Prakiraan Cuaca Hari Ini Rabu 24 Desember 2025: Pagi dan Malam Jabodetabek Berawan Tebal, Siang Hujan

Wilayah Jakarta dan sekitarnya diprediksi akan berawan tebal hingga diguyur hujan ringan pada hari ini, Rabu (24/12/2025). Demikianlah prakiraan cuaca hari ini.

Diterbitkan 24 Desember 2025, 06:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Wilayah Jakarta dan sekitarnya diprediksi akan berawan tebal hingga diguyur hujan dengan intensitas ringan pada hari ini, Rabu (24/12/2025). Demikianlah prakiraan cuaca hari ini.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan cuaca di wilayah Jakarta pada Rabu pagi sekitar pukul 07.00 WIB diprakirakan akan tertutup awan tebal.

Kemudian pada siang hari hampir seluruh wilayah Jakarta diprediksi akan turun hujan dengan intensitas ringan, kecuali di wilayah Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu akan berawan tebal.

Pada malam hari sekitar pukul 19.00 WIB langit di seluruh wilayah Jakarta diprediksi akan kembali berawan tebal.

Sementara untuk cuaca di wilayah penyangga Jakarta, yakni Kota Bogor dan Kota Depok, Jawa Barat diprakirakan akan diguyur hujan dengan intensitas ringan sepanjang hari.

Lalu di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat diprediksi akan berawan tebal pada pagi hari, hujan dengan intensitas ringan pada siang hari, dan kembali berawan tebal pada malam hari.

Terakhir, di wilayah Kota Tangerang, Banten diprakirakan akan berawan tebal sepanjang hari dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB.

Berikut informasi prakiraan cuaca Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) selengkapnya dikutip Liputan6.com dari media sosial dan laman remi BMKG www.bmkg.co.id:

 Kota  Pagi  Siang   Malam 
 Jakarta Barat  Berawan Tebal  Hujan Ringan  Berawan Tebal
 Jakarta Pusat   Berawan Tebal  Hujan Ringan  Berawan Tebal
 Jakarta Selatan  Berawan Tebal  Hujan Ringan  Berawan Tebal
 Jakarta Timur   Berawan Tebal  Hujan Ringan  Berawan Tebal
 Jakarta Utara   Berawan Tebal  Berawan Tebal  Berawan Tebal
 Kepulauan Seribu   Berawan Tebal  Berawan Tebal  Berawan Tebal
 Bekasi   Berawan Tebal  Hujan Ringan  Berawan Tebal
 Depok   Hujan Ringan  Hujan Ringan  Hujan Ringan
 Kota Bogor   Hujan Ringan  Hujan Ringan  Hujan Ringan
 Tangerang  Berawan Tebal  Berawan Tebal  Berawan Tebal

BMKG Sebut Iklim Indonesia di 2026 Lebih Stabil dan Tak Seekstrem 2024

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan iklim Indonesia pada 2026 relatif lebih stabil dan tidak seekstrem tahun 2024 yang ditandai dengan suhu tinggi dan cuaca ekstrem berkepanjangan.

Deputi Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan dalam konferensi pers "Climate Outlook 2026" yang diikuti di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh berakhirnya fenomena La Nina lemah pada kuartal pertama 2026.

“Prediksi kami menunjukkan bahwa setelah Maret 2026, kondisi iklim global akan kembali ke fase netral dan bertahan hingga akhir tahun,” kata dia dilansir Antara, Selasa 23 Desember 2025.

Dia menjelaskan suhu udara rata-rata nasional pada 2026 diperkirakan berada pada kisaran 25–29 derajat Celsius, masih dalam rentang klimatologis yang normal.

BMKG mencatat suhu rata-rata nasional 2026 tidak akan melampaui rekor panas seperti yang terjadi pada 2024, seiring pengaruh pendinginan sementara akibat La Nina lemah.

Kondisi laut di sekitar Indonesia juga diperkirakan lebih stabil, baik di Samudra Pasifik maupun Samudra Hindia, sehingga mengurangi potensi anomali cuaca ekstrem.

Ardhasena menambahkan prediksi iklim tersebut disusun melalui pemodelan fisika atmosfer dan laut yang dikombinasikan dengan kecerdasan buatan.

BMKG mengimbau pemerintah dan masyarakat tetap memanfaatkan informasi iklim ini sebagai dasar perencanaan sektor pertanian, kebencanaan, dan tata ruang wilayah.

BMKG: November-Desember 2025 jadi Periode Rawan Pembentukan Siklon Tropis, Waspada Hujan Picu Bencana

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan terdapat periode tumpang tindih pada November dan Desember 2025 yang menjadi masa rawan terbentuknya siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia.

Deputi Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan, periode tersebut merupakan fase peralihan antara musim siklon di belahan bumi utara dan selatan, dimana siklon di belahan bumi utara umumnya terbentuk pada Juni hingga Desember, sementara di belahan bumi selatan terjadi pada November hingga April.

"Belahan Bumi selatan itu adalah di November - Desember hingga April, jadi ada overlapping di dua bulan November dan Desember, begitulah. Jadi tidak bisa diprediksi sampai musiman ataupun bahkan tahunan kemudian periodisasi sendiri," ujar Guswanto dalam konferensi pers "Climate Outlook 2026" di Jakarta, melansir Antara, Selasa 23 Desember 2025.

Dia memaparkan, siklon tropis berbeda dengan fenomena iklim musiman, karena tidak dapat diprediksi dalam jangka panjang, melainkan hanya dalam rentang waktu pendek.

"Siklon tropis memiliki siklus hidup kurang dari 10 hari dan umumnya baru dapat diperkirakan tiga hari hingga satu pekan sebelum terbentuk," ucap Guswanto.

 

Wilayah Terdampak

Meski demikian, lanjut dia, BMKG dapat mendeteksi potensi siklon sejak tahap awal, mulai dari munculnya daerah bertekanan rendah hingga berkembang menjadi bibit siklon tropis, termasuk menyosialisasikan kepada publik. Hal ini sebagaimana dilakukan tim meteorologi BMKG yang mendeteksi keberadaan Siklon Tropis Senyar.

"Siklon Tropis Senyar merupakan Bibit Siklon Tropis 95B yang berkembang sejak 21 November 2025 di perairan timur Aceh, tepatnya di Selat Malaka," terang Guswanto.

Menurut Guswanto, dampaknya wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dilanda hujan setiap hari hingga memicu bencana banjir bandang disertai tanah longsor, dengan dampak kerusakan signifikan di sejumlah kabupaten dan kota pada 25 November.

"Bahkan terbaru tim meteorologi BMKG mendeteksi keberadaan Bibit Siklon Tropis 93S di Samudra Hindia yang dapat mempengaruhi gelombang laut tinggi hingga empat meter di sejumlah wilayah perairan Indonesia pada periode 23-26 Desember 2025," ucap dia.

"Sejak pertumbuhannya bisa dideteksi, misalkan mulai dari low pressure area, kemudian menjadi bibit siklon tropis dan berkembang menjadi siklon tropis itu bisa diketahui," kata Guswanto.

Dia pun merekomendasikan bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan pada periode rawan tersebut serta memantau informasi dan peringatan dini cuaca dari kanal resmi BMKG.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6