Liputan6.com, Jakarta - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ikut berpartisipasi dalam acara Pameran Seni Rupa & Lelang Lukisan untuk Bencana Sumatera di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat pada Selasa malam 23 Desember 2025.
Dalam lelang yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) tersebut, SBY memamerkan karya lukisannya yang berjudul 'God's Plan'. Karya ini mulanya dilepas dengan harga Rp 100 juta dan berhasil dilelang dengan harga Rp 311 juta. Lukisan ini diciptakan berdasarkan pengalaman pribadi SBY ketika menangani tsunami Aceh pada 2004.
"Saya punya pengalaman panjang ketika melewati amanah di negeri tercinta ini, datang ke daerah bencana, melihat situasi, mengambil keputusan, meletakkan kebijakan, dan apa yang mesti segera dilakukan oleh negara, oleh pemerintah," ujar SBY, Selasa malam 23 Desember 2025.
Advertisement
SBY mengungkapkan, ketika bencana tsunami Aceh tersebut terjadi, ia tengah berada di Jayapura, Papua. Saat itu, Aceh tengah mengalami konflik keamanan yang cukup intens. Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang kontra dengan Pemerintahan RI kala itu masih menggema.
Meski ditentang oleh berbagai pihak, SBY memutuskan untuk tetap terjun langsung ke lokasi bencana. Menurutnya situasi di Aceh saat itu sangat genting.
SBY bersikukuh untuk tetap mengunjungi Aceh dengan berbagai hambatan yang mesti dilalui, khususnya perihal sulitnya akses jalan menuju Aceh akibat terdampak tsunami.
"Saya putuskan. Kita harus segera menuju ke Aceh. Aceh waktu itu masih ada konflik bersenjata. Sebagian tidak setuju. Pak, nanti keamanan bagaimana? mendaratnya di mana? Apakah masih berfungsi bandar udara? Kita kembali ke Jakarta dulu. Saya bilang, No. Saya harus segera ke sana melihat langsung," terang SBY.
Â
Bencana Sumatera Mengingatkan pada Tsunami Aceh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5454584/original/041021800_1766563351-SBY_Lukisan.jpg)
Melihat situasi Aceh yang porak-poranda membuat SBY dan istrinya tak kuasa untuk menahan tangis. Aceh bak kota mati saat itu. Tidak ada tanda-tanda kehidupan dan jenazah bertebaran dimana-mana.
Namun, di tengah situasi tersebut, SBY melihat masih ada sisi kemanusiaan terselip, ia melihat banyak orang yang juga tergerak hatinya untuk membantu memulihkan kondisi Aceh.
Keadaan di Aceh pada saat itu pun mengingatkan SBY pada bencana yang menimpa Sumatera saat ini. Melalui kabar yang tersebar di media sosial, ia melihat betapa parahnya kondisi Sumatera kini.
Dia pun terdorong untuk menuangkan penderitaan yang terjadi di Sumatera ke dalam sebuah lukisan yang hasil lelangnya akan didonasikan untuk masyarakat di wilayah terdampak bencana.
"Nah dengan catatan ini semua. Saya mencoba melukis ini. Salah satu pemandangan sejak terjadinya banjir Sumatera. Setiap malam saya paling tidak 3 jam. Saya lihat videonya itu, satu per satu," kata SBY.
Serukan Warga Bantu Warga Lewat Lelang Lukisan
SBY mendorong para pengunjung yang hadir untuk ikut berpartisipasi memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana di Sumatera melalui lelang lukisan ini. Menurutnya, donasi ini adalah salah satu bentuk perwujudan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.
"Bapak-Ibu dan hadirin yang saya hormati, nilai-nilai luhur bangsa kita adalah berempati, berbagi, dan do something yang nyata. Untuk menolong, membantu saudara-saudara kita yang memerlukan bantuan itu. Giving is great, berbagi itu mulia," ucap SBY.
Dia turut mengungkapkan, pemerintah saat ini tengah bekerja keras untuk memulihkan wilayah Sumatera pascabencana. SBY mengatakan, kegiatan lelang ini menjadi momen yang tepat untuk mendukung pemerintah dalam membantu wilayah Sumatera.
