Maskapai Asing Keluhkan Warga Main Layang-Layang dan Arahkan Laser ke Pesawat di Bandara Soetta

Bandara Soekarno-Hatta mengungkapkan laporan maskapai asing mengeluhkan ada warga yang main layang-layang dan laser ke arah pesawat mereka.

Diterbitkan 10 Desember 2025, 16:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Maskapai asing keluhkan layang-layang dan laser ganggu penerbangan di Bandara Soetta.
  • Bandara Soetta minta Pemda awasi warga demi keselamatan dan nama baik negara.
  • Pemkot Tangerang miliki Perda larangan layang-layang untuk keselamatan penerbangan.

Liputan6.com, Jakarta - Bandara Soekarno-Hatta mengungkapkan laporan maskapai asing mengeluhkan ada warga yang main layang-layang dan laser ke arah pesawat mereka. Dia meminta Pemda untuk ikut terlibat dalam mengawasi warganya terkait larangan main laser dan layangan.

"Laporan dari maskapai asing, ada yang pakai laser diarahkan ke pesawatnya, main layang-layang. Kami mohon bersatu, memberikan keselamatan dan kelancaran penerbangan," kata General Manager Kantor Cabang Bandara Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, Rabu (10/12/2025).

Menurutnya, peran pemerintah daerah, terutama yang berada di sekitaran Bandara Soekarno Hatta amat penting. Sebab, bandara merupakan pintu gerbang dan wajah negara, bila tercoreng, maka nama baik negara juga ikut tercoreng.

"Mari bersama menjaga nama baik negara kita, sebab Bandara Soekarno Hatta ini pintu gerbang negara," katanya.

Regulasi dan Pengawasan

Sementara itu, Pemerintah Kota Tangerang memastikan telah melakukan langkah antisipasi melalui dukungan regulasi dan pengawasan di lapangan.

Salah satunya melalui dua Peraturan Daerah yang terkait langsung dengan upaya menjaga keselamatan penerbangan, yakni Perda No. 7 Tahun 2004 tentang larangan menaikkan layang-layang yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan, serta Perda tentang ketenteraman, ketertiban umum dan Perlindungan Masyarakat, No. 8 Tahun 2018.

"Ini persoalan yang harus kita selesaikan bersama, terutama larangan bermain layang-layang di sekitar bandara yang jelas membahayakan penerbangan," jelasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6