Wali Kota Jakarta Pusat Ajak Kolaborator Ikut Program Bedah Rumah jadi Layak Huni untuk Masyarakat Dhuafa

Program Bedah Rumah merupakan kegiatan memperbaiki rumah tidak layak huni menjadi layak huni.

Diterbitkan 11 Desember 2025, 19:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • 63% rumah tangga Jakarta belum memiliki rumah layak huni berdasarkan data BPS 2022.
  • Program Bedah Rumah telah memperbaiki 270 rumah dhuafa sejak tahun 2021.
  • Jakarta Pusat prioritaskan bedah rumah bagi pasien TBC mulai tahun 2024.

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 63 persen dari 2,78 juta rumah tangga di Jakarta atau sekitar 1,77 juta rumah tangga, belum memiliki rumah yang layak huni. Data tersebut berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022.

Sementara, menurut data BPS tahun 2021, hanya 40 persen rumah tangga di DKI Jakarta yang memiliki akses hunian layak, sehingga 60 persen masyarakat masih tinggal di rumah yang tidak layak huni.

"Khusus di Jakarta Pusat, persentase rumah tangga yang memiliki akses hunian layak pada tahun 2022 tercatat hanya 31,46 persen," ujar Wali Kota Jakarta Pusat Arifin melalui keterangan tertulis, Kamis (11/12/2025).

Dia menjelaskan, program Bedah Rumah merupakan kegiatan memperbaiki rumah tidak layak huni menjadi layak huni.

"Penerima program ini adalah masyarakat dhuafa yang selama ini telah memberikan kontribusi besar bagi lingkungan sekitarnya, namun kehidupannya sendiri sering terabaikan. Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja mereka harus berjuang, apalagi untuk memperbaiki rumah yang sebagian sudah roboh," papar Arifin.

Menurut dia, sejak tahun 2021 hingga kini, sebanyak 270 rumah dhuafa telah diperbaiki melalui program ini. Mulai tahun 2024, Jakarta Pusat juga memprioritaskan bedah rumah bagi pasien Tuberkulosis (TBC).

"Program ini merupakan bentuk komitmen bersama BAZNAS (BAZIS) Kota Administrasi Jakarta Pusat untuk terus berbuat, membangun Jakarta Pusat yang lebih manusiawi, serta mengurangi kesenjangan sosial," kata Arifin.

 

Bisa Hadirkan Kehidupan Lebih Baik

Arifin juga mengajak para kolaborator untuk turut serta mendukung program ini. Dia menyebut, pada tahun 2025, telah dibangun 65 rumah dari target 80 rumah, dengan 10 rumah di antaranya merupakan dukungan kolaborator.

"Yaitu CSR PT Pertamina 8 rumah, CSR PT Suprajaya 2 rumah, dan CSR PT Arminereka 1 rumah," ucap Arifin.

"Saya yakin, dengan kerja sama yang erat dan semangat gotong royong, kita mampu menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan. Mari kita jadikan program ini sebagai langkah awal untuk menciptakan lebih banyak inisiatif positif bagi warga Jakarta Pusat," tutup Arifin.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6