Liputan6.com, Jakarta - Memahami sejarah dan makna Hari Dokter Indonesia penting karena peringatan setiap 24 Oktober ini bukan sekadar seremoni. Tanggal tersebut berkaitan erat dengan lahirnya Ikatan Dokter Indonesia (IDI), organisasi profesi yang tahun ini genap berusia 76 tahun.
Mengutip laman resmi IDI, organisasi ini memperoleh dasar hukum pada 24 Oktober 1950, ketika Dr. R. Soeharto bersama sejumlah pengurus menghadap notaris R. Kadiman. Akarnya jauh lebih tua, sebab perkumpulan dokter bumiputra sudah berdiri sejak 1911.
Melansir dari University of Sydney, sejarawan Hans Pols menyebut berdirinya Budi Utomo oleh dokter dan mahasiswa kedokteran pada 1908 lazim dipandang sebagai awal pergerakan nasional. Adapun Kementerian Kesehatan RI mencatat rasio dokter pada 2024 baru 0,47 per 1.000 penduduk, sehingga hari ini juga menjadi pengingat soal pemerataan layanan. Berikut Liputan6.com merangkumnya dari berbagai sumber, Jumat (23/10/2026).
Advertisement
Apa Itu Hari Dokter Indonesia?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5315133/original/011926900_1755152641-WhatsApp_Image_2025-08-14_at_13.21.05.jpeg)
Hari Dokter Indonesia, yang juga dikenal sebagai Hari Dokter Nasional, adalah peringatan tahunan setiap 24 Oktober untuk menghargai dedikasi dokter dalam menjaga kesehatan masyarakat. Tanggalnya mengikuti hari lahir IDI, wadah resmi dokter warga negara Indonesia yang terbentuk setelah kemerdekaan.
Badan Pusat Statistik (BPS) dalam rilis tahun 2024 menyebut peringatan ini bersamaan dengan hari jadi IDI. Peringatan tersebut dimaknai sebagai wujud penghargaan atas pengabdian dokter di seluruh pelosok tanah air.
Kata "dokter" berasal dari bahasa Latin docere yang berarti mengajar, merujuk penjelasan Kementerian Kesehatan RI. Artinya, dokter tidak hanya mengobati, tetapi juga mengedukasi pasien dan masyarakat.
Advertisement
Sejarah Hari Dokter Indonesia dari Masa ke Masa
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/6380986/original/086739300_1779256086-WhatsApp_Image_2026-05-20_at_11.35.38.jpeg)
Berawal dari Sekolah Dokter Djawa dan STOVIA
Menurut artikel di Jurnal Senirupa Warna berjudul Pemaknaan Tata Ruang Interior Museum Kebangkitan Nasional Jakarta (2019) karya Ika Yuni Purnama, STOVIA merupakan penyempurnaan Sekolah Dokter Jawa yang berdiri pada 1851. Gedung STOVIA diresmikan sebagai sekolah kedokteran pada 1902. Lulusannya bergelar Inlandsch Arts atau dokter bumiputra dan ditempatkan di daerah terpencil untuk menangani penyakit menular.
Dari lingkungan inilah Budi Utomo lahir pada 20 Mei 1908. Jurnal yang sama mencatat gagasan itu bermula dari kunjungan dr. Wahidin Soedirohoesodo ke STOVIA untuk menggalang dana pendidikan bagi warga kurang mampu, yang kemudian disambut para pelajar kedokteran.
Hans Pols, dalam buku Nurturing Indonesia: Medicine and Decolonisation in the Dutch East Indies (2018), menelaah alasan dokter dan mahasiswa kedokteran terlibat dalam urusan politik koloni. Menurutnya, pelatihan medis, pengalaman bertugas, dan posisi bawahan dalam sistem kesehatan kolonial mendorong mereka berorganisasi.Â
Perkumpulan Dokter 1911 dan VIG 1926
Menurut sejarah organisasi kedokteran yang dihimpun IDI, perkumpulan dokter pertama di Nusantara bernama Vereniging van Indische Artsen dan berdiri pada 1911. Sekitar 1926, namanya berubah menjadi Vereniging van Indonesische Geneeskundigen (VIG). Perubahan itu mengganti kata Indische menjadi Indonesische.
