Liputan6.com, Jakarta - Cara bersihkan keramik rumah baru dari sisa semen perlu diketahui setelah proses pembangunan atau renovasi selesai. Sisa adukan semen yang menetes, cipratan plesteran, hingga kerak yang mengering sering kali membuat lantai terlihat kusam dan kotor. Jika tidak segera ditangani, noda tersebut dapat mengeras sehingga lebih sulit dibersihkan.
Keramik yang semula terlihat mengilap pun bisa tampak belang akibat sisa material bangunan. Selain mengganggu penampilan, permukaan lantai yang dipenuhi kerak semen terasa kasar dan kurang nyaman ketika diinjak. Karena itu, pembersihan perlu dilakukan dengan metode yang tepat agar noda terangkat tanpa menimbulkan goresan atau merusak lapisan keramik.
Ada beberapa bahan rumah tangga yang bisa dimanfaatkan untuk membersihkan sisa semen, mulai dari sabun pencuci piring, soda kue, hingga cuka. Namun, pemilihan metode harus disesuaikan dengan ketebalan noda dan jenis keramik. Berikut cara bersihkan keramik rumah baru dari sisa semen dari Liputan6.com yang bisa dicoba secara bertahap, Jumat (23/10/2026).
Advertisement
1. Bersihkan Semen yang Masih Basah dengan Kain Lembap
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5455659/original/004422000_1766723384-Desain_Teras_Sederhana_Tanpa_Terlihat_Sempit__Cocok_untuk_Santai_Sambil_Ngeteh_di_Rumah_Model_Teras_dengan_Lantai_Keramik_Dingin.jpg)
Langkah paling mudah adalah membersihkan semen sebelum mengering. Semakin cepat noda ditangani, semakin kecil tenaga yang dibutuhkan untuk mengangkatnya dari permukaan keramik.
Gunakan kain lembap atau spons untuk mengangkat sisa adukan semen yang masih lunak. Usap perlahan dari bagian luar noda menuju tengah agar semen tidak menyebar ke area yang lebih luas. Setelah itu, bilas kain dan ulangi hingga permukaan lantai bersih.
Hindari menggosok semen basah secara berlebihan karena tindakan tersebut justru dapat membuat noda melebar. Jika semen sudah mulai mengeras, jangan memaksakan pembersihan menggunakan kain saja. Beralihlah ke metode yang sesuai dengan kondisi noda.
Sebelum membersihkan seluruh lantai, singkirkan pasir, debu konstruksi, dan serpihan material menggunakan sapu lembut atau penyedot debu. Langkah ini penting untuk mencegah partikel kasar menggores permukaan keramik saat digosok.
2. Gunakan Air Hangat dan Sabun Pencuci Piring
Sabun pencuci piring dapat menjadi pilihan awal untuk mengatasi noda semen tipis yang belum mengeras sepenuhnya. Campuran ini relatif mudah disiapkan dan tidak memerlukan bahan kimia keras.
Campurkan sedikit sabun pencuci piring ke dalam air hangat, kemudian celupkan spons atau kain ke dalam larutan tersebut. Tempelkan pada area bernoda selama beberapa saat agar sisa kotoran lebih mudah dibersihkan.
Gosok permukaan secara perlahan menggunakan spons nonabrasif. Setelah noda terangkat, lap atau bilas area tersebut dengan air bersih, lalu keringkan menggunakan kain.
Metode ini lebih cocok untuk sisa semen yang masih lunak atau lapisan kotoran tipis setelah pekerjaan konstruksi. Untuk kerak semen yang sudah keras dan tebal, sabun pencuci piring biasanya tidak cukup kuat sehingga diperlukan penanganan tambahan.
3. Oleskan Pasta Soda Kue
Soda kue atau baking soda dapat digunakan sebagai alternatif untuk membantu membersihkan noda semen tipis dan kotoran yang menempel di permukaan keramik. Bahan ini mudah ditemukan dan dapat dicoba sebelum menggunakan pembersih khusus.
Caranya, campurkan soda kue dengan sedikit air hingga membentuk pasta kental. Oleskan pasta tersebut pada bagian yang bernoda, lalu diamkan selama beberapa menit.
Selanjutnya, gosok menggunakan spons atau sikat berbulu lembut. Lakukan gerakan perlahan dan hindari tekanan berlebihan, terutama jika keramik memiliki lapisan mengilap yang rentan tergores.
