Prabowo Soroti Kebakaran Way Kambas dan Nasib Gajah

Prabowo Subianto mendesak penanganan cepat kebakaran di Taman Nasional Way Kambas, Lampung, untuk melindungi gajah.

Diterbitkan 24 Agustus 2026, 12:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Presiden Prabowo minta jajaran tangani kebakaran di Taman Nasional Way Kambas, Lampung.
  • Prabowo tekankan pentingnya merawat gajah Sumatera di taman konservasi Way Kambas.
  • Pemerintah fokus pada penguatan sistem pencegahan Karhutla dan evaluasi penyebab.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta jajarannya untuk memperhatikan dan menangani kebakaran di Taman Nasional Way Kambas, Lampung.

Pasalnya, kata dia, sudah ada titik api atau hotspot yang membakar lahan di Way Kambas.

Hal ini disampaikan Prabowo saat memimpin rapat penanangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Posko Aju, Riau, Senin (24/8/2026). Rapat dihadiri oleh sejumlah menteri, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, hingga Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

"Saya juga minta perhatikan untuk Lampung, ada Way Kambas, Taman Nasional, itu fokus kita juga. Saya dapa5 laporan itu juga ada hotspot disitu dan sudah ada kebakaran berapa hektare disitu," jelas Prabowo sebagaimana disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Senin.

Prabowo mengingatkan bahwa memiliki taman konservasi atau tempat perlindungan Gajah Sumatra dan satwa lainnya. Dia menegaskan gajah-gajah tersebut harus dirawat.

"Disitu kan taman konservasi kita utk gajah dan sebagainya. Gajah-gajah terakhir termasuk di Sumatera harus kita rawat," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Pekanbaru, Riau, Senin (24/8/2026), untuk kembali meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kunjungan ini bentuk komitmen Prabowo untuk memastikan penanganan karhutla berjalan hingga tuntas, sekaligus memperkuat langkah pencegahan agar kebakaran serupa tidak terus berulang.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan bahwa Prabowo ingin memastikan langsung kondisi terkini di lapangan setelah sebelumnya memimpin penanganan karhutla di Kalimantan.

"Bapak Presiden ingin memastikan penanganan berjalan sampai tuntas, tidak hanya menerima laporan, tetapi melihat dan mendengar langsung sendiri kondisi di lapangan, memastikan titik api benar-benar padam, dan seluruh keputusan yang telah diambil dilaksanakan dengan cepat, terpadu, dan tepat," jelas Teddy dalam keterangannya, Senin (24/8/2026).

 

Bukan Hanya Pemadaman

Menurut dia, perhatian Prabowo tidak berhenti pada upaya pemadaman. Prabowo juga menekankan pentingnya kordinasi antara pejabat lingkungan Pemerintah Daerah, khususnya Gubernur, Pangdam dan Kapolda harus padu dalam mencegah kebakaran berulang.

Selain itu, membangun sistem pencegahan yang lebih kuat dan permanen sehingga pemerintah tidak terus menghadapi persoalan yang sama setiap musim kemarau.

"Arahan Bapak Presiden sudah jelas, bahwa kita tidak boleh setiap tahun hanya sibuk memadamkan api. Sistem pencegahannya harus diperkuat. Mulai dari sumur bor dan embung atau sumber air, pengawasan permanen, deteksi dini hotspot, hingga kesiapan desa-desa rawan Karhutla. Pencegahan harus dilakukan jauh sebelum api muncul," tuturnya.

Dalam kunjungan ini, Prabowo didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnivian, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Kepala BIN Muhammad Herindra.

Selain memastikan pemadaman dan pencegahan, Teddy menegaskan bahwa pemerintah juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyebab kebakaran. Jika ditemukan unsur pelanggaran hukum, pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6