitas antarhabitat melalui koridor ekologis. Pemerintah juga membuka peluang kerja sama lanjutan, salah satunya revitalisasi Rumah Sakit Gajah Way Kambas.

“Dari Vantara akan membantu Indonesia untuk membangun atau merevitalisasi rumah sakit gajah di Way Kambas, dan ke depan juga diharapkan bisa membangun rumah sakit lainnya di Pulau Sumatera, mungkin di Riau dan Aceh,” jelasnya.

 

Siap Bangun Rumah Sakit Gajah Baru

CEO Faunaland Indonesia Danny Gunalen menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah dan menegaskan komitmen pihaknya mendukung konservasi Gajah Sumatera melalui kemitraan dengan Vantara.

“Kami lembaga konservasi di Indonesia adalah perwakilan dari Vantara. Vantara adalah rescue center terbesar di dunia yang berada di Jamnagar milik Anant Ambani. Beliau pemerhati dan pegiat hewan,” ujarnya.

Danny mengungkapkan hasil survei awal menunjukkan sejumlah kebutuhan mendesak, salah satunya ambulans khusus gajah yang belum tersedia di Way Kambas.

“Dalam jangka pendek mungkin akan dibutuhkan animal ambulance karena belum ada di sini. Ambulans ini sangat canggih, dilengkapi forklift dan fasilitas lain yang dibutuhkan,” katanya.

Selain kebutuhan jangka pendek, Faunaland dan Vantara juga menyiapkan rencana jangka panjang berupa revitalisasi hingga pembangunan rumah sakit gajah baru.

“Kami akan merevitalisasi rumah sakit gajah atau bahkan membuat yang baru,” tuturnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6