Liputan6.com, Jakarta - Video yang merekam kebakaran di Gedung Terra Drone, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, viral di media sosial. Dalam video itu, terlihat belasan karyawan berdiri di lantai paling atas.
Dari belasan karyawan itu, beberapa di antaranya ada yang bergelantungan. Mereka berteriak-teriak meminta pertolongan.
Sementara itu, asap hitam pekat menggulung ke atas, menyelimuti lantai-lantai di bawah mereka. Api terus membesar.
Advertisement
Dalam situasi genting itu, petugas pemadam kebakaran bergerak cepat. Tangga tinggi dibentangkan, satu per satu karyawan berhasil diturunkan dengan selamat.
Polisi buka suara terkait video tersebut. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra memastikan, seluruh pekerja yang terekam dalam video tersebut berhasil diselamatkan.
"Jadi untuk yang dalam video yang cukup viral itu, ada karyawan-karyawannya yang selamat sampai dengan lantai paling atas, itu sudah diselamatkan oleh tim Damkar," jelas Roby kepada wartawan, Selasa (9/12/2025).
Dia menyebut, total ada 19 karyawan yang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Mereka terjebak di lantai paling atas ketika api mengepung bagian tengah bangunan.
"Itu ada berjumlah sekitar 19 orang, selamat semua yang sampai ke atas," ujarnya.
Gedung Terra Drone Hanya Punya Satu Pintu Keluar
Polisi mengungkap temuan mengejutkan dari kebakaran maut di Gedung Terra Drone. Ternyata, gedung enam lantai itu hanya memiliki satu pintu keluar-masuk yang terletak di lantai dasar.
Hal ini diungkapkan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, setelah timnya bersama forensik menyisir seluruh lantai untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal. Mereka juga memeriksa satu-satunya lift yang ada di gedung tersebut.
"Bersih. Juga kita temukan bahwa memang masuk dan keluarnya itu hanya melalui pintu bawah di depan itu saja. Jadi satu lift, tadi juga ada satu lift kita periksa juga untungnya tidak ada korban di dalamnya," kata Roby.
Advertisement
Periksa HRD
Roby mengungkapkan, pihaknya sudah memeriksa enam saksi terkait kebakaran gedung Terra Drone. Mereka yang diperiksa terdiri dari empat karyawan sekaligus saksi dan dua HRD.
Polisi juga akan melayangkan panggilan terhadap pemilik gedung maupun penanggung jawab perusahaan.
"Saat ini kita masih melakukan pemeriksaan. Ada 4 karyawan (saksi), 2 HRD. Itu juga nanti kita upayakan komunikasi dan memeriksa pemilik gedung atau penanggung jawab perusahaan," ujar Roby.
Dia mengatakan, penyelidikan dilakukan untuk mencari unsur pidana di dalam insiden kebakaran. Karena itu, operator, manajemen perusahaan, maupun pihak pengelola gedung turut akan dimintai keterangan.
"Untuk sampai dengan saat ini kita belum menemukan unsur pidananya. Kita masih menyelidiki apakah ada unsur pidana dalam kejadian kebakaran yang terjadi itu. Termasuk dengan kelalaian, apakah dari pihak operator, manajemen, atau pemilik gedung, juga kita masih melakukan penyelidikan dulu," ujar dia.
Tak Ada WNA yang Jadi Korban
Data sementara, sebanyak 22 orang meninggal dunia akibat kebakaran gedung Terra Drone. Tercatat 19 orang berhasil selamat.
Hingga kini, polisi belum menemukan warga negara asing yang menjadi korban dalam insiden ini.
"Untuk saat ini kita belum menemukan informasi ada orang asing di antara korban. Tapi kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut," tandas dia.
Berikut daftar nama korban meninggal dalam kebakaran gedung kantor tersebut berdasarkan data BPBD DKI Jakarta:
Laki-laki (7 orang)
1. Aril
2. Apri
3. Yoga
4. Cendy
5. Reyhan
6. Mirza
7. Saiful
Perempuan (15 orang)
1. Ninda
2. Pariyem
3. Novia
4. Nisa
5. Jazel
6. Risda
7. Asyifa
8. Della
9. Siti
10. Amelia.
  Â
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331817/original/055880700_1787567222-BSU_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311576/original/011498300_1785406882-kemenhaj_petugas_haji_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4409778/original/074363200_1682745589-PPATK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321954/original/029124100_1786512297-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-12T122336.000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5438446/original/049041900_1765297912-WhatsApp_Image_2025-12-09_at_23.28.56.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5299013/original/071062100_1753778260-Gemini_Generated_Image_lfn9flfn9flfn9fl.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326890/original/044724900_1787040290-firmbee-laptop-6062423.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327572/original/003122000_1787115454-Lee_Su_Hyun_AKMU__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1010308/original/090565600_1444029716-apple_campus_store_cupertion_-_officesnapshots_com.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319131/original/040809900_1786186394-1000401625.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5448340/original/073102400_1766026912-10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4208763/original/090133300_1667177338-publikasi_1667133757_635e713ded028.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572894/original/093001400_1777873680-handshake-illustration-ai-generated-image.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3147005/original/033411800_1591619574-woman-in-blue-suit-jacket-2422293__1_.jpg)