Presiden RI ke-6 itu menjelaskan, dukungan yang diberikan kepada wilayah Sumatera bukan hanya tugas dan tanggung jawab pemerintah semata, melainkan juga kepedulian bersama sebagai sesama warga. Dia berharap, donasi yang telah terkumpul dari lelang ini dapat membantu meringankan kesulitan yang tengah dihadapi masyarakat Sumatera.
"Ini paduan yang kita, negara dan pemerintah bertanggung jawab. Warga bangsa yang lain juga ikut meringankan beban saudara-saudaranya yang kena musibah. Ini nilai-nilai luhur, ini budaya bangsa, ini karakter kita yang tidak boleh mundur," katanya.
SBY turut mengapresiasi sejumlah seniman yang terlibat dalam kegiatan lelang ini. Dia menegaskan, seniman yang karyanya dipamerkan dan dilelang pada acara ini menjadi contoh untuk warga Indonesia dalam menolong masyarakat Sumatera.
"Dan saya senang seniman semua berdiri memberi contoh dan menjadi bagian dalam upaya besar untuk berbagi. Melakukan sesuatu untuk mereka-mereka semua," tuturnya.
Â
Advertisement
Darah Seni SBY Sudah Mengalir Sejak Kecil
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5453853/original/064436600_1766511847-2.jpg)
SBY mengaku sudah berkiprah dalam dunia seni lukis sekitar 4 tahun. Meski begitu, darah seni sudah mengalir dalam diri SBY sejak ia kecil. SBY mengaku dirinya sudah jatuh cinta dengan seni sejak duduk di bangku Sekolah Dasar.
"Sebelum saya masuk akademi militer, masa remaja saya, SD, SMP, SMA, saya adalah seniman. Memang saya jurusan matematika, kuat disitu, tetapi keseharian saya selama 9 tahun, 12 tahun bersekolah itu pada dunia seni," ucap SBY.
Sebelum terjun ke dunia seni lukis. SBY sudah terlebih dahulu menggeluti dunia musik. Masa remajanya ia habiskan dalam sebuah grup musik. Tak hanya aktif dalam menciptakan lagu, SBY juga senang bernyanyi.
Selain itu, SBY juga memiliki bakat dalam seni sastra. Dia sering membuat karya tulis berupa cerita pendek. Cerita pendek ini tidak hanya ia tuangkan dalam bahasa Indonesia saja. Kemahirannya dalam berbahasa Jawa juga membuatnya tak jarang menulis cerita pendek berbahasa Jawa.
"Tadi sempat berbicara-bicara tentang musik. Saya pemain band, pegang bass gitar. Sekali-sekali menyanyi, sekali-sekali menciptakan lagu. Saya juga penulis musik, cerita pendek, baik bahasa Indonesia maupun bahasa Jawa," terang dia.
SBY mengutarakan dirinya memang sangat mencintai seni. Namun, kecintaannya terhadap seni ini harus terhenti ketika ia mulai menapaki akademi militer. Tanggung jawab dan tugasnya sebagai seorang prajurit membuat bakat seninya terpendam dalam kurun waktu yang cukup lama.
Usai pensiun dari dunia politik dan militer, kini SBY fokus untuk melanjutkan hidupnya sebagai seorang seniman. Dia mulai aktif dalam sejumlah kegiatan seni di wilayah Jakarta, utamanya kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh DKJ.
"Saya boleh dikatakan return of the lost artist. Kembalinya, kembalinya seniman yang hilang. Kembali ke habitat, kembali ke rumahnya sendiri. Jadi, tolong saya diterima oleh Dewan Kesenian Jakarta," tutup SBY.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5433445/original/041022400_1764844206-Infografis_Kerugian_Sumatera_CMS.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318452/original/095120500_1786096948-Screenshot_2026-08-07_170145.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308116/original/010825900_1785129339-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-27T121435.797.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318203/original/006537500_1786089051-bibit_ayam_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318340/original/035315600_1786092351-Screenshot_2026-08-07_154428.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5454583/original/085583200_1766563327-SBY_TIM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6403769/original/093107400_1779277118-acd17f28-f074-4f2d-a56d-31a8af8b454a_w1023_r1_s.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5554078/original/044458700_1776058804-AHY_Bakti_Sosial.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4918547/original/015851200_1723679144-Khawatir_Serangan_Iran__Museum_Israel_Sembunyikan_Karya_Seni-AFP__4_.jpg)