Polisi Beberkan Kondisi Korban yang Ditabrak Mobil MBG di SDN Kalibaru 01, Sopir Tes Urine

Polda Metro Jakarta Utara menyampaikan belasungkawa atas insiden kecelakaan yang menimpa siswa SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara pada Jumat pagi (11/12/2025).

Diterbitkan 11 Desember 2025, 13:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Polda Metro Jaya menyampaikan belasungkawa atas insiden kecelakaan yang menimpa siswa SDN Kalibaru 01 pada Jumat pagi (11/12/2025).

Sampai saat ini, total ada 21 korban yang ditabrak mobil MBG di SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara.

"Kami menyampaikan bela sungkawa. Ini musibah, dan kita berharap cepat tertangani," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Bhudi Hermanto, Jumat (11/12/2025).

Dia menjabarkan, penanganan korban berlangsung di beberapa fasilitas kesehatan, 5 pasien dirawat intensif di RSUD Koja, sedangkan 14 korban lainnya berada di RSUD Cilincing.

Menurut Bhudi, hasil observasi dokter menunjukkan bahwa 12 pasien kemungkinan bisa rawat jalan setelah pemeriksaan lanjutan.

"Kemungkinan 2 yang masih rawat inap. Sedangkan 12 pasien yang di lantai 8, kalau observasi dan hasil ronsen tidak ada fatalitas, ini bisa rawat jalan," ucap dia.

Sementara itu, lanjut Bhudi, 1 pasien yang sebelumnya dirawat di Puskesmas Cilincing sudah dipulangkan.

Dia juga menyampaikan terkait kondisi 2 pasien yang masih dirawat mengalami benturan dan masih diobservasi lebih lanjut apakah ada pendarahan pada bagian-bagian tertentu atau tidak.

"Ada luka benturan. Kita masih melihat apakah ada pendarahan pada bagian-bagian tertentu. Nanti dokter akan melakukan observasi," terang Bhudi.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi keliru.

"Jangan khawatir, jangan panik, jangan menjadikan suatu informasi yang bias. Percayakan kepada kami, dan kami akan mengupdate informasi kepada masyarakat," kata Bhudi.

 

Sopir Diamankan, Segera Dites Urine

Polisi masih menyelidiki penyebab kecelakaan. Sopir kendaraan telah diamankan untuk diperiksa.

"Sopir dari kendaraan tersebut sudah diamankan. Ini masih dilakukan pemeriksaan. Diketahui saat adik-adik siswa sedang membaca, tiba-tiba satu unit mobil masuk melindas dari sisi belakang," ucap Bhudi.

Mengenai status kendaraan dan sopir, Bhudi mengatakan sejauh ini dokumen kendaraan milik sopir tersebut lengkap.

"Sementara, sejauh ini dokumen kendaraan lengkap dan yang bersangkutan punya SIM A. Tapi ini masih kita dalami, termasuk apakah ini sopir permanen atau sopir cabutan," kata dia.

Polisi juga akan melakukan tes urine kepada sopir.

"Kita akan melihat apakah ada konsumsi alkohol," terang Bhudi.

Sejumlah saksi dari pihak guru telah dimintai keterangan, dan Polres Metro Jakarta Utara membentuk tim khusus untuk penanganan. Di samping itu, tim trauma healing juga telah disiapkan.

"Adik-adik yang menjadi korban ini shock. Kita juga menyiapkan posko pelayanan bagi keluarga korban," kata Bhudi.

Untuk aktivitas belajar mengajar, lanjut dia, polisi masih akan melakukan olah TKP.

"Kami lakukan olah TKP. Kalau dinyatakan selesai hari ini, garis polisi akan kami cabut dan lokasi bisa kembali steril untuk kegiatan belajar mengajar," tandas Bhudi.

 

21 Orang jadi Korban Ditabrak Mobil MBG di SDN 01 Kalibaru, Salah Satunya Guru

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung langsung mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah Koja atau RSUD Koja, Jakarta Utara usai insiden mobil MBG menabrak siswa di SDN 01 Kalibaru.

Pramono Anung menyampaikan, sampai saat ini total ada 21 korban yang ditabrak mobil MBG di SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara.

"Sampai sekarang ini tercatat ada 21 korban," ujar Pramono diRSUD Koja, Kamis (11/12/2025).

Selain itu menurut pramono, selain siswa, ada pula 1 guru menjadi korban yuang ditabrak mobil MBG.

"5 dirawat di Rumah Sakit Koja, satu guru dan 4 SD serta di RSUD Cilincing," terang Pramono.

Dia pun mengaku telah melihat 5 korban di RSUD Koja. Pramono juga mengaku telah memerintahkan Direktur RSUD Koja untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para korban.

"Mudah-mudahan tidak ada hal yang lebih parah dari itu. Saya berdoa betul dan saya tadi langsung memerintahkan kepada Direktur RSUD Koja dan juga nanti RSUD Cilincing untuk memberikan pelayanan yang terbaik," ucap dia.

"Kalau perlu harus ditindakan bedah dan sebagainya, saya minta untuk diberikan support sepenuhnya," sambung Pramono.

Menurut dia, kejadian ini tidak terduga sama sekali karena saat itu, pintu pagar sekolah tertutup dan siswa sedang berbaris di lapangan.

"Dan sekali lagi seperti yang selalu saya sampaikan peristiwa ini pastinya peristiwa yang memang tidak terduga sama sekali. Karena betul-betul pagar sekolah ini tertutup rapat, mobilnya masuk menabrak yang lagi dikumpulkan untuk proses literasi," jelas Pramono.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6