Pada 1943, di masa pendudukan Jepang, VIG dibubarkan dan diganti dengan Jawa Izi Hooko-Kai. Dr. Soeharto kemudian menilai perkumpulan dokter yang telah ada sejak 1911 rusak pada masa pendudukan. Hingga 1945, dokter Indonesia pun belum punya kesempatan membentuk wadah berskala nasional.
Jalan Menuju 24 Oktober 1950
Melansir dari Cambridge University Press, Pols menggambarkan kondisi setelah pengakuan kedaulatan pada 27 Desember 1949. Saat itu hanya sedikit institusi kesehatan yang masih berfungsi, sementara jumlah dokter dan tenaga kesehatan jauh dari kebutuhan. Di tengah situasi itulah para dokter menyatukan barisan.
| Tanggal | Peristiwa |
|---|---|
| 1911 | Berdiri Vereniging van Indische Artsen, perkumpulan dokter pertama di Nusantara |
| 1926 | Berganti nama menjadi Vereniging van Indonesische Geneeskundigen (VIG) |
| 1943 | VIG dibubarkan pada masa pendudukan Jepang |
| 30 Juli 1950 | Persatuan Thabib Indonesia (Perthabin) dan Perkumpulan Dokter Indonesia (PDI) bertemu di kediaman Dr. Soeharto |
| 22-25 September 1950 | Muktamar I IDI di Deca Park, Jakarta, dihadiri 181 dokter WNI |
| 24 Oktober 1950 | IDI memperoleh dasar hukum di hadapan notaris R. Kadiman |
Menurut IDI, pertemuan 30 Juli 1950 mempertemukan dua organisasi dokter dan menghasilkan panitia muktamar. Tujuannya mendirikan perkumpulan dokter warga negara Indonesia yang baru sekaligus menjadi wadah representasi dunia kedokteran, baik di dalam maupun luar negeri.
Muktamar pertama digelar pada 22-25 September 1950. Dalam forum tersebut, Dr. Sarwono Prawirohardjo terpilih sebagai Ketua Umum IDI pertama. Sebulan kemudian, pada 24 Oktober 1950, Dr. Soeharto menghadap notaris untuk mengesahkan perkumpulan itu.
Mengapa Dipilih 24 Oktober?
Berdasarkan laman IDI, Dr. Soeharto datang atas nama pribadi dan pengurus lainnya. Mereka adalah Dr. Sarwono Prawirohardjo, Dr. R. Pringgadi, Dr. Puw Eng Liang, Dr. Tan Eng Tie, dan Dr. Hadrianus Sinaga. Sejak saat itu, 24 Oktober ditetapkan sebagai hari ulang tahun IDI.
Menurut IDI, kata "Ikatan" pada nama organisasi merupakan usul Dr. Soeharto. Pilihan itu dimaksudkan agar tidak muncul kesan Perthabin dilebur ke dalam PDI. Pada Agustus 2022, gedung IDI diberi nama Gedung Dr. R. Soeharto, dan ia juga memperoleh Tanda Jasa Pahlawan dari pemerintah.
Makna Hari Dokter Indonesia bagi Masyarakat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373357/original/023947100_1791963289-13796b70-4482-4316-b267-9272e9ee4b24.jpg)
Simbol Persatuan dan Kemandirian Profesi
Hari Dokter Indonesia mengingatkan bahwa organisasi dokter nasional lahir dari persatuan. Melansir laman IDI, organisasi ini bertujuan memadukan segenap potensi dokter, menjaga harkat dan martabat profesi, mengembangkan ilmu dan teknologi kedokteran, serta meningkatkan kesehatan rakyat.
Pengingat Sumpah dan Etika Profesi
IDI berasaskan profesionalisme yang dijiwai sumpah dokter dan kode etik kedokteran Indonesia. Semangat serupa berlaku di tingkat dunia. Melansir dari World Medical Association (WMA), organisasi itu berdiri pada September 1947 di Paris dan mengadopsi Declaration of Geneva pada 1948.