Setelah noda terangkat, bilas permukaan dengan air bersih hingga tidak ada sisa pasta. Keringkan lantai untuk melihat apakah masih terdapat bercak semen yang tertinggal.
Perlu diingat, soda kue bukan pelarut semen yang kuat. Bahan ini lebih sesuai untuk noda ringan atau sebagai langkah awal, bukan untuk kerak semen tebal yang sudah mengeras sempurna.
Advertisement
4. Manfaatkan Larutan Cuka dengan Hati-Hati
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5430244/original/045121800_1764656900-Kebun_Multifungsi_dengan_Lantai_Keramik.jpg)
Cuka mengandung asam yang dapat membantu melonggarkan sebagian residu semen. Meski demikian, penggunaannya harus dilakukan secara hati-hati karena sifat asam juga berpotensi merusak permukaan tertentu.
Sebelum mencoba, periksa jenis keramik yang digunakan. Hindari cuka pada batu alam yang sensitif terhadap asam, seperti marmer, batu kapur, dan travertine. Untuk keramik berglasir sekalipun, periksa petunjuk perawatan produsen dan lakukan uji coba pada bagian tersembunyi.
Jika permukaannya dinyatakan kompatibel, gunakan cuka yang diencerkan dengan air sesuai petunjuk perawatan material. Oleskan sedikit larutan pada noda menggunakan kain, kemudian diamkan sebentar sambil mengamati reaksinya.
Gosok perlahan menggunakan spons lembut apabila residu mulai melonggar. Setelah itu, segera bilas dengan air bersih dan keringkan.
Jangan membiarkan larutan asam terlalu lama menempel pada lantai. Hentikan pemakaian jika permukaan berubah warna, terlihat kusam, atau menunjukkan tanda kerusakan. Cuka juga tidak boleh dicampur dengan pemutih berbahan klorin karena dapat menghasilkan gas beracun.
5. Coba Air Perasan Lemon atau Belimbing Wuluh
Air lemon dan belimbing wuluh memiliki kandungan asam alami yang dapat membantu melonggarkan noda mineral tertentu. Namun, bahan ini bukan pilihan untuk semua jenis lantai dan tidak selalu efektif mengangkat semen yang sudah mengeras.
Jika ingin mencobanya, pastikan permukaan keramik aman terhadap bahan asam. Peras lemon atau belimbing wuluh, lalu gunakan sedikit cairan pada area uji yang tidak mencolok.
Diamkan sebentar sesuai hasil pengujian, kemudian gosok perlahan menggunakan spons lembut. Setelah selesai, bilas hingga bersih dan keringkan permukaan lantai.
Jangan menggunakan bahan asam alami secara berulang tanpa memeriksa kondisi keramik. Lapisan pelindung atau nat di antara keramik dapat mengalami perubahan jika terkena cairan yang tidak sesuai.
Untuk kerak semen yang tebal, lebih baik menggunakan alat pengikis plastik atau pembersih residu semen yang memang diformulasikan bagi jenis keramik tersebut.
6. Gunakan Garam untuk Membantu Mengangkat Noda Ringan
Garam terkadang digunakan sebagai bahan tambahan untuk membantu membersihkan noda membandel. Akan tetapi, garam tidak dapat melarutkan semen yang telah mengeras sehingga hasilnya terbatas pada kotoran ringan.
Jika ingin mencoba, larutkan sedikit garam dalam air hingga membentuk campuran yang mudah diaplikasikan. Oleskan pada area bernoda, lalu gosok perlahan menggunakan kain atau spons yang tidak abrasif.
Setelah selesai, bersihkan sisa campuran dengan air dan lap permukaan hingga kering. Jangan menggosok menggunakan kristal garam yang kasar pada keramik mengilap karena gesekan dapat menimbulkan goresan, terutama jika terdapat pasir atau partikel keras lain.
Apabila noda tidak berubah setelah satu kali percobaan, sebaiknya jangan terus menggosok dengan tekanan lebih kuat. Pilih metode lain yang lebih sesuai dengan karakter residu semen.
7. Manfaatkan Ampas Parutan Kelapa untuk Kotoran Ringan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5527787/original/028821800_1773214297-Ampas_Kelapa_2.jpg)
Ampas parutan kelapa dari sisa pembuatan santan kadang dimanfaatkan untuk membersihkan permukaan karena teksturnya dapat membantu mengangkat kotoran ringan. Meski begitu, efektivitasnya terhadap semen yang sudah mengeras belum tentu signifikan.
