Liputan6.com, Jakarta - Garuda Astacita Nusantara (GAN) menggelar Puncak Peringatan HUT ke-1 sekaligus Seminar Nasional dalam mengawal Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Ketua Umum Garuda Astacita Nusantara Muh. Burhanuddin mengatakan HUT ini menjadi titik balik untuk menyatukan semua stakeholder dalam memajukan Indonesia.
“Peringatan satu tahun ini bukan sekadar perayaan semata, tapi bagaimana menjadi titik balik menyatukan semua potensi yang ada untuk memajukan Indonesia,” ujar Burhanuddin di Gedung Nyi Ageng Serang, Jakarta Selatan, Jumat (12/12/2025).
GAN mengawali langkah konkret dengan terjun ke 26 provinsi mendukung implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu agenda prioritas pemerintahan Presiden Prabowo.
Advertisement
“Harapan kedepannya adalah bagaimana Solidaritas, Sinergi dan Kolaborasi semua elemen bangsa untuk memajukan Indonesia, bahwa Pak Prabowo sebagai Putra terbaik bangsa yang dianugerahkan di Indonesia, tidak bisa bekerja sendiri harus disupport oleh semua pihak, termasuk dari organisasi masyarakat,” kata Burhanuddin.
Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan melalui video sambutannya menilai GAN sebagai bagian dari gerakan rakyat yang memperkuat dukungan terhadap program-program unggulan Presiden Prabowo.
"Sebagai organisasi yang hadir untuk mendukung kepemimpin Bapak Presiden Prabowo Sudianto, Garuda Astacita Nusantara telah menjadi bagian dari gerakan rakyat yang menjunjung nilai Persatuan, Kesetiaan dan Pengabdian bagi Bangsa," paparnya.
"Saya berharap Garuda Astacita Nusantara berperan aktif menyukseskan program-program unggulan Bapak Presiden antara lain Swasembada Pangan, Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat agar Indonesia menjadi Negara Maju dan Berdaulat," sambung Zulkifli.
Pesan tersebut diputar karena Zulkifli tengah meninjau lokasi terdampak bencana di Aceh. Ia diwakili oleh Dandy Satria Iswara, Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Pangan.
Pemulihan Pangan dan Perlindungan Petani
Dandy Satria Iswara menyampaikan pemerintah bergerak sesuai arahan Presiden Prabowo dalam menangani dampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
"Ditengah situasi sulit ini, kekuatan bangsa kita selalu sama, ini sudah cukup primer, bahwa kita, masyarakat kita akan gotong royong dan kebersamaan. Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan seluruh elemen Masyarakat bergerak bersama, agar saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat bisa segera bangkit kembali," ujarnya.
Dandy menyebut dua instruksi utama yang diberikan Presiden Prabowo kepada Kemenko Pangan dan kementerian terkait.
“Yang pertama adalah pemulihan sektor Petanian dan Pangan, tidak boleh tertunda terlalu lama, termasuk perbaikan infrastruktur untuk pertanian dan pangan, seperti misalnya Bendungan, Irigasi, Lahan Pertanian, sampai Tambak-tambak,” jelasnya.
“Yang kedua adalah meringankan beban petani, antara lain melalui penghapusan hutang Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani yang benar-benar berdampak pada bencana dan sebagai tindak lanjut pemerintah telah menyalurkan bantuan pangan dalam jumlah yang besar kepada Aceh, Sumatera Utara, dan juga Sumatera Barat,” sambungnya.
Advertisement
MBG sebagai Investasi SDM dan Fondasi Asta Cita
Dandy juga menekankan pentingnya program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi salah satu tiang besar Asta Cita di bidang pembangunan manusia.
“Salah satu program yang nyata dari Bapak Menteri Koordinator Pangan (Zulkifli Hasan) yang kami selalu menyatakan adalah Makan Bergizi Gratis, menjadi sangat-sangat strategis,” ujarnya.
"ini bukan soal makan siang gratis, ini melainkan investasi langsung pada kualitas manusia Indonesia kedepan," lanjutnya.
Menurut Dandy, program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi harian, tetapi juga menciptakan pola makan sehat yang memengaruhi kualitas hidup jangka panjang.
“Anak-anak kita mendapat contoh nyata pola makan sehat, mendapat contoh nyata bahwa kedepannya ini adalah masa depan yang cerah. Dalam jangka panjang ini akan mengubah pola kesehatan masyarakat dan memperkuat fondasi Indonesia Emas 2045,” katanya.
Kebijakan Utama Pangan
Selain itu, pemerintah menegaskan bahwa kebijakan pangan nasional dibangun melalui dua kerangka utama.
"Di sektor pangan, pemerintah menjalankan dua unsur utama, yang pertama intensifikasi, bagaimana meningkatkan produktivitas melalui memperbaiki irigasi, pupuk, teknologi pertanian, dan dukungan harga yang berpihak kepada petani," jelas Dandy.
"Yang kedua adalah Ekstensifikasi, pembukaan lahan baru yang terukur dan berkelanjutan serta pengendalian alih fungsi lahan," tambahnya.
Ia menutup pernyataannya dengan penekanan bahwa keberhasilan visi Asta Cita hanya dapat dicapai melalui kolaborasi nasional.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, keberhasilan agenda pangan dan gizi hanya bisa dicapai kalau kita membangunnya sebagai proyek peradaban bersama, pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, komunitas dan organisasi seperti Garuda Asta Cita Nusantara," pungkasnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299565/original/093541200_1784264989-cek_fakta_magang_nasional_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322150/original/091705800_1786518970-HOAX__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4285001/original/066553900_1673179649-Target_Sektor_Wisata_2023-Angga-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5499207/original/032366000_1770779753-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-11T101208.314.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5442581/original/087662700_1765545348-1000109723.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5503065/original/079511800_1771078427-Menko_Zulhas.jpeg)