Deklarasi yang diubah terakhir pada 2017 itu memuat ikrar dokter untuk mengabdikan hidup bagi kemanusiaan. Dokter juga berjanji menghormati otonomi dan martabat pasien serta menjaga rahasia pasien, bahkan setelah pasien meninggal dunia.
Refleksi Pemerataan Dokter
Makna lain menyangkut akses layanan. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI pada 2024, rasio dokter Indonesia 0,47 per 1.000 penduduk atau peringkat ke-147 dunia. Dengan target satu dokter umum per 1.000 penduduk, Indonesia masih kekurangan 124.294 dokter umum.
Untuk dokter spesialis, Kemenkes mencatat jumlahnya 49.670 orang dan sekitar 59 persen terkonsentrasi di Pulau Jawa. Pada peringatan Hari Dokter Indonesia ke-70 tahun 2020, Menko PMK Muhadjir Effendy juga menyebut distribusi dokter dan tenaga kesehatan yang timpang sebagai tantangan terbesar selain pandemi COVID-19.
Hari Dokter Indonesia 2026 dan HUT ke-76 IDI
Tahun ini, 24 Oktober jatuh pada Sabtu dan bertepatan dengan HUT ke-76 IDI. Tema yang diusung adalah "IDI Berkemajuan Berbakti untuk Bangsa". Peringatan lazim diisi kegiatan seperti pengobatan gratis, senam sehat, dan konsultasi kesehatan.
Advertisement
Cara Memaknai Hari Dokter Indonesia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342374/original/085919400_1788767568-online-marketing-hIgeoQjS_iE-unsplash.jpg)
Masyarakat dapat ikut memaknai momen ini dengan langkah sederhana.
- Memeriksakan kesehatan secara berkala dan mengikuti anjuran dokter.
- Memilih informasi kesehatan dari sumber yang kredibel.
- Menghargai kerja dokter dan tenaga kesehatan lainnya.
Dengan memahami sejarah dan makna Hari Dokter Indonesia, publik diharapkan semakin menghargai peran dokter sebagai penjaga kesehatan bangsa. Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan bukan pengganti konsultasi dengan dokter.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Sejarah dan Makna Hari Dokter Indonesia
1. Kapan Hari Dokter Indonesia diperingati?
Setiap 24 Oktober. Pada 2026, tanggal itu jatuh pada Sabtu dan bertepatan dengan HUT ke-76 IDI.
2. Mengapa Hari Dokter Indonesia jatuh pada 24 Oktober?
Karena pada 24 Oktober 1950 IDI memperoleh dasar hukum di hadapan notaris R. Kadiman.
3. Siapa Ketua Umum IDI pertama?
Dr. Sarwono Prawirohardjo, yang terpilih pada Muktamar I IDI, 22-25 September 1950.
4. Apa bedanya Hari Dokter Nasional dengan HUT IDI?
Keduanya diperingati pada hari yang sama. BPS menyebut peringatan Hari Dokter Nasional bersamaan dengan hari jadi IDI.
5. Apa tema Hari Dokter Indonesia 2026?
Tema yang diusung IDI adalah "IDI Berkemajuan Berbakti untuk Bangsa".
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382328/original/091326000_1760578848-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-10-15T134632.180.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4066076/original/004010200_1656393110-Rampok1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7915199/original/007053000_1780746673-87a95eff-89b4-4b3c-ac8b-2122d6b93d4b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264387/original/067811000_1782109347-PLN_-_cek_fakta_lip6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4202190/original/018865100_1666620031-044254600_1463737593-800px-Stovia_5.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5475591/original/000838100_1768629027-Keramik_Besar___Polos.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380677/original/092455300_1792731078-10520.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4940245/original/033471000_1725873445-flag-3158666_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333852/original/049228500_1787809844-Screenshot__252_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345340/original/027656000_1789029490-2c8adb3f-7aa7-4b04-bba4-4a84295493b6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321015/original/052454100_1786423967-Kedung_Sepur_SMT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363772/original/074359500_1790918648-20260823_095744.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380627/original/065759000_1792728294-Gemini_Generated_Image_cfaqdacfaqdacfaq.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380590/original/080032600_1792725874-Gemini_Generated_Image_5dlsvy5dlsvy5dls.jpg)