Untuk mencobanya, ambil sedikit ampas kelapa yang masih bersih, kemudian usapkan perlahan pada area bernoda menggunakan kain atau spons. Hindari menggosok terlalu kuat agar tidak menimbulkan goresan.
Setelah itu, angkat ampas dan bersihkan lantai menggunakan air serta pembersih lantai yang sesuai. Pastikan tidak ada sisa minyak atau serat kelapa yang tertinggal karena residu tersebut dapat membuat permukaan licin atau menarik debu.
Metode ini sebaiknya hanya menjadi alternatif untuk kotoran ringan, bukan pilihan utama untuk kerak semen tebal. Jika noda tidak terangkat, gunakan metode pembersihan yang dirancang khusus untuk residu konstruksi.
8. Gunakan Pengikis Plastik untuk Semen yang Mengering
Jika semen sudah mengeras, pengikisan secara hati-hati dapat membantu mengurangi ketebalan noda sebelum pembersihan lanjutan. Pilih pengikis plastik atau alat khusus untuk keramik agar risiko goresan lebih rendah dibandingkan menggunakan benda logam tajam.
Pertama, bersihkan debu dan pasir di sekitar noda. Kemudian, arahkan pengikis dengan sudut rendah dan dorong perlahan untuk melepaskan bagian semen yang menonjol.
Jangan memukul, mencongkel dengan tenaga besar, atau menggunakan pisau tajam tanpa keahlian yang memadai. Tindakan tersebut dapat membuat keramik retak, permukaannya tergores, atau nat di sekitarnya rusak.
Jika semen menempel sangat kuat, jangan memaksakan pengikisan sampai seluruh noda terangkat. Kurangi bagian yang menonjol terlebih dahulu, lalu gunakan pembersih residu semen yang sesuai dengan jenis lantai.
Cara ini sangat berguna untuk membersihkan gumpalan semen yang tertinggal setelah pemasangan keramik, terutama ketika noda sudah terlalu keras untuk dibersihkan dengan kain atau spons.
9. Gunakan Cairan Pembersih Khusus Sisa Semen
Untuk kerak semen yang membandel, cairan pembersih khusus residu semen dapat menjadi pilihan yang lebih tepat. Produk tersebut diformulasikan untuk membantu melepaskan sisa material konstruksi, tetapi komposisi dan penggunaannya berbeda-beda.
Sebelum membeli, pastikan label produk menyatakan bahwa cairan tersebut cocok untuk jenis keramik di rumah. Perhatikan pula ketentuan penggunaan pada nat, permukaan berglasir, dan material lain yang mungkin terkena cairan.
Ikuti petunjuk pengenceran, waktu kontak, serta prosedur pembilasan pada kemasan. Jangan menambah konsentrasi atau membiarkan cairan menempel lebih lama dengan harapan hasilnya menjadi lebih cepat.
Gunakan sarung tangan dan pelindung mata jika diwajibkan oleh label, serta pastikan ruangan memiliki ventilasi yang memadai. Jauhkan anak-anak dan hewan peliharaan dari area kerja sampai proses pembersihan selesai.
Jangan pernah mencampur pembersih semen dengan cuka, pemutih, amonia, atau bahan kimia lainnya. Campuran yang tidak kompatibel dapat menimbulkan reaksi berbahaya. Jika ragu, uji produk pada area tersembunyi terlebih dahulu atau mintalah saran dari produsen keramik.
Advertisement
10. Gunakan Mesin Pembersih Bertekanan Jika Diperlukan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5230065/original/053490800_1747981800-Depositphotos_28209769_L.jpg)
Mesin pembersih bertekanan dapat membantu membersihkan kotoran konstruksi pada area tertentu, khususnya permukaan luar rumah yang memang dirancang untuk menerima semprotan bertekanan. Namun, alat ini tidak selalu cocok untuk lantai keramik di dalam rumah.
Tekanan yang terlalu tinggi berisiko merusak nat, mengangkat bagian keramik yang pemasangannya kurang kuat, atau mendorong air masuk ke celah lantai. Karena itu, periksa rekomendasi produsen sebelum menggunakannya.
Jika alat digunakan pada permukaan yang sesuai, mulailah dari tekanan rendah dan lakukan uji coba di area kecil. Arahkan semprotan dengan jarak aman serta hindari mengarahkan air langsung ke sambungan nat yang rapuh.
Untuk lantai dalam ruangan, pengikisan manual dengan alat plastik dan penggunaan pembersih yang sesuai biasanya lebih mudah dikendalikan. Apabila sisa semen menutupi area yang luas, pertimbangkan menggunakan jasa pembersihan pascakonstruksi.
Tips agar Keramik Rumah Baru Tetap Bersih dan Tidak Rusak
Selain mengetahui cara bersihkan keramik rumah baru dari sisa semen, penting untuk memahami beberapa langkah pencegahan agar proses pembersihan tidak menimbulkan masalah baru.
Pertama, kenali jenis permukaan lantai. Keramik berglasir, porselen, dan batu alam memiliki karakteristik berbeda sehingga tidak semuanya dapat dibersihkan menggunakan bahan yang sama. Jika tidak yakin, gunakan pembersih dengan pH netral yang direkomendasikan produsen.
Kedua, lakukan uji coba pada bagian tersembunyi sebelum mengaplikasikan bahan pembersih ke area yang luas. Periksa apakah muncul perubahan warna, bercak kusam, atau kerusakan pada lapisan permukaan.
Ketiga, hindari penggunaan sabut kawat, amplas kasar, dan alat logam tajam untuk mengikis semen. Walaupun terlihat efektif, alat tersebut dapat meninggalkan goresan permanen pada keramik.
Keempat, bersihkan lantai secara bertahap dan jangan biarkan cairan pembersih mengering di permukaan. Setelah residu semen terangkat, bilas menggunakan air bersih dan keringkan dengan kain pel yang bersih.
Terakhir, jika noda semen menutupi sebagian besar lantai atau menempel sangat kuat, jangan memaksakan pembersihan sendiri. Konsultasikan dengan pemasang keramik atau tenaga pembersih profesional untuk menentukan metode yang aman.
Dengan pemilihan metode yang tepat, sisa semen dapat dibersihkan tanpa harus mengganti keramik yang masih dalam kondisi baik. Mulailah dari cara paling ringan, kemudian beralih ke metode yang lebih kuat hanya jika diperlukan.
Tanya Jawab Seputar Membersihkan Sisa Semen
1. Bagaimana cara membersihkan sisa semen di keramik rumah baru?
Mulailah dengan menyapu debu dan pasir, kemudian bersihkan semen yang masih basah menggunakan kain lembap. Untuk noda yang mengering, gunakan pengikis plastik secara hati-hati atau pembersih khusus residu semen yang sesuai dengan jenis keramik.
2. Apakah cuka bisa menghilangkan kerak semen di keramik?
Cuka dapat membantu melonggarkan sebagian residu semen karena kandungan asamnya. Namun, cuka tidak cocok untuk semua permukaan, terutama batu alam yang sensitif terhadap asam. Lakukan uji coba dan bilas permukaan setelah penggunaan.
3. Apakah soda kue efektif untuk membersihkan semen yang mengeras?
Soda kue lebih sesuai untuk noda ringan dan kotoran tipis. Bahan ini bukan pelarut semen yang kuat sehingga biasanya kurang efektif untuk kerak semen yang sudah mengeras tebal.
4. Bolehkah menggunakan HCl untuk membersihkan sisa semen di keramik?
HCl atau asam klorida dapat melarutkan residu semen, tetapi bersifat sangat korosif dan berisiko menyebabkan luka serta kerusakan material. Sebaiknya pilih pembersih khusus yang sesuai dengan keramik. Jika HCl secara khusus direkomendasikan untuk kondisi tertentu, penggunaannya harus mengikuti petunjuk profesional dan prosedur keselamatan yang ketat.
5. Bagaimana agar keramik tidak tergores saat dibersihkan dari sisa semen?
Singkirkan pasir dan debu terlebih dahulu, gunakan spons lembut atau pengikis plastik, dan hindari sabut kawat serta benda tajam. Pilih bahan pembersih yang sesuai dengan jenis keramik dan segera bilas permukaan setelah proses pembersihan selesai.
Â
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382328/original/091326000_1760578848-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-10-15T134632.180.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4066076/original/004010200_1656393110-Rampok1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7915199/original/007053000_1780746673-87a95eff-89b4-4b3c-ac8b-2122d6b93d4b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264387/original/067811000_1782109347-PLN_-_cek_fakta_lip6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5475591/original/000838100_1768629027-Keramik_Besar___Polos.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380677/original/092455300_1792731078-10520.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5056560/original/049416400_1734526837-20241218_182505.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3203802/original/044629200_1597029641-ZX-25R_ABS_SE.